DIGEMARI KARENA DAUN PEPAYA & GENJER

Jl. Pasar 7 (samping stasiun kereta api), Simpang Jodoh, Tembung, Deli Serdang

Saji - - Pelesir -

Semula, Ragil berjualan kacang tanah dan kacang kedelai rebus yang baru dipanen. Namun seiring waktu, ia mengaku kesulitan mendapatkan bahan baku, sehingga beralih jadi penjual pecel. Rupanya, rezeki wanita berusia 60 tahun ini lebih menjanjikan.

Meski warungnya sangat sederhana, pembelinya selalu ramai. Dewi (21), putri Ragil, yang kini mengurusi usaha keluarga, mengaku per harinya mampu menjual hingga 40 bungkus pecel. “Banyak juga yang pesan lewat telepon. Jadi mereka ke sini tinggal ambil pecelnya,”ungkap Dewi.

Pecelnya menggunakan beberapa sayuran rebus, seperti daun ubi, daun pepaya, genjer, kangkung, kacang panjang, dan taoge yang disiram bumbu kacang tanah. Bumbu pecelnya dibuat sendiri, berbahan bawang putih, cabai rawit yang digiling halus, dan kacang tanah goeng.

Menurut Dewi, para pembelinya kerap datang lagi karena terkesan dengan daun pepaya dan genjer yang termasuk ke dalam bahan pecelnya. “Kadang kalau saya kehabisan daun pepaya, pelanggan enggak jadi beli pecel. Akhirnya mereka datang lagi besoknya,” ujar Dewi yang mengolah daun pepayanya sehingga tak terlau pahit.

Menurutnya, untuk mengurangi rasa pahit, daun pepayanya direbus bersama daun jambu dan diberi asam potong. Dan untuk mempertahankan warna khas hijau mudanya, diberi sedikit minyak goreng saat direbus. Per bungkus pecel sayurnya dijual Rp 12 ribu.

Selain pecel, Dewi juga menjual gado gado, dan aneka manisan dalam stoples. Gado-gado yang ditawarkan menggunakan sayur segar mentah, seperti selada, kol, tauge, ditambah potongan tahu dan tempe goreng. Untuk manisannya, tersedia mangga dan jambu batu yang dibelah 4, harganya Rp 3 ribu. “Biar tak terlalu asam, kami rebus dengan gula,” tuturnya. Pecel Ragil buka pukul 12.00 dan tutup pukul 21.00 WIB.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.