TAPE BAKAR SIRAM SAUS GULA & KELAPA

Saji - - Pelesir -

Jika sedang berkunjung ke Bandung, cobalah melewati Jalan BKR. Di kawasan yang dekat daerah Buah Batu ini, Sajiers bisa menemukan Colenak Bangkit. Uniknya, colenak ini tak dijajakan di sebuah kedai atau rumah makan, melainkan di atas motor lengkap dengan kompor tungkunya.

Sang pemilik usaha, Hasan Putra Wijaya atau akrab disapa Hasan, mengaku mulai berjualan kudapan khas Bandung ini sejak 4 tahun lalu. Menurutnya, berjualan colenak di tepi jalan memungkinkan baginya untuk menghabiskan barang jualannya.

“Kalau jualan di resto atau rumah makan, colenaknya belum tentu habis. Tapi selama berjualan di sini, saya bisa langsung melayani pelanggan,” urainya sambil tertawa dan melanjutkan, “Ini namanya strategi menjemput bola, langsung ke lapangan bertemu pelanggan.”

Apakah Sajiers tahu colenak terbuat dari apa? Kudapan manis khas Bandung ini terbuat dari tape singkong atau peuyeum yang dibakar dan dilumuri saus kinca (gula merah). Menurut Hasan, proses membuat colenak tak semudah yang terlihat.

Ia harus membakar tape singkong hingga teksturnya agak lembek lalu disiram saus kinca berwarna cokelat pekat dan kental. Saus kincanya terbuat dari gula aren dicampur parutan kelapa. Hasan memiliki teknik khusus dalam membuat saus kincanya. Jika dibuat asal-asalan, saus kinca akan terasa pahit atau warnanya pucat.

“Triknya, harus tahu kapan menambah air atau saat mengaduk kincanya. Jika tak tahu triknya, akan gagal hasilnya,” tukas Hasan sambil menambahkan, agar kinca tak lekas dingin dan tetap kental, ia meletakkan semacam kompor arang untuk menghangatkan kincanya.

Cita rasa conelak buatan Hasan sangat unik. Tekstur tape singkong bakarnya lembek, terasa sempurna berpadu dengan legitnya saus kinca campur parutan kelapa. Seporsi Colenak bangkit harganya Rp 5 ribu. Hasan berjualan setiap hari pukul 09.00-18.00 WIB.

Jl. BKR No. 140, Bandung

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.