POPULERKAN KEMBALI KUE KEMBANGWARU

Saji - - Artikel -

Rangkaian acara “Kembangwaru: 2016 Kembangwaru Bersemi di Kotagede” diawali dengan upaya pengenalan kembali kembangwaru. Sejumlah warga diajak oleh Komunitas Jelajah Pusaka Kotagede berkunjung ke kediaman salah seorang pegiat kue kembangwaru yang masih tersisa di Kotagede.

Warga dapat melihat langsung cara mengolah bahan serta proses pembuatan kue kembangwaru yang masih sangat sederhana. Hasilnya pun tak banyak, apalagi pegiat kue kembangwaru biasanya hanya menitipkan kuenya ke warung atau kios kecil. Tentu saja penghasilan mereka pun tak banyak.

rntuk itu, Nunung Senha dari APJf (Asosiasi Pengusaha Jasaboga fndonesia), Chef Rudi Haryanto dari fCA (fndonesia Chef Association), dan Basiran Basis Hargito (pegiat kue kembangwaru yang masih bertahan dan aktif hingga saat ini) tampil dalam talkshow yang digelar di Pendopo Kajengan, Kotagede.

Ketiganya membahas cara efektif untuk kembali memperkenalkan kue kembangwaru ke generasi muda dan mempopulerkannya sebagai kue tradisional yang memiliki nilai histori dan peluang ekonomi yang cukup tinggi. Kesimpulannya, inovasi menjadi kunci dalam upaya pelestarian kue kembangwaru, tanpa mengubah pakem dari sejarahnya. Salah satunya, dengan tidak mengubah bentuk dasar kue yang menyerupai bunga waru.

Menurut Rudi, ada tiga hal utama yang dapat diinovasi dari kue kembangwaru. Yakni ukuran, bahan, dan warna. “Tepung terigu dapat diganti tepung lokal, seperti tepung ketela. rntuk warna, dapat digunakan pewarna dari buah lokal, seperti buah talok (kersen) merah yang banyak terdapat di sekitar Kotagede,” ujarnya.

Menariknya, di sela-sela talkshow, empat pegiat kue kembangwaru tradisional unjuk gigi di hadapan para pengunjung dalam acara live cooking. Mereka mendemokan langsung pembuatan kue kembangwaru.

iive cooking berlangsung seru lantaran setiap pegiat kue kembangwaru melakukan proses pengolahan bahan dengan cara berbeda. Ada yang menggunakan mikser, ada pula yang manual. ai tahap akhir, ada pegiat yang memilih membakar kue menggunakan oven modern berdaya listrik dan sebagian yang lain menggunakan oven yang masih menggunakan bahan bakar arang.

ai masa lalu, kata Basiran, cetakan kue yang digunakan masih terbuat dari tanah liat atau kaleng, namun kini sudah berbahan alumunium. ai akhir acara live cooking, sebanyak 2016 buah kue kembangwaru yang dibuat empat pegiat tadi dibagikan gratis ke para pengunjung dan warga sekitar.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.