BERGURU KE GARUT

Saji - - Artikel -

Di awal usaha Rita dan suami pernah membeli tiga toko sekaligus untuk berjualan dodol karena dulu Rita berpikir, semakin banyak toko, semakin mudah menyaring pembeli.

“Ternyata hasilnya kurang maksimal. Biaya pemeliharaan toko sangat besar. Kalau toko terlihat kosong, pembeli tak tertarik singgah,” jelasnya.

Kini mereka sepakat hanya mengelola satu toko saja dan memilih cara lain untuk memasarkan produknya.

Menguasai pasar ritel merupakan strategi yang diambil Rita agar produknya dapat menjangkau segmen lebih luas, terutama kelas menengah.

Salah satu strategi penarik, Rita mulai mengubah kemasan dodol jadi lebih menarik. “Produk kami harus ada nilai lebihnya dibandingkan produk lain yang sejenis.”

Mereka bahkan menambah ilmu soal dodol hingga ke Garut, Jawa Barat. Bagaimanapun Garut sudah lebih dulu dikenal sebagai kota penghasil dodol terbesar.

Kendati begitu, Rita konsisten membuat dodol dengan citarasa lokal yakni dodol manis yang menggunakan gula aren. “Dodol aren rasanya lebih pas bagi warga Sumatera Utara. Rasanya bikin neg karena manisnya gula aren lebih bisa diterima lidah dan aman buat gigi,” papar Rita yang mendatangkan gula aren dari Madina, Padang Sidempuan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.