Tampilkan Aneka Jenang Nusantara

Saji - - Artikel -

Meski jenang makanan yang sederhana, tetapi punya segudang peminat. Uniknya lagi, meski namanya tetap jenang, jenisnya sangat beragam. Ada, lo, jenang yang disajikan bersama telur atau sayuran. Luar biasa kekayaan kuliner kita. Begitu juga dengan bahan dasarnya. Tak hanya dari tepung ketan, lo. Ada juga yang terbuat dari tepung beras dan bertekstur cair seperti bubur. Antara lain jenang bubur ayak atau saring dari Kalimantan Selatan, jenang bubur pemalang (Palembang), bubur chak chak (Bangka Belitung) sampai bubur sagu dari Maluku. Festival yang bertajuk “Pesona Jenang Nusantara” ini diadakan sekaligus untuk memperingati hari jadi kota Solo yang tahun ini berusia 272 tahun. FJS tahun ini merupakan yang ke-6 kalinya digelar oleh Yayasan Jenang Indonesia (YJI). Tema “Pesona Jenang Nusantara” merupakan bentuk dari upaya melestarikan dan mempopulerkan jenang atau bubur di seluruh wilayah di Indonesia.

“Ada keragamanan jenang di Nusantara, tak ubahnya kebhinekaan. Sudah saatnya FJS lebih mempopulerkan ragam jenang Nusantara ke masyarakat. Agar makin terpesona dengan keragaman sajian kuliner tradisi dalam bentuk jenang,” ungkap KGPH Dipokusumo, Dewan Penasihat YJI.

SAJIAN 272 + 1 JENIS JENANG

FJS diawali dengan arakarakan membawa gunungan yang tersusun dari jenang. Rute arakarakan dimulai dari Stadion Sriwedari menuju Ngarsopuro. Gunungan jenang ini diisi 272 + 1 takir jenang. “Jumlah ini mengandung harapan agar bisa merayakan hal yang sama satu tahun ke depan. Kami juga menyiapkan puluhan ribu takir jenang yang dibagikan kepada masyarakat secara gratis,” ujar Ketua Dewan Pembina YJI, Slamet Raharjo.

Tahun ini, festival lebih meriah dibandingkan sebelumnya. Menurut Walikota Solo, FX Hadi Rudyatmo, dari festival ini, bisa disaksikan indahnya bermasyarakat. Ia menambahkan, jenang bisa menjadi warisan budaya dunia tak benda (The world’s Intagible Cultural Heritage). “Saat ini, sudah ada tiga warisan budaya bangsa Indonsia yang ditetapkan UNESCO sebagai warisan budaya dunia, yaitu wayang, keris dan batik. Jenang mestinya juga bisa go international karena mudah ditemukan di berbagai tempat di seluruh Nusantara.”

Bagi masyarakat Indonesia, jenang memiliki makna simbolik. Sehingga tak berlebihan bila jenang diusulkan sebagai salah satu warisan budaya dunia dari Indonesia.

Indonesia kaya dengan sajian jenang. Hampir tiap daerah kita, punya jenang. Tak heran kalau Solo menggelar Festival Jenang Solo. Seru sekaligus unik.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.