Soto Baron

Saji - - Pelesir -

SOTO YANG MENGUBAH POLA MAKAN Buka 15.00 – 23.30 WIB Jl. Rajiman (pertigaan lampu merah), Solo

Kendati tak memiliki pengalaman berjualan soto, namun Sri Rahayu atau Yayuk, nekat memutuskan membuka warung sendiri pada 2007. Ia menamakan warungnya Soto Baron, yang terletak di pertigaan Jalan Rajiman.

Yayuk memilih membuka warung pada sore hari dan tutup menjelang tengah malam. Mengapa demikian? Ternyata Yayuk punya alasan. Menurutnya, sudah terlalu banyak warung soto yang buka di pagi sampai siang hari. Apalagi, masyarakat Solo sudah terbiasa sarapan soto.

Namun sebaliknya, masih sedikit sekali warung soto yang buka di malam hari. “Nah, saya ingin mengubah kebiasan orang Solo untuk tetap bisa makan soto di sore dan malam hari,” ujar Yayuk.

Kendati hanya buka di sore dan malam hari, warung soto Yayuk ternyata memiliki banyak pelanggan. Apalagi menjelang pilkada atau kegiatan partai di sekitar Solo. Seusai pertemuan yang biasanya berakhir sampai malam, mereka akan menyerbu Soto Baron.

Semula, warung Soto Baron milik Yayuk hanya menyediakan menu soto daging saja. Menariknya, kuah sotonya memiliki cita rasa rempah yang cukup kuat. Bumbu rempahnya terdiri dari jahe, pala, kunyit, daun salam, laos, dan serai yang menjadi kekuatan kuah soto dagingnya.

Seiring waktu, Yayuk semakin mengembangkan menu sotonya dengan menyediakan isi daging ayam. Pasalnya, tak sedikit pelanggan yang mencari soto ayam. Yayuk pun memenuhi permintaan konsumen. Namun ia menyajikan soto ayam yang berbeda, yakni dengan menambah klengkam atau sejenis kentang goreng sebagai toping sotonya.

Harga per mangkuk sotonya sangat ramah di dompet, hanya Rp 8 ribu saja untuk soto ayam. Sedangkan harga soto daging sedikit lebih mahal, yakni Rp 10 ribu. Dengan harga itu, pelanggan pasti terpuaskan saat menikmati soto berkuah panas di malam hari yang dingin.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.