EKSOTISME BANDA & PALA LEWAT FILM DOKUMENTER

Saji - - Varia Kuliner -

Jalur sutera mungkin sudah sering terdengar di telinga. Namun tidak dengan jalur rempah yang notabene membuat nama Indonesia penting dalam sejarah perdagangan, sejak era kerajaan besar di dunia. Kini kisah bersejarah itu coba disajikan oleh sutradara, Jay Subiakto, dan produser, Sheila Timothy, lewat film dokumenter bertajuk “Banda the Dark Forgotten Trail”.

Kepulauan Banda dipilih karena menjadi kawasan paling diburu sebagai penghasil pala. Bahkan, segenggam pala pernah dianggap lebih bernilai dibandingkan segenggam emas di masa itu. Tak hanya itu, secara historis founding fathers Indonesia, seperti Mohammad Hatta, Sutan Sjahrir, Tjipto Mangunkusumo, dan Iwa Kusuma Sumantri pernah dibuang ke sana.

Film berdurasi 94 menit ini menuturkan ulang kisah sejarah Kepulauan Banda dan pala di era sekarang. Termasuk kisah tersembunyi yang membentuk kehidupan masyarakat di Banda saat ini. “Semoga film ini bisa dinikmati oleh seluruh pencinta film nasional. Dan sejarah Banda dapat kembali diingat untuk dijadikan semangat dan harapan bagi Indonesia di masa depan,” ungkap Sheila usai press screening di Plaza Indonesia, Jakarta Pusat, Rabu (26/7).

Indofood dan CIMB Niaga turut berpartisipasi mendukung film ini. Dalam acara press screening, ikut hadir Fierman Authar, Head of Consumer Engagement – Corporate Marketing PT Indofood Sukses Makmur Tbk; dan Fransiska Oei, Direktur Compliance – Corporate Secretary and Legal CIMB Niaga.

Film garapan rumah produksi Lifelike Pictures ini tayang serentak pada 3 Agustus di jaringan bioskop nasional. “Di tanggal 3 Agustus sekaligus menjadi peringatan 350 tahun penandatanganan perjanjian Breda, soal penyerahan Pulau Run di Banda dari Inggris ke Belanda. Sebagai gantinya, Inggris mendapat hak atas New York, yang waktu itu dinilai sebagai ganti rugi yang cukup,” pungkas Sheila.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.