Perjalanan panjang sang udang

Saji - - Artikel -

Pempek udang memang belum sepopuler pempek berbahan ikan di Palembang. Namun inilah peluang yang justru diambil Etty, dan mengisi kekosongan pasar itu. “Di Palembang, umumnya pempek berwarna putih karena berbahan ikan tenggiri, gabus, atau belida. Tapi di daerah saya pempek justru dibuat dari udang karena di sana melimpah,” urainya.

rntuk mendapatkan pasokan udang segar, perjalanannya cukup panjang, kirakira 6 jam. rdang yang dipanen kemudian langsung dikupas, dibekukan, dan diangkut dengan speedboat selama 3 jam, lalu dilanjutkan 3 jam lagi melalui perjalanan darat. “Perjalanannya memang cukup panjang, tetapi ini demi menjamin kesegaran pasokan udang,” tuturnya.

Jenis udang tambak yang digunakan umumnya ada 3, yaitu udang windu, peci, dan dogol. Semua sudah dalam kondisi kupas sehingga Etty bisa langsung mengolahnya. “Dalam seminggu rata-rata pengiriman satu kali dengan berat bersih udang antara 50 – 60 kilogram,” terangnya.

rntuk membuat pempek udang juga bukan perkara mudah. Hal ini disebabkan karakter daging udang yang berbeda dengan daging ikan. “Daging udang itu sangat berair. Dalam perjalanan dari tambak saja, daging udang bisa susut antara 20 – 30 persen, lo,” cetusnya.

Meskipun demikian, tak menghalangi Etty untuk menjual pempek udang buatannya. Berawal dari sekadar camilan di rumah, Etty akhirnya memenuhi pesanan dari temantemannya di Palembang yang menyukai pempek udang buatannya. “Dari mereka saya mendapat masukan, khususnya komposisi adonan antara air, sagu, dan udangnya sehingga saya akhirnya bisa menemukan tekstur pempek yang padat, namun lembut,” urainya lagi.

Salah satunya adalah menggiling udang harus halus betul hingga serat-seratnya ikut halus. Cara ini akan membuat tekstur pempek menjadi lembut dan empuk ketika disantap. Khusus pempek adaan yang berbentuk bulat, tekniknya juga berbeda. Jika biasanya pempek dimasak dengan cara direbus, maka pempek adaan langsung digoreng tanpa direbus. “rntuk membuat pempek adaan berbahan udang juga cukup sulit karena langsung digoreng. Hal ini menuntut adonan yang lebih padat dan komposisi udang yang lebih banyak,” terang Etty.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.