Tamarind Cake Cake Asam Jawa yang Terinspirasi dari Asal Kata “Semarang”

Siapa bilang asam jawa tak bisa diolah menjadi kue nan lezat? Febby Natalia justru berhasil mengaplikasikan asam jawa ke dalam cake. Uniknya lagi, kue berwarna cokelat bertekstur mirip banana cake ini, bentuknya dibuat benar-benar mirip asam jawa, lo.

Saji - - Artikel - TEKS DIAN. A | FOTO DOK. INSPIRASI | VISUAL MICHAEL W. A.

Bagi Febby Natalia (36), asal usul kata Semarang, bukan sekadar kisah yang memiliki nilai sejarah. Nama yang konon berasal dari padanan kata asam dan arang yang memiliki arti jarangnya pohon asam, telah menjadi inspirasinya dalam memulai bisnis kue.

Selaras dengan itu, kue olahannya pun menggunakan bahan utama asam jawa. Lewat nama Tamarind Cake, sajian manis yang dibuatnya mulai dipasarkan sejak awal 2016. “Alasan lainnya, masih jarang pengusaha kuliner yang melirik asam jawa untuk diolah menjadi kue,” ucap Febby.

Diakuinya, uji coba untuk membuat kue asam jawa hingga layak jual terbilang cukup lama. Febby mengaku butuh waktu lebih dari 3 bulan demi mendapatkan formula adonan dan cita rasa kue asam jawa yang sesuai di lidah awam.

Proses pembuatan kue asam jawa ini dimulai dengan mengubah asam jawa menjadi selai terlebih dahulu. “Untuk membuat selainya, saya gunakan air, asam jawa, dan gula jawa,” ujar wanita kelahiran 1981 ini. Campuran bahan tadi lalu dimasak hingga mengental.

Namun sebelum diolah, asam jawanya mesti direndam dulu 30 menit agar melunak dan mudah diambil sarinya. Selai asam jawa yang sudah mengental, dicampurkan ke dalam bahan adonan kue lalu ditaruh dalam loyang kue yang bentuknya mirip asam jawa dalam kulitnya.

“Bahan adonan kuenya saya gunakan resep standar. Seperti tetap menggunakan tepung, butter, gula jawa, telur, dan bahan pengembang,” paparnya. Terakhir, adonan kue dipanggang

20 menit dengan suhu

170 derajat Celsius.

Asam & Gula Jawa Pilihan

Asam jawa yang digunakan, kata Febby, tak bisa sembarangan. Harus yang segar dan baru matang di pohon. Jika belum matang, cita rasa masam pada kuenya akan terasa sangat kuat. Namun sebaliknya, rasa otentik buah asam segarnya tak akan terasa saat disantap.

Maka dari itu, tak jarang Febby harus terjun langsung ke sejumlah pasar tradisional untuk membeli dan mengecek langsung kualitas asam jawa yang akan dipakainya. “Kadang kala dari 1 kilgram asam jawa yang saya beli, belum tentu semuanya memiliki kualitas yang sama. Jadi harus betul-betul dipilih,” tegas alumnus Universitas Diponegoro itu lagi.

Selain buah asam, yang tak kalah penting adalah soal memilih gula jawa. Pasalnya, terkadang ada saja produk gula jawa yang telah dicampur gula pasir alias tak murni lagi. “Untungnya saya sudah punya supplier tetap untuk mengongtrol kualitas gula jawanya,” sambungnya, seraya mengatakan ia dibantu 2 asisten dalam memproduksi Tamarind Cake.

Ada dua varian ukuran kue asam jawa yang dibuat Febby. Ukuran besar berbobot 400 gram seharga Rp 60 ribu dan versi mini seberat 180 gram Rp 35 ribu. “Ukuran yang besar bisa disajikan untuk 4-5 porsi. Yang kecil, untuk 1-2 porsi saja,” ujar anak ke-2 dari 5 bersaudara ini.

Oh ya, Febby juga menyediakan variasi toping pada kue asam jawanya. Seperti kismis, prune, chocochip, dan mix nut atau campuran kacang tanah dan almon. Masa konsumsi produk ini tak terlalu lama, hanya 3-4 hari saja. Dan pembelian dalam jumlah banyak, disarankan untuk memesan 1 hari sebelumnya.

Selain memesan langsung, Tamarind Cake juga dapat ditemui di Veltvet Bake Shop yang berlokasi di Jalan Majapahit No. 127A, Semarang. Toko kue ini buka pukul 08.0020.00 WIB. “Saya juga aktif memasarkan kue lewat Instagram maupun Facebook. Untuk makin mengenalkan ke publik, terkadang saya juga ikut bazar kuliner, sebagai test food ke calon pelanggan,” imbuhnya.

Variasi Produk Kue

Kreasi olahan asam jawa ala Tamarind Cake, ternyata tak hanya pada cake saja. Febby juga memproduksi minuman sari asam jawa yang dikemas dalam dua ukuran botol plastik bening. Untuk sari asam jawa 250 ml, harganya Rp 8 ribu per botol dan ukuran botol 500 ml harganya Rp 15 ribu.

Ada pula dua varian produk pastry yang disebutnya roll dan crispy. Ia mengungkapkan, tekstur roll dibuat lebih mirip roti atau cinnamon roll. Sedangkan varian crispy menggunakan bahan puff pastry. Meski berbeda, isi kedua produk lainnya ini sama-sama menggunakan selai asam jawa buatan Febby.

Harganya keduanya masing-masing Rp 35 ribu per 200 gram.

“Ragam produk asam jawa ini memiliki masa konsumsi sekitar 1 minggu. Saya menghadirkan beragam jenis kudapan ini agar konsumen memiliki banyak pilihan ketika ingin menikmati cita rasa asam jawa yang segar dalam makanan,” tutur Febby.

Per minggunya, Febby memasarkan kue asam jawa sebanyak 15 loyang. Jika musim liburan tiba jumlah pesanan kue asam jawa bisa meningkat hingga 2 kali lipat. “Menjelang Idul Fitri kemarin, penjualan makin melonjak lagi,” katanya.

Selain di sekitar Semarang, pemasaran Tamarind Cake telah mencakup beberapa wilayah di Pulau Jawa, seperti Surabaya, Yogyakarta, Solo, Bandung, hingga Jakarta. Cara pengirimannya, Febby menggunakan jasa kirim kilat.

Agar aman, kue dikemas di dalam boks dan dibungkus kertas cokelat. “Bila jumlah pembeliannya banyak, kue dikemas lagi dalam kardus,” jelasnya. Namun Febby mengaku belum berani memasarkan produknya hingga ke luar Pulau Jawa, demi menjaga kualitas kuenya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.