SPESIALIS NASI KUNING AMBON

Saji - - Aneka Rupa -

Sudah 7 tahun Ummi Tuasamu (48) membuka usaha katering nasi kuning khas Ambon. “Tujuannya agar warga Maluku di Jakarta yang kangen nasi kuning khas sana, bisa terobati,” ceritanya dalam logat Maluku yang kental.

Nasi kuning ambon, sambung Ummi, punya ciri khas yang berbeda dengan nasi kuning betawi atau sunda. “Nasi kuning ambon tidak boleh pulen. Harus sedikit pera, tapi tidak terlalu pera seperti nasi goreng,” ujarnya.

Namun begitu, bumbu yang digunakan tak jauh berbeda. Mengandalkan kunyit dan santan, nasi kuning buatan Ummi terasa gurih dan ringan. Namun lauknya berbumbu kuat, mulai dari orek tempe, tumis soun pedas, serundeng kelapa manis, telur pedas, dan ikan tongkol masak cabai yang rasanya pedas sekali.

Sebagai pelengkap, diberi acar mentimun yang diiris dadu kecil-kecil. “Tidak seperti di Jakarta yang besar-besar,” jelasnya.

Ummi menjual nasi kuning ambon dalam kemasan boks dengan harga Rp 15 ribu- Rp 17 ribu. Rekor nasi boks yang pernah digarapnya mencapai 2 ribu boks. Selain nasi kuning, Ummi juga membuat jajanan khas Ambon seperti hasida atau sejenis dodol berbahan tepung beras dan ketan, gula merah, serta kayu manis. Penyajiannya ditambahkan margarin di atasnya. Ada juga gogos, sejenis lemper berisi ikan tongkol pedas.

Kue lain yang kerap dipesan pelanggannya adalah kue cara, yaitu kue berbahan terigu dan santan yang dipanggang di dalam cetakan, dengan toping ikan tongkol pedas, seledri, dan irisan cabai merah. Untuk memesan aneka hidangan khas Ambon ini, Ummi menganjurkan pemesanan minimal 3 hari sebelumnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.