MEMBUAT PERUBAHAN DI MADAGASKAR

Oleh Emma Gibbons

Scuba Diver (Indonesian) - - CONTENTS - Oleh Emma Gibbons Foto-foto milik courtesy of ReefDoctor

Co-director sebuah LSM kecil nan radikal mengubah cara konservasi penyu melalui dedikasi luar biasa dalam menghadapi tantangan besar

Ketika kecil, memori terindah saya adalah pada saat liburan musim panas di tepi pantai yang dangkal mencari harta karun bawah air di balik bebatuan. Kunjungan ke lautan yang misterius ini telah membentuk karier saya dan memberikan saya semangat yang besar untuk menjaga lingkungan yang unik ini. Pada 2004, saya ditawarkan kesempatan magang untuk LSM dari Inggris, ReefDoctor, yang berpusat di barat daya Madagaskar. Itu terjadi 13 tahun lalu, dan saya tidak pernah meninggalkannya.

KEHILANGAN SURGA

Madagaskar merupakan surga yang indah, meliputi sistem terumbu karang paling beragam dan melimpah di antara negara-negara di Samudera India lainnya, yang menginspirasi beberapa dokumenter terkenal dari David Attenborough. Namun, Madagaskar juga merupakan negara termiskin di dunia, dan penipisan sumber daya alam dari lingkungan unik ini sangatlah cepat karena faktor kemiskinan yang dialami masyarakat pedesaan. Infrastruktur yang buruk, kekurangan pangan, dan meningkatnya populasi (dua kali lipat setiap 20 tahun), serta keterbatasan untuk membuat payung hukum perlindungan alam, merupakan beberapa masalah yang sedang dihadapi.

Cinta pertama saya adalah lautan, tapi seiring saya beranjak dewasa dan menjadi ahli biologi kelautan, saya mulai tertarik dengan interaksi kompleks antara penangkap ikan dari pedesaan di Madagaskar dengan lautan. Saya mulai membuat sebuah proyek yang dapat memberdayakan masyarakat untuk melindungi sumber daya alam mereka sendiri.

MEMBALIKKAN KEADAAN UNTUK PENYU

Tantangan pertama yang harus saya hadapi adalah perburuan penyu laut; ratusan ribu

penyu laut dibunuh setiap tahunnya untuk dibarter dagingnya. Perburuan penyu laut untuk dikonsumsi oleh masyarakat di barat daya Madagaskar terdokumentasi pertama kali pada 1910 oleh penjelajah asal Prancis, Alfred Grandidier. Sebagai nelayan yang semi-berpindah, masyarakat di barat daya Madagaskar memiliki berbagai makanan adat yang mengandung daging penyu.

Namun, kepunahan lokal telah terjadi karena telur dan penyu betina langsung ditangkap begitu mereka masuk ke pantai. Setelah diberi tahu oleh setiap orang di Madagaskar yang bekerja di sektor konservasi, serta saya merasa gagal karena subyek ini terlalu sensitif dan telah mengakar di kebudayaan mereka, pada 2008 saya memelopori pendirian program perlindungan penyu bernama FI.MPA.MI.FA, yang anggotanya adalah para mantan pemburu penyu.

Asosiasi ini sekarang telah aktif di 13 kampung dalam dua komunal yang berpopulasi sekitar 40.000 orang. Dengan menargetkan dan memberdayakan pemimpin lokal, kami berhasil mengumpulkan motivator para pemburu penyu, dan dengan menyediakan dukungan bagi kegiatan konservasi, kami berhasil menurunkan angka perburuan penyu hingga lebih dari 50 persen.

FI.MPA.MI.FA juga menjalankan program penandaan dan pelepasan penyu, yang sukses menandai dan melepaskan lebih dari 1.700 penyu laut dari awal.

MEMBERDAYAKAN KOMUNITAS, MENCIPTAKAN MATA PENCAHARIAN

Pada 2014, untuk melengkapi penelitian kelautan, edukasi, dan strategi konservasi, ReefDoctor memulai proyek mata pencaharian berbasis laut yang berkelanjutan. Saat ini kami menyokong lebih dari 300 rumah tangga, dan pada 2016 proyek ini telah menghasilkan uang lebih dari US$26.000 bagi para petani.

Nambokely dulunya adalah pemancing menggunakan pukat yang beroperasi di beberapa pantai. Ia saat ini telah meninggalkan pekerjaan yang merusak tersebut, dan secara aktif mempromosikan proyek mata pencaharian yang berkelanjutan serta perlindungan terhadap lebih dari 1.000 hektare padang lamun.

MENULIS DAN MEMBACA ADALAH KUNCI

Namun, jalan panjang masih menanti. Pendidikan di negara indah ini sangatlah minim, dan banyak orang yang bekerja dengan kami tidak dapat membaca atau menulis sehingga cukup sulit untuk mencapai kemajuan.

Pada 2016, saya membuka rumah saya untuk dijadikan sekolah ReefDoctor yang memberikan beasiswa kepada anak-anak muda cerdas. Beasiswa ini memberikan pelatihan yang mereka butuhkan untuk menjadi pemimpin untuk melindungi sumber daya alam dan warisan budaya mereka yang tidak bisa dipisahkan dari lautan.

Tinggal di sini memberikan banyak tantangan, baik itu fisik, emosi, atau mental. Masyarakat lokal menghadapi kesulitan yang nyata,.

Saya menjalani hidup sebagai co- director ReefDoctor, terinspirasi oleh Roderick SteinRostaing. Sebagai ahli biologi kelautan, konservasionis, dan antropologis, kami selalu mendorong terjadinya konservasi. Walau terkadang juga ada yang gagal. Namun, kami bertekad untuk terus maju. Masyarakat telah mengorbankan banyak hal untuk menciptakan perlindungan, konservasi, dan pengembangan. Saya pernah berjanji untuk membuat perbedaan. Saya telah menghabiskan waktu bertahun-tahun untuk mewujudkan janji tersebut, dan saya tidak akan berhenti hingga berhasil

Setelah diberi tahu oleh setiap orang di Madagaskar yang bekerja di sektor konservasi bahwa saya akan gagal, saya memelopori program perlindungan penyu yang pertama

Pantai Ifaty di Teluk Ranobe, Madagaskar, merupakan lokasi ReefDoctor – satu LSM kecil yang membuat perubahan besar.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.