NASI ALA KEBULI DIMAKAN RAMAI-RAMAI

Saji - - Pelesir -

Jl. RA Kartini No. 2 (samping rumah dinas walikota), Cilegon, Banten Telp: 0254-394 454 / 0813 1834 1740

Nasi gonjleng bisa jadi menjadi salah satu kuliner langka yang lahir dari komunitas pemukiman terbatas, yaitu di kawasan Jombang atau pemukiman yang terletak persis di belakang rumah dinas Walikota Cilegon.

Sang pemilik warung, Hj. Wiwi, menyebutkan, gonjleng bermakna makan beramai-ramai. “Dulu, tradisi gonjlengan biasa dilakukan pada hari-hari besar seperti Maulid Nabi, Tahun Baru Islam, sampai acara ronda,” tuturnya.

Nasi yang kerap disajikan adalah sejenis nasi kebuli dengan beragam lauk khas Banten. Di antaranya sate sapi bumbu pedas, cumi masak tinta hitam, ikan kembung pesmol, sambal goreng otot sapi, hingga sate bandeng yang ternama.

Aroma kapulaga dan jintan yang mendominasi, langsung menyergap hidung ketika mulai menyantap nasi gonjleng nan pulen ini. Penyajiannya dilengkapi acar mentimun dan wortel, taburan bawang goreng, sambal, dan emping. Seporsi nasi gonjleng dibanderol dengan harga Rp 8 ribu tanpa lauk.

Hj Wiwi sengaja membuka warung makan agar nasi gonjleng bisa dinikmati setiap hari tanpa harus menunggu perayaan hari-hari besar. Warung makan Wiwi buka setiap hari pukul 06.00-20.00 WIB. Warung makan mungil ini bisa menampung hingga 20 pengunjung.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.