UNIKNYA PEMPEK DENGAN SENTUHAN RASA ITALIA

Pempek Lenggok, Yogyakarta

Saji - - Aktual - TEKS & FOTO: RIZKIE N I VISUAL: BELLA F.

Di kota asalnya, Palembang (Sumsel), pempek tentu memiliki posisi kuliner yang sangat kuat. Tak hanya dinikmati sebagai camilan, pempek juga kerap dijadikan menu sarapan, makan siang, atau makan malam. Nah, di Yogyakarta pempek kini hadir dengan cita rasa di luar pakemnya, yakni disajikan dengan sentuhan rasa kuliner khas Italia.

Pada 2015, Dicky Poerwadi (45), mengawali usaha dengan berjualan pempek frozen berkualitas premium, dengan merek Lenggok Pasar Oleh-oleh. Ia menjual pempeknya seharga Rp 25 ribu per pak, yang dapat dipesan via jasa delivery. Kendati pempeknya tidak diolah dengan bahan pengawet, namun bisa bertahan hingga 1 tahun lamanya di dalam freezer, dengan suhu di bawah minus 15 derajat Celsius.

Setelah merasa cukup sukses berjualan pempek premium frozen, pada 2018 Dicky ingin semakin mengembangkan usahanya, dengan mendirikan kafe Pempek Lenggok. Ia termotivasi ingin menampilkan sajian pempek lebih dari sekadar makanan tradisional khas Palembang.

Menggunakan bahan utama pempek premium frozennya, Dicky pun berinovasi menyajikan beragam menu pempek yang super unik di kafenya. Di antaranya pempek pizza (pempiz), pempek lasagna, dan aneka pempek bowl (pembowl).

Tary Rahman (23), manager area Pempek Lenggok menjelaskan, Dicky sang pemilik kafe membutuhkan 2 bulan untuk menciptakan variasi menu berbahan pempek bercita rasa unik itu. “Dengan bahan dasar pempek premium frozen yang terbuat dari campuran ikan gabus dan tenggiri, lalu diolah dan disajikan dengan berbagai bahan pelengkap yang cita rasanya cocok dengan pempek.”

RASA ITALIA

Kini, lanjut Tary, di Pempek Lenggok telah tersedia lebih dari 15 variasi menu berbahan pempek, yang terbagi ke dalam kategori pembowl, pempiz, dan pempek lasagna. Pembowl adalah pempek yang disajikan sebagai toping nasi di dalam bowl praktis lalu diberi toping bumbu pilihan.

Menu pembowl-nya terdiri dari 10 varian, seperti pembowl kulit sambal kemangi, pembowl adaan blackpepper, pembowl lenjer teriyaki, pembowl irisan salted egg, dan pembowl kulit kari. Semuanya seharga Rp 13.000,- untuk setiap porsinya. Sementara menu pempiz, terdiri dari 4 varian, yaitu pempiz chick black pepper, pempiz cheese, pempiz sosis bbq, dan pempiz chick mushroom. Per porsi tiap menu pempek unik ini dibanderol Rp 25 ribu.

Menu pempiz ini sangat unik. Pempeknya dibuat kotak ukuran sebesar 26 cm x 26 cm lalu diberi toping layaknya pizza, seperti olesan saus tomat, serta taburan sosis sapi, saus bbq, dan keju. Untuk menu pempek lasagna, tersedia pempek berlapis dalam aluminium foil ukuran 15 cm x 8 cm. Layaknya lasagna, menu pempek ini juga disajikan bersama saus bechemel dan bolognes sebagai olesan pada tiap lapisan pempeknya.

Tak kalah unik adalah menu pempek yang disajikan sebagai snack. “Nama menunya kulit-kulitan, yakni pempek kulit yang disajikan seperti french fries, yang disajikan lengkap dengan dipping sauce,” kata Tary, sambil mengatakan, saus pilihannya di antaranya bbq, jagung manis, mayonnaise, salted egg, sapi panggang, dan chilli.

Kendati Pempek Lenggok terkenal sebagai penyedia pempek masa kini, namun di sini juga masih tersedia menu pempek original degan cukonya. Oleh karena menunya yang super unik, kata Tari, tak heran bila pada peluncurannya, menu pempiz langsung terjual lebih dari 200 loyang selama 3 minggu sejak kafe dibuka.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.