Jawaban:

Saji - - Peluang Usaha -

Dear Mba Viante, Semoga ketertarikan Anda pada usaha katering di bidang bekal dapat direalisasikan menjadi usaha yang sesungguhnya. Usaha katering bekal masih punya potensi mengingat jenis usahanya fokus pada penyediaan kebutuhan. Sepanjang usahanya masih punya pangsa yang besar apalagi menyangkut kebutuhan banyak orang potensi, dan peluangnya tetap besar. Penggunaan bahan baku tergantung menu yang disediakan. Umumnya berupa bahan segar seperti sayur, ikan, dan daging, atau bahan baku kering seperti beras, tepung, dan aneka bumbu kering. Yang perlu diperhatikan adalah jumlah kebutuhan. Kekurangan atau kelebihan bahan baku perlu dihindari. Kekurangan bahan tentu akan membuat banyak pekerjaan tertunda sehingga bisa tidak tepat waktu. Kelebihan bahan akan berakibat pada biaya belanja yang terbuang. Berikut saya berikan tips dalam melakukan perhitungan bahan baku pada usaha katering bekal:

1. Tetapkan target konsumen yang dituju. Misal, pelajar SD, mahasiwa, atau karyawan. Pelajar atau mahasiswa tentu berbeda dalam jumlah konsumsinya. Nasi untuk pelajar SD kelas 2 akan berbeda dengan nasi untuk pelajar SMP. Ketika sudah menetapkan target konsumen, tetapkan standar jumlah penyediaan makanannya.

2. Tahap kedua, lakukan uji coba takaran untuk mendapatkan catatan patokan jumlah penggunaan bahan. Misalnya, 1 kilogram nasi untuk berapa porsi, satu ekor ayam pada ayam kecap bisa dibagi dalam berapa porsi, juga sayur yang dibutuhkan. Lakukan uji coba takaran pada semua menu yang disediakan termasuk juga pada bumbu-bumbunya.

3. Buat catatan patokan dari uji coba takaran tersebut. Catatan ini dapat berguna untuk menghitung biaya produksi, mempersiapkan jumlah kebutuhan belanja, dan menjadi catatan setok usaha katering Anda. Selamat mencoba. Salam.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.