LEPAS LOYANG SAAT DIBELI

Saji - - Artikel -

rntuk memproduksi kue ade, Hj Meutia (RR) bersama sang suami, HM Kasim A. iatif (SR) memanfaatkan pekarangan rumah mereka. Bahan bakar yang digunakan adalah kayu, tempurung kelapa, dan limbah kelapa.

Menurut Meutia, untuk memproduksi kue ade, setiap harinya ia membutuhkan satu mobil pick-up limbah kelapa untuk dijadikan bahan bakar. “Tempurung dan limbah kelapa dijadikan bahan bakar untuk api atas tungkunya, sementara api bawah saya gunakan kayu bakar,” ucapnya.

Sementara untuk membuat adonan kue dilakukan di sebuah bangunan khusus beratap rumbia dekat pekarangan. “Agar pekerja kami tidak kepanasan, karena membuat kue ade ini selalu dekat dengan api. Makanya atapnya tidak dari seng,” ucap Meutia yang memiliki 10 karyawan ini.

Semua karyawan Meutia punya tugas tersendiri, dari membuat adonan hingga membakar kue di dalam tungku. Bahan yang dibutuhkan untuk membuat kue ade terdiri dari tepung roti, gula pasir, telur, santan kental, daun pandan, bawang goreng, minyak goreng, dan garam.

Pembuatan adonan diawali dengan mencampurkan tepung roti, gula pasir, telur, garam, dan santan yang diaduk hingga kalis. Di wadah terpisah, daun pandan diblender dan disaring, lalu dicampur ke dalam adonan untuk memberi aroma.

Selanjutnya, loyang yang sudah diisi satu sendok minyak goreng langsung dimasukkan ke dalam loyang yang lebih besar di dalam tungku. Api bawah langsung dihidupkan. Saat minyak goreng mulai panas, bawang merah yang sudah dirajang halus dimasukkan. Ketika bawang sudah harum, loyang diisi adonan dan ditutup dengan tutup alumunium.

Api atas dinyalakan terakhir, menggunakan bahan bakar tempurung dan limbah kelapa. Setelah api atas dan api bawah menyala sempurna, adonan mulai matang. Cirinya, bagian tepi dan atas kue tampak kecokelatan. Sekitar 10-1R menit kemudian, adonan akan mulai mengeras. Tandanya sudah matang sempurna. Per harinya sekitar 200-400 loyang diproduksi di sini. Kue ade yang sudah matang, langsung dibawa ke sejumlah toko oleh-oleh bersama loyangnya. Kue ade baru dilepas dari loyangnya saat dibeli.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.