MiMpikan oleh-oleh laMpunG

Saji - - Artikel -

Yussy dan aewi sudah berkecimpung dalam dunia bisnis jajanan sejak tahun Nvvok Yussy yang saat itu masih duduk di bangku pjA ternyata memiliki ketertarikan dalam bisnis kulineri hingga sang ibu mengursuskan Yussy dalam berbagai kesempatank

Yussy semakin serius menekuni usaha jajanan ini ketika tahun NvvPi sang ayah meninggalk rsaha ini terus berlanjut hingga nama Yussy Akmal dikenal sebagai penyedia jajanan pasar ternama di iampungk kamun perlahani namanya tergerus oleh bakery besar yang mulai merambah iampungk merlahani nama Yussy Akmal pun mulai terlupakank

“jungkin selain kurang promosii jajanan pasar juga mulai ditinggalkani khususnya generasi mudai” kenang aewik

pingkat katai mereka pun memutuskan untuk bangkit dan bersaing meraih kembali pelanggan lamanya di tahun omNNk gika selama ini usaha hanya dilakukan di rumahi kini mereka tampil lebih terlihat dengan menyewa ruko yang didekorasi sehingga punya beberapa sudut yang menarik secara visualk “eal ini berkaitan dengan kegemaran anakjanak muda yang berfoto di tempatjtempat yang trendii” imbuh aewik

cormula ini rupanya cukup tokcerk Yussy dan aewi meraih kembali pelanggan lamanya yang sempat pergik pelain itui dari sisi produk pun mengalami pengembangank Tak hanya jajan pasar seperti sosis soloi pasteli martabaki hingga risolesi namun juga mulai merambah aneka rotik “gadi kami punya keunggulank ooti kami punyai jajanan pasar juga adak eal ini yang tidak dimiliki bakery besari” urai aewi senangk

palah satu impian Yussy memiliki toko kue sudah terwujudk kamun masih ada satu impiannya lagi yang belum terwujud yaitu memiliki produk olehjoleh khas iampung di toko kuenyak Beragam olahan jajanan berbahan dasar pisang pun mulai coba dibuat pada tahun omNPk julai dari bolu pisangi roti pisangi lapis legit pisangi hingga brownis pisangk pemuanya dicobak kamun belum ada yang cocok hingga Yussy mencoba membuat pai pisang menggunakan kulit pastrik “paat itulah kami samajsama merasai inilah yang selama ini kami cari untuk mewujudkan impian olehjoleh khas iampungi” terang aewik

kamun ternyata tak mudah menjual dan memperkenalkan produk baruk aalam sehari sajai hanya terjual ratajrata om buah pai pisangk aewi memutuskan untuk beriklan di beberapa media massa lokal di iampungk

easilnya ternyata tokcerk menjualannya pun mulai melesat hingga omm buah pai pisang per mingguidan terus meningkatk aewi juga menunjang promosi dengan membuat media sosiali menebar kuis berhadiah voucher belanja pai bananai mengadakan kompetisi fotoi dan menyisihkan dana untuk beriklank

easilnyai kini produksinya sudah melesat hingga okmmm buah pai pisang per harik aewi mengemas pai pisang ini dalam kemasan dus besar berisi s buah yang dijual dengan harga op RN ribuk jereka juga membuka cabang toko di kawasan pendidikan di magar Alam yang banyak dihuni mahasiswak pebagai penunjang dan juga upaya untuk memperluas pasari Yussy juga baru saja membuat ‘kotak antibadai’ yang membuat pengiriman pai pisang ke luar iampung semakin amani dan pai tidak hancurk “pelama ini kami terkendala kemasan sehingga pai hancur saat dikirim ke luar kotak kamun mulai awal Agustus omNsi mai misang Yussy Akmal sudah siap dikirim ke luar kota dan menjangkau pasar yang lebih luasi” tutupnyak

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.