KUDAPAN JENGKOL REBUS BERSAUS SANTAN

Saji - - Artikel -

Pada umumnya, jengkol dimasak semur, balado, atau rendang. Namun di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, jengkol justru dijadikan kudapan yang bisa dinikmati kapan saja dengan cocolan saus santan kental yang gurih dan manis. Bahkan jengkol sebagai kudapan yang disebut jaring oleh warga Banjarmasin ini juga kerap dijadikan oleh-oleh khas kota yang dijuluki Kota Seribu Sungai ini.

Salah satu kedai yang menjual jengkol sebagai kudapan dan oleh-oleh khas Banjarmasin adalah Kedai Jaring atau Jengkol Dahlia, milik ej. Fatimah ER4f. fa mewarisi usaha sang bunda yang mulai berjualan jengkol sebagai kudapan sejak 1v84. “Kami bisa buktikan, jengkol juga tak hanya lezat dimasak dengan bumbu rendang atau semur, tapi juga sangat lezat disantap sebagai camilan,” kata Fatimah.

Tak tanggung-tanggung, jengkol olahan Fatimah bahkan sudah melanglang buana tak hanya ke kota-kota besar di fndonesia, tapi juga sudah merambah ke negara lain sebagai buah tangan. Banyak warga setempat merekomendasikan Jengkol Dahlia sebagai oleh-oleh, lantaran hasil olahan jengkolnya yang tak berbau dan saus santan kentalnya yang terkenal lezat.

Menurut warga sekitar, jengkol olahan Fatimah terasa berbeda dibandingkan jengkol lainnya yang juga banyak dijual di sekitar kota Banjarmasin. Kuncinya, Fatimah mengolah sendiri jengkolnya hingga aroma khas dari jengkol hilang, bahkan tak berbau sama sekali.

GUNAKAN JENGKOL PAPAN & JENGKOL PADI

Fatimah menggunakan dua jenis jengkol untuk bahan jualannya. Yakni jengkol papan yang berukuran besar dan pipih, serta jengkol padi yang berbentuk lebih bulat dan berdaging tebal. Kedua jenis jengkol ini memiliki tekstur daging buah yang cukup lunak, mirip talas. Baunya pun tak terlalu menyengat layaknya jengkol pada umumnya.

fa mendapatkan kedua jenis jengkol ini dari luar Banjarmasin, seperti dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Timur. “Kalau hanya mengandalkan jengkol dari Banjarmasih, kebutuhan untuk kedai tidak mencukupi. Jadi harus dapat suplai dari daerah lain.”

rntuk menghilangkan aroma khas jengkolnya, kata Fatimah, kedua jenis jengkol tadi harus direbus selama sekitar S jam. “Jengkol direbus bersama kulitnya. Air rebusannya diberi irisan daun pandan agar bau jengkolnya hilang dan berganti dengan aroma wangi daun pandan,” urai Fatimah.

Setelah direbus, kulit jengkol akan terkelupas dengan sendirinya. Jengkol yang rasanya menjadi tawar dan tak berbau ini lalu dibersihkan. Agar ukuran jengkolnya relatif sama, jenis jengkol padi digeprek hingga pipih dan berukuran lebih lebar, mirip jengkol papan. Jengkol kemudian ditiriskan sebelum dikemas.

Sebagai cocolan jengkol rebus ini adalah saus santan yang dibuat sangat kental dengan rasa yang gurih dan manis. targa Banjarmasin menyebut saus santan ini tahi lala atau lalaan. Jika ingin ada sensasi rasa pedasnya, kata Fatimah, “Banyak juga yang menambahkan bubuk merica ke dalam lalaan.”

ialaan adalah santan yang direbus hingga mendidih dan mengental. Fatimah mengaku, membuat lalaan perlu ketelitian. Pasalnya, jangan sampai santan direbus terlalu lama hingga mengering atau mengeluarkan minyak. “iama merebusnya kira-kira 2-3 jam, tergantung banyaknya jumlah santan. Agar semakin gurih, saya tambahkan sedikit garam dan gula pasir dengan komposisi seimbang.”

SEHARI HABIS 200 KILOGRAM JENGKOL

Selanjutnya, Fatimah mengemas jengkol dan lalaan dalam kemasan plastik mika. Per kemasan ada yang berjumlah 10 buah jengkol, ada pula yang 20 buah jengkol. earga per kemasannya dibanderol op 10 ribu dan 2R ribu. Fatimah menuturkan, “earga jualnya bisa berubah-ubah karena jengkol bersifat musiman. Jadi, saya sesuaikan saja harganya dengan harga beli bahan bakunya.”

Sebagai oleh-oleh khas, ujar Fatimah, Jengkol Dahlia sudah sering dibawa para pelanggannya ke berbagai kota di fndonesia, hingga Malaysia dan Singapura. Dan saking banyaknya pelanggan yang menjadikan Jengkol Dahlia buah tangan, dalam sehari Fatimah bisa memproduksi 200 kg jengkol atau setara dengan 800 kemasan. “Kalau bahan baku sedang murah, saya bisa memproduksi sampai 1.000 kemasan,” imbuhnya.

Fatimah menyarankan, bila membawa Jengkol Dahlia sebagai oleh-oleh, sesampainya di kota tujuan sebaiknya jengkol dan lalaan segera dikonsumsi. Pasalnya, daya tahan lalaan hanya selama 12 jam saja. “ialaan tidak boleh dipanaskan lagi karena bisa berubah jadi minyak. Tapi jengkolnya bisa tahan sampai satu bulan kalau disimpan di dalam kulkas.”

Fatimah juga memberi saran, “Kalau lalaannya sudah lebih dulu habis tapi jengkolnya masih bersisa, bila suka bisa dibuat semur, balado, atau rendang.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.