BATAGOR SARANG BURUNG

Saji - - Inspirasi - BATAGOR HASNUN Jl. Sukamenak – Margahayu No.86, SMS/WA: 0896 6552 1145 Instagram/Line: batagor _hasnun

Agar berbeda dari penjual batagor yang lainnya, Asep Kurnia (36) yang mulai berjualan batagor sejak 2011 lalu mulai berekplorasi. Terinspirasi dari sajian ifumi atau mi kering yang disiram sayur mirip capcay, pria yang kerap disapa Askur ini mengadaptasi mi kering sebagai “alas” batagornya. Maka hadirlah menu batagor sarang burung di kedai milik Askur yang dinamai Batagor Hasnun.

Askur memilih mi telur sebagai sarang burungnya. Alasannya, “Supaya setelah digoreng tekstur mi lebih renyah, tidak keras. Mi telur dibuat melingkar lalu digoreng dengan api sedang sampai renyah lalu ditiriskan.”

Citarasa batagor buatan Askur juga ternyata berbeda dibandingkan batagor pada umumnya. Askur berani menjamin, batagor buatannya lebih gurih, beraroma, dan lembut teksturnya setelah digoreng. Rahasianya, kata Askur, terletak pada penambahan kecap ikan dan mentega pada adonan siomaynya.

Penyajian batagor sarang burung ini cukup unik. Di atas piring saji ditaruh mi kering yang diberi toping potongan batagor. Sebagai sentuhan akhir, batagor disiram sambal kacang homemade yang terbuat dari kacang tanah dan rempah berkualitas, plus kecap manis dan perasan jeruk nipis agar terasa lebih segar.

Selain menu batagor sarang burung, di kedai Batagor Hasnun juga tersedia menu lainnya yang tak kalah menggugah selera. Di antaranya batagor kering, batagor kuah, batagor mi yamin plus bakso atau bakso tahu, siomay kuah atau siomay kering, dan batik alias batagor leutik (batagor mini). “Dalam bahasa Sunda, leutik artinya kecil atau mini,” imbuh Askur seraya mengatakan, per porsi batagor di kedainya berkisar antara Rp 6 ribu hingga Rp 10 ribu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.