MEMBANTU EKONOMI WARGA SEKITAR

Saji - - Artikel -

Meutia menyediakan 3 varian rasa kue ade, yakni original, ubi kayu, dan durian. Semua varian tadi dibuat dengan proses memasak yang sama, hanya diberi tambahan ubi dan durian saja. Menurut Meutia, rasa original masih tetap jadi favorit. Satu loyang kue Ade Meutia ukuran medium harganya Rp 2R ribu, sedangkan yang besar Rp 40 ribu.

Selain memenuhi stok untuk kawasan Meurudu, Meutia juga mengirim kue ade hingga ke Aceh Tengah, Banda Aceh dan Medan menggunakan bus. “Kami juga banyak terima pesanan dari Jakarta, Pekan Baru dan Jambi,” tutur Meutia.

Dengan begitu banyaknya permintaan, lantas mengapa Meutia bersikukuh mempertahankan konsep tradisionalnya? Menurutnya, ada banyak pertimbangan. “Kue yang dimasak dengan cara tradisional daya tahannya lebih lama. Bisa tahan sampai empat hari di suhu ruang dan satu minggu di kulkas. Apalagi produk kami tidak menggunakan bahan pengawet,” ujarnya lagi.

Bahkan cara memasak yang masih tradisional ini dianggap Meutia sebagai gerakan untuk membantu menyelamatkan lingkungan sekitarnya. “Bisa dibilang produk kami ini ramah lingkungan. Ada banyak orang yang terbantu secara ekonomi. Pencari limbah kelapa pun bisa dapat penghasilan,” imbuhnya

Keberadaan usaha Ade Meutia tampaknya telah memberi manfaat bagi lingkungan sekitarnya. Tukang ojek di sekitar rumah Meutia bahkan banyak yang beralih pekerjaan menjadi tenaga marketing Ade Meutia. Memasarkan kue dan memasukkannya ke sejumlah toko oleh-oleh.

rntuk karyawannya, Meutia memberi upah dengan menghitung jumlah produksinya. Setiap satu loyang kue ade, karyawan mendapat Rp 3 ribu. Maka, karyawan Meutia yang rata-rata perempuan, bisa memperoleh penghasilan antara Rp 100 – 1R0 ribu per hari. Saat memasuki hari raya, pesanan kue ade Meutia naik berkali lipat, hingga lebih dari R00 per loyang per hari.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.