Kue Tradisional PERTAHANKAN CITA RASA OTENTIK KHAS DAERAH ASAL

Kue tradisional memiliki kekhasan masing-masing. Meski sering kali menggunakan bahan yang sama, tiap kue pasti memiliki karakter rasa dan tekstur berbeda, yang membuatnya unik dan otentik.

Saji - - Inspirasi - TEKS & FOTO: ERSI PW, DIAN A | VISUAL: MICHAEL WILLIAM

Timphan, Teman Minum Kopi Khas Aceh

Jl. Rawa Bambu No. 4, Pasar Minggu 0813 9459 9295 @jambokupi.resto

Aceh tak hanya terkenal dengan kopi tarik dan mi saja. Kue tradisionalnya pun tak kalah populer. Sebut saja timphan, ketan kuning toping serundeng, kue lapis aroma kopi, dan masih banyak lagi. Nah, bagi Sajiers yang ingin mencicipi kue khas Aceh, bisa berkunjung ke Jambo Kupi.

Dari beberapa kue khas yang ada, menurut sang pemilik resto, Cut Inong, kue timphan yang paling otentik. Kue ini berbahan dasar tepung, pisang, dan santan yang diaduk bersamaan hingga kalis. Lalu dibentuk memanjang dan diberi isi srikaya atau kelapa parut. Setelah adonan dibungkus pisang, dikukus hingga matang. Rasanya pas, tak terlalu manis.

Di daerah asalnya, timphan merupakan kue wajib yang selalu tersedia di tiap rumah pada Hari Raya Lebaran. “Nah, buat orang Aceh yang tinggal di Jakarta, agak susah mencari timphan. Maka, saya sediakan timphan setiap hari untuk mengobati kerinduan orang Aceh terhadap timphan dan makanan Aceh lainnya. Ibaratnya, datang ke sini serasa pulang ke kampung halaman,” tutur Inong.

Harga kue-kue khas Aceh yang tersedia di sini mulai Rp 4 ribu hingga Rp 6 ribu per buah. Para pengunjung setia Jambo Kupi yang buka pukul 07.00-01.30 WIB, biasanya menyantap kue-kue khas ini untuk menemani menyeruput kopi khas Aceh.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.