ARTIKEL: Goban Choco, Bekasi

“Sensasi cokelat Bekasi” adalah slogan yang diusung Goban Choco, produk cokelat krispi yang diproduksi dua anak muda dari Bekasi. Sejak diproduksi setahun lalu, kini camilan cokelat renyah ala Bekasi ini sudah memiliki 35 agen besar dan lebih dari 200 age

Saji - - Halaman Depan - TELP: 0856 5931 4262/0895 6007 16355. LINE/INSTAGRAM: GOBANCHOCO, WEBSITE: WWW.GOBANCHOCO.WORDPRESS.COM

Dua anak muda kreatif asal Bekasi, Muhammad Noer Hidayat (27) dan Fajar Anggoro (26), menciptakan camilan kreatif berbahan cokelat sejak setahun lalu. “Awalnya saya melihat camilan rice crispy yang kurang laku di warung bapak saya,” terang pria yang akrab disapa Dayat ini. Iseng-iseng ia lapisi rice crispy ini dengan saus cokelat dan ia makan. Ternyata rasanya jadi lebih enak. Sejak itulah Dayat dan Fajar memulai usaha Goban Choco. “Intinya, Goban Choco adalah camilan renyah yang berlapis cokelat leleh,” imbuhnya. Dayat dan Fajar pun saling merapatkan ide sekaligus berbagi tugas plus persentase keuntungan. Bagi Dayat, kendati ia dan Fajar berteman baik, namun kerjasama bisnis harus dipatenkan secara hitam di atas putih. “Agar terjamin kepastian kerjasamanya dan punya dasar hukum. Pertemanan dan bisnis harus tetap pada koridornya masing-masing,” cetus Dayat. Bermodal uang Rp 200 ribu, keduanya berusaha menemukan formula yang tepat agar saus cokelat yang dibuat tidak membuat camilan renyah yang dibalutnya menjadi basah atau bahkan melempem. Melalui serangkaian percobaan pada beberapa merek cokelat, Dayat akhirnya menemukan satu merek cokelat leleh yang ia dapatkan di sebuah agen toko kue di dekat rumahnya. “Teksturnya bagus dan meleleh sempurna. Dengan penanganan yang tepat, cokelat lelehnya tidak membuat camilan renyahnya jadi melempem. Bahkan produk Goban Choco bisa bertahan hingga dua bulan dan dijamin tetap renyah,” kisah Dayat lagi. Untuk mengetes pasar, mereka terlebih dulu membagikan produk Goban Choco secara cuma-cuma ke lingkungan teman-temannya, demi mendapatkan masukan, baik tesktur maupun rasa. “Ada masukan soal tekstur cokelatnya yang semula terlalu padat. Juga tingkat rasa manis pada cokelatnya. Semuanya kami tampung dan dievaluasi sebelum benar-benar meluncurkan produk,” paparnya.

70 KILO COKELAT PER MINGGU

Awalnya, produksi Goban Choco hanya membutuhkan 5 kilogram cokelat untuk produksi setiap minggu. Namun seiring waktu, produk Goban Choco ternyata laris di pasaran. Tak disangka, kebutuhan cokelat kian meningkat menjadi 25 kilogram per minggu untuk sekali produksi. Hal ini membuat toko kue langganan pemasok cokelat, jadi tak mampu lagi menyediakan kebutuhan cokelat leleh untuk Dayat dan Fajar. Tak patah arang, Dayat lantas menawarkan kerja sama dengan pabrik cokelatnya langsung. Untuk mendapatkan harga cokelat di level yang sama dengan di toko, ternyata pembelian minimalnya adalah 100 kilogram per bulan. Dayat menyanggupi pembelian sebanyak itu. Tak dinyana, hanya dalam 2 minggu saja 100 kilogram cokelat ludes dipakai memproduksi saus cokelat pada produksi berikutnya. “Untuk produksi saat ini saja, kami membutuhkan 70 kilogram per minggu. Beberapa bulan lalu bahkan pernah menyentuh 50 kilogram hanya untuk 3 hari produksi,” cetus Dayat.

KEMBANGKAN VARIASI PRODUK

Saat ini, ada 6 varian Goban Choco. Yakni Choconut atau rice crispy berlapis saus cokelat almon. Choco Crazy, yang sama persis dengan Choconut, namun menggunakan saus cokelat original. “Ini cocok sekali buat pencinta cokelat asli,” cetusnya. Choco Makura, berisi bantal keju, Choco Tanduk yang di dalamnya berisi soes kering, serta Choco Sabit yang menggunakan sereal cokelat. Satu lagi, Choco Oles yang kerap digunakan sebagai olesan dengan komposisi cokelat leleh dan kacang tanah. Produk yang baru saja diluncurkan adalah Sabit Nut, yaitu sereal cokelat berlapis cokelat kacang dan Choco Bolring atau bolu kering berlapis cokelat yang renyah dan saat ini sedang memimpin penjualan Goban Choco. “Choco Bolring bisa mencapai 200 boks penjualan per hari,” imbuh Dayat. Rata-rata produk Goban Choco dikemas dalam cup plastik dengan bobot antara 85 gram untuk Choco Makura dan 200 gram untuk Choco Oles. Harga jualnya, mulai Rp 12 ribu hingga Rp 30 ribu. Goban Choco saat ini dijual dengan sistem keagenan dan reseller. Untuk agen, pengambilan minimal 300 cup, sedangkan reseller 30 cup. “Saat ini kami mengelola di level agen saja, selanjutnya agen yang berhubungan dengan para reseller.” Hingga saat ini, sudah ada 35 agen dan lebih dari 200 reseller yang tersebar di Jawa, Kalimantan, dan Sumatera. “Semua agen selalu kami pantau dan kami ajak berkomunikasi untuk meningkatkan penjualan, sekaligus menentukan strategi marketingnya,” tutup Dayat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.