Dapur ala hotel

Saji - - Aktual -

Meskipun berjudul warteg, kondisi bangunan kedai milik Tonny ini jelas berbeda. Bangunannya terlihat megah dan keren, serta ceria dengan warnawarni cerah. Dinding kaca membuat penampilan kedai ini semakin menarik.

Masih ada lagi fasilitas yang ditawarkan, mulai dari colokan listrik yang banyak tersebar, pendingin udara, plus koneksi wifi yang bisa diakses gratis. Tak heran, semua fasilitas ini membuat Warteg Hipster banyak disukai kalangan mahasiswa. Anda bisa memilih smoking area di bagian teras, sedangkan bagian dalamnya adalah kawasan non smoking.

Dapur produksi beragam lauk ini juga terjamin kebersihannya karena dibuat di dapur katering untuk hotel oleh Tonny. “Dalam sehari, beragam lauk ini dibuat sebanyak 3 – 4 kali masak untuk menjamin kesegaran setiap menu,” papar Tonny.

Namun gaya klasik di warteg tetap dipertahankan Tonny. Etalase kaca khas di warteg tetap digunakan sehingga pengunjung cukup menempelkan jarinya di etalase untuk menunjuk lauk yang disukainya dan dilayani dari dalam oleh pramusaji. “Jadi teknologi ‘layar sentuh’ khas warteg tetap berlaku di sini,” seloroh Tonny.

Nah, jika Anda sedang ingin makan di warteg murah, rasanya enak, namun berkelas, coba saja ke Warteg Hipster. Kedai berkapasitas 60 pengunjung ini melayani pembelinya mulai pukul 10.00 – 22.00.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.