MENGUKUR BUMBU

PAKAR SAJI YTH.,

Saji - - Tanya Pakar -

Saya kesulitan dalam mengukur bumbu ketika memasak. Misalnya, waktu membuat ayam goreng atau ayam balado. Selalu bumbu yang sudah dibuat tidak jadi dimasukkan semua karena terasa terlalu banyak. Bagaimana sebetulnya cara mengukur bumbu? Kalau ternyata terlalu banyak, akankah masakan jadi tidak enak kalau saya masukkan kelebihannya itu? Soalnya saya sudah sering dimarahi Mama karena membuang-buang bumbu. Terima kasih.

Dhea Agustina

Mbak Dhea, Sayang memang kalau bumbu terbuang-buang karena bumbu seperti bawang merah, bawang putih, atau cabai tidak murah harganya.

Secara umum, penggunaan bawang merah untuk porsi masakan di rumah tangga adalah 6-12 butir, tergantung masakan yang kita bikin. Masakan sumatera, misalnya, akan lebih banyak menggunakan bumbu. Jumlah itu untuk memasak 1 ekor ayam atau 500 gram daging.

Penggunaan bawang putih, umumnya tak lebih dari separuh bawang merah. Untuk cabai digunakan sesuai selera kecuali untuk balado atau rendang yang penggunaannya harus banyak.

Jahe dan lengkuas biasanya cukup 2 cm, serai 3 batang, dan kunyit 2 cm. Tetapi masakan tertentu butuh jahe, lengkuas, atau serai lebih banyak lagi.

Nah, untuk bumbu tumisan atau oseng-oseng, penggunaan bawang merah tak lebih dari 5 butir.

Nah, kalau sudah terlanjur membuat berlebih, mari lihat masakan yang dibuat. Kalau Mbak membuat masakan Indonesia, masukan saja kelebihannya karena masakan Indonesia, makin banyak bumbu, makin enak.

Untuk pastinya, silakan membuka SAJIANSEDAP.COM. Semua masakan yang diresepkan di sana menggunakan bumbu yang terukur. Jadi pas sedapnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.