MISI HARAPAN

ASIA DIVE EXPO (TAMU KEHORMATAN ADEX 2017)

Scuba Diver (Indonesian) - - CONSERVATION -

Dalam sebuah wawancara eksklusif, Dr Sylvia Earle, salah satu oseanografer terpenting pada masa ini, berbicara dengan Scuba Diver AUSTRALASIA+ OCEANPLANET mengenai mengapa kita perlu tetap positif tentang masa depan lautan.

1 Anda terkenal penuh harapan dan menginspirasi. Namun, dengan peristiwa seperti ElNiño terburuk yang telah kita hadapi, karbondioksida di atmosfer telah melewati 400ppm beberapa waktu lalu, bagaimana Anda tetap optimistis? Dari mana Anda mendapatkan cadangan harapan ini? Alasan terbaik untuk berharap adalah mengetahui apa masalahnya. Meskipun dulu tidak ada, sekarang kita memiliki pengertian untuk mengetahui bahwa lautan sedang berada dalam masalah, maka kita pun juga. Bayangkan jika kita tidak tahu. Kita akan terus melakukan hal bodoh yang sama, atau hal yang kita lakukan karena ketidakpedulian yang sekarang terlihat bodoh; tidak ada yang benar-benar mengerti bahwa kita bisa mengambil 90 persen ikan tuna, ikan pedang, hiu, dan lainnya, atau bahkan jika kita melakukan semuanya, ini akan menjadi masalah.

Sekarang kita bisa melihat apa yang telah kita lakukan terhadap alam, terhadap lautan, kepada hiu, tuna, paus, terumbu karang, hutan kelp, dan gugusan rumput laut, kita lakukan juga kepada diri kita. Ini adalah rumah kita, dan kita telah menunjukkan kemampuan untuk menghancurkan. Kita tahu cara membunuh; kita harus lebih peduli lagi.

2 A pakah menurut Anda kita masih ada waktu?

Saya berharap kita bisa kembali ke 50 tahun yang lalu, 100 tahun, atau 1.000 tahun yang lalu membawa ke apa yang kita tahu sekarang. Coba pikirkan perbedaan apa yang bisa kita buat untuk menyelamatkan sungai, spesies yang mungkin masih ada sekarang, populasi sehat penyu, singa, harimau, burung, dan lain-lain yang masih menjadi bagian dunia kita.

Namun, berita bagusnya adalah sekitar setengah dari terumbu karang kita masih sehat. Kita masih punya hiu, mereka semua belum lenyap. Kita masih punya kepiting tapal kuda yang sudah ada sejak lebih dari 300 juta tahun lalu dan empat spesies lain yang masih ada. Para spesies ini sedang ada dalam masalah, tapi setidaknya mereka masih ada di sini.

Kemampuan membawa perubahan positif melalui tindakan positif itu jelas: secara umum kita telah berhenti memburu paus secara komersial. Beberapa “negara nakal” masih terlibat dalam pemburuan paus berskala besar: Jepang, Islandia, dan Norwegia. Bukan karena keharusan, melainkan karena pilihan. Seperti yang saya katakan, mereka telah menjadi “nakal” di dunia ini dengan alasan selain daging dan minyak paus, karena sebagian besar negara lain telah berhenti membunuh dan mulai peduli. Mereka mulai melihat paus hidup lebih berharga

dibanding paus mati. Kita perlu membuat transisi dengan ikan, lobster, kerang, tiram, dan dengan kehidupan laut lainnya. Para penyelam merupakan salah satu duta terbaik karena mereka melihat apa yang tidak dilihat orang lain, dan mereka adalah harapan kita.

3 Kita memiliki pasukan puluhan juta penyelam di luar sana, mereka yang benarbenar mencintai lautan dan memiliki ikatan emosional dengan lautan. Apa yang Anda ingin mereka lakukan jika mereka bisa membuat perubahan? Saya rasa perubahan terbesar adalah berkaca dan mengetahui apa yang penting bagi Anda.

Gunakan kekuatan Anda, suara Anda, dan pengetahuan Anda. Berbagilah cara pandang Anda. Jika Anda pandai menggunakan kamera, gunakanlah. Jika suara Anda bagus, jika Anda bernyanyi dan bermain musik, gunakanlah, dan Anda juga bisa menyelam asal Anda tetap nyanyikan tentang penyelaman Anda. Tulislah. Berkomunikasilah, mengajarlah, dan ajak seorang anak tunjukkan apa yang Anda cintai.

Penyelam bisa menjadi ilmuwan. Apa itu ilmuwan? Ilmuwan adalah seseorang yang secara hati-hati mengamati dan secara jujur melaporkan apa yang mereka lihat. Penyelam bisa secara hati-hati mengamati dan secara jujur melaporkan, gunakan pengetahuan tersebut dan membaginya dengan yang lain. Pahamilah bahwa sangat membantu untuk mengetahui kapan, di mana, dan apa yang Anda amati, dan berhati-hatilah juga dengan data. Jangan mengarang karena hal terbaik adalah yang disampaikan dengan jujur.

Saya rasa Anda harus merangkul lautan, tempat yang Anda cintai dengan penuh perhatian, dan ajak serta yang lain – hentikan pembunuhan! Berhenti memakan hidangan laut bisa dilakukan siapa pun. Saya rasa begitu Anda

tahu, susah dibayangkan bahwa orang masih ingin makan ikan. Begitu Anda tahu tentang lobster, mengapa Anda masih ingin memakan lobster? Lobster adalah makhluk yang indah dan menarik. Mereka memiliki sejarah terentang hingga berjuta-juta tahun yang lalu, dan jumlah mereka telah menurun drastis.

Ada yang bilang, “Kami mengambil lobster dalam cara yang sustainable!” Namun, lihat ke belakang, ke 100 tahun yang lalu: ada berapa banyak lobster saat itu? Akan ada berapa banyak lobster 100 tahun ke depan jika kita terus mengambil lobster dengan cara yang kita lakukan sekarang?

Saya rasa ada peran penting bagi konsep [MissionBlue]HopeSpots. Ini adalah tempat di mana individu dapat menominasikan dan menggunakan kekuatan mereka untuk berbagi pandangan. Bayangkan tempat favorit Anda. Tidakkah Anda ingin tempat tersebut terjaga? Maka lakukan apa yang Anda bisa – apa pun kekuatan Anda. Pengaruhi orang-orang di situs selam favorit Anda. Dan ini tidak hanya karena tempat tersebut indah dan Anda suka fungsi rekreasional tempat ini: ada tujuan yang lebih tinggi – kita harus melindungi lautan sebagai tiang penyokong hidup kita.

Lindungi lautan seakan-akan hidup kita bergantung kepadanya, karena demikian adanya!

4Apakah Anda punya tempat favorit untuk menyelam? Tempat menyelam favorit saya 50 tahun yang lalu hampir di mana saja. Yang berikutnya juga bisa di mana saja.

5 Terdengar memilukan. Sekarang ini, adakah tempat yang hampir sama dengan 50 tahun lalu? Ya, proyek Pristine Seas mengidentifikasi tempattempat yang masih ada, seperti Raja Ampat. Namun, tidak seluruh Raja Ampat berkualifikasi.

Lautan dalam, yang dulunya susah dimasuki hingga baru-baru ini, telah dilindungi. Namun, kita tidak lagi bisa mengatakan demikian karena peningkatan keasaman lautan memengaruhi semuanya. Penambangan laut dalam ada di ambang mata; penangkapan ikan laut dalam telah tumbuh. 50 tahun yang lalu, orang-orang tidak pergi ke laut dalam karena berbahaya, kita tidak memiliki laporan cuaca atau GPS, ataupun pasar seperti yang ada sekarang.

Tidak ada penangkapan satwa liar dari perairan Antartika maupun daratannya hingga baru-baru ini, dan tidak ada populasi asli di sana yang memiliki sejarah berdarah – ini adalah babak baru dalam sejarah kehidupan di Bumi. Suku asli di Arktik mengambil satwa liar asli di sana, paling tidak di pinggiran Samudra Arktik, tetapi akses ke bagian Arktik yang lebih dalam sebelumnya tidak memungkinkan, dan baru sekarang ini kita bisa ke sana.

6Jika kita meninggalkannya sendiri, alam, khususnya lautan, tampaknya memiliki potensi mengagumkan untuk pulih. Apakah Anda merasa demikian? Salah satu alasan terbaik untuk berharap adalah daya tahan alam. Namun, kita bisa menjadi keterlaluan.

Keterlaluan dengan memanaskan planet, dan ketika semua hal bergeser, hal tersebut bergeser secara permanen. Keterlaluan dengan menurunkan angka populasi spesies jauh di bawah angka kelahirannya. Kita sedang melihatnya terhadap paus Atlantik utara. Dengan tuna, dibutuhkan banyak tuna untuk menghasilkan tuna karena mereka berkembang

biak di luar (broadcastspawner). Ada alasan mengapa ada banyak tuna muda, karena sebagian besar dimangsa ketika mereka tengah tumbuh menjadi dewasa. Maka, ketika Anda menangkap sebagian tuna, Anda mungkin melihat ada begitu banyak tuna, mungkin ribuan, tetapi jumlah tersebut tidaklah cukup untuk melanjutkan siklus prokreasi.

7Dan tidakkah Anda berpikir kita telah mencapai titik tersebut di lautan, di mana kita telah menjadi keterlaluan? Yah, kita sudah melakukannya terhadap beberapa spesies dan beberapa sistem. Namun, mereka belum sepenuhnya hilang. Ada tingkat endemik yang tinggi di terumbu karang. Dengan menjatuhkan bom atom di Bikini [Atoll, Kepulauan Marshall], kita tidak tahu ada berapa banyak stomatopoda yang punah, serta cacing polychaeta yang unik dari daerah itu, serta sponsspons yang tidak bisa ditemukan di tempat lain di planet ini juga lenyap selamanya.

Bom ikan dan pukat memiliki dampak serupa, dan sekarang ada dalam skala yang luas. Dengan kimia yang berubah, dengan peningkatan keasaman, mematahkan siklus gizi dengan mengambil berton-ton binatang dari lautan, kita sedang mengubah rantai siklus karbon, rantai siklus nitrogen – mengubah sifat alami alam itu sendiri. Ya, kita telah kehilangan banyak, tetapi kita masih bisa bernapas.

Masih ada terumbu karang. Banyak ikan dengan populasi teramat rendah yang masih bertahan. Ini adalah alasan untuk berharap. Apa yang bisa dikatakan? Ketika orang-orang berhenti peduli atau berhenti percaya bahwa mereka bisa membuat perbedaan, hal ini bisa menjadi benar. Ketika mereka kehilangan harapan, maka tidak ada lagi harapan. Jika mereka melihat setitik alasan mengenai apa yang kita lakukan sekarang dapat membuat perbedaan di dunia, ini akan terjadi dalam berbagai cara. Kita akan sukses ataupun gagal berdasarkan apa yang kita lakukan sekarang.

10 tahun ke depan akan menjadi bagian paling penting dalam 10.000 tahun kemudian.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.