BUMBU RUJAK DENGAN BUAH BATOK & RUMBIA

Saji - - Artikel -

Nah, keunikan rujak Nibung terletak pada bumbunya yang rasanya sangat khas. Selain menggunakan gula aren asli dari air nira, cabai rawit merah, dan kacang tanah yang disangrai, juga diberi dua jenis buah-buahan yang sudah tergolong langka. Yakni rumbia dan batok.

Buah-buahan yang mungkin tak bisa ditemui di tempat lain ini jadi bahan utama dalam sajian rujak Nibung. Kendati cukup langka, namun rumbia dan batok sangat populer di masyarakat Aceh dan sekitarnya.

Buah batok yang bulat ini menyerupai batok kelapa. Saat hendak digunakan, buah batok matang dibelah dua, dagingnya dikeruk lalu dimasukkan ke dalam bumbu rujak. Daging buah batok rasanya manis dengan aroma yang cukup tajam. Buah ini biasanya tumbuh liar di hutan dan tepian sawah. Agar stok buah batok selalu tersedia, Hamid telah memiliki supplier khusus.

Tak hanya itu. Bumbu rujak yang diulek dalam cobek besar ini juga masih dilengkapi pisang bheung atau pisang batu. “Penggunaan pisang batunya cukup saja, kalau kebanyakan rasanya bisa rusak. Rasa kesat yang pas dari pisang batu bikin rasa bumbu rujak makin legit,” papar Hamid.

Buah rumbia dan pisang bheung yang dicampurkan ke dalam bumbu rujak mencitakan sensasi rasa pedas yang berbeda di lidah. Namun rasa pedas ini tak akan bertahan terlalu lama di lidah lantaran rasa manis yang mencuat dari gula aren asli yang mampu menyeimbangkannya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.