WAJIB BERBATIK & BERSEPATU

Saji - - Artikel -

iain lagi cerita Rohman (45). Pria asal Pemalang (Jawa Tengah) ini adalah penjual nasi goreng gerobak di Bogor sejak 1990-an. Rohman mengaku, sudah dua kali masuk ke dalam kawasan Istana Bogor. “Pertama, saya diundang Pak Jokowi pada saat pergantian tahun kemarin. Saya diajak teman saya sesama penjual nasi goreng, iatief, ke Istana,” paparnya.

Kedua, lanjut Rohman, pada Rabu (4/1) lalu ketika Jokowi menggelar sidang kabinet paripurna. Konon, putra dan putri Jokowi, Kaesang dan Kahiyang, sangat suka membeli nasi goreng Rohman, iatief, dkk, yang mangkal dekat RS Salak, tak jauh dari Istana Bogor. Menurut Rohman, yang membedakan cita rasa nasi gorengnya dengan yang lain, karena ia menggunakan ebi yang dihaluskan sebagai bumbu nasi gorengnya.

“taktu sidang kabinet itu saya dan iatief diminta menyiapkan 100 porsi nasi goreng. Teman saya yang lain, Nurhadi dan Musri, menyiapkan mi dan kwetiaw goreng,” tutur Rohman seraya mengatakan, memasak nasigorengnnya menggunakan kompor yang agak rendah sehingga tak capek mengaduk nasi gorengnya. “Jadi bisa sekaligus bikin 10 porsi sekali masak di Istana.”

Para pedanag kaki lima yang rata-rata sudah bertahun-tahun berjualan di tepi jalan di Kota Bogor ini diimbau untuk berpakain rapi dan memakai atasan batik dan bersepatu untuk masuk ke dalam kawasan Istana Bogor. Namun berbeda dengan Rohman yang terpaksa menggunakan sandal selop, lantaran ia mengaku tak memiliki sepatu.

Kabarnya, Rohman memberi bocoran, pada tanggal 15 Januari mendatang ia bersama teman-teman sesama pedagang kaki lima ini akan kembali diundang ke Istana Bogor. “Tapi belum tahu untuk acara apa. Yang pasti kami diminta untuk bersiap-siap kalau dipanggil lagi,” katanya sambil tersenyum.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.