NEVERLAND NORWEGIA

Oleh Catherine “Dimpy” Jacobs

Scuba Diver (Indonesian) - - CONTENTS - Oleh Catherine “Dimpy” Jacobs

Seorang ahli biologi kelautan dari Indonesia mengeksplorasi dunia bawah air Norwegia sebagai bagian dari kompetisi fotografi bawah air yang unik

Dulu saya berprofesi menjual pulsa telepon di Manado, Indonesia, untuk membayar biaya kuliah saya. Kesempatan bertemu Danny Charlton, pemilik Lembeh Resort di Sulawesi, Indonesia, 11 tahun lalu telah mengubah hidup saya. Saya menyelesaikan kuliah di Universitas Sam Ratulangi, lalu mulai mengambil sertifikasi selam. Saat ini saya memiliki sertifikasi instruktur selam PADI serta fotografer bawah air. Saya bekerja penuh sebagai ahli biologi kelautan, kepala proyek konservasi kelautan di resor, dan melatih banyak pemandu selam yang bekerja di Lembeh.

Pada Mei 2016, sebagai bagian dari International Critter Shootout perdana, yaitu acara fotografi bawah air di mana fotografer dari Lembeh bersaing dengan tim dari Gulen, Norwegia, saya diberi kesempatan untuk menjelajah sudut kecil di Skandinavia ini. Meskipun tidak pernah ke luar negeri dan tidak pernah menyelam di air dingin sebelumnya, saya memutuskan untuk mencobanya dan membuat perjalanan yang epik.

Saat tiba di Norwegia, saya terkagum-kagum dengan pemandangan yang ada, dan meskipun cuaca dingin, saya merasa gembira telah tiba di Bergen. Bagi kalian yang tidak mengetahui mengenai penyelaman di air dingin, ini sama sekali berbeda, Anda tidak bisa hanya memakai wetsuit pendek dan langsung masuk ke air. Saya harus memulainya dengan menjalani pelatihan cara menyelam memakai drysuit, dan harus terbiasa dengan beban berat yang dibutuhkan. Setelah latihan di kolam, saya siap untuk menyelam di laut.

Begitu masuk ke dalam air, insting biologi kelautan saya mulai mengambil alih, dan saya mulai tertarik dengan dunia bawah air yang berbeda tapi familiar ini. Saya mulai membandingkan spesies laut di Norwegia dengan spesies yang biasa saya pelajari di rumah, dan saya tiba-tiba teringat bahwa suhu di dalam air mencapai enam derajat Celsius.

Ada begitu banyak perbedaan yang menakjubkan! Salah satu yang begitu menonjol adalah ukuran spesies yang dapat ditemukan di kedua belahan bumi. Amphipod di Norwegia begitu besar jika dibandingkan dengan yang ada di Lembeh; meskipun saya terbiasa melihatnya di Lembeh, tapi ini seperti bertemu bentuk alien!

Nudibranch juga sangat mirip dan banyak di Lembeh, jumlah nudibranch- nya sedikit, tapi jenis atau variasi spesiesnya lebih banyak. Karena itulah Lembeh begitu terkenal.

Saya merasa gembira dan sangat istimewa dapat menyelam di tempat yang orang Indonesia lainnya belum pernah jelajahi. Sajian utama dari perjalanan ini adalah ketika saya menemukan lumpsucker bayi, spesies yang tidak dapat kita temui di perairan tropis dan bahkan juga sangat langka di Norwegia.

Saya tahu bahwa Norwegia tidak hanya jarang dikunjungi oleh orang Indonesia, apalagi bagi wanita penyelam. karena suhu ekstrem menjadi penyebabnya. Saya sangat senang berkesempatan langka menyelam di Norwegia walau lebih senang lagi menyelam di air hangat memakai wetsuit, di antara critter unik yang kami miliki di Lembeh. Namun, apabila ada perjalanan ekstrem lainnya, saya siap untuk berangkat!

Saya mulai membandingkan spesies laut di Norwegia dengan spesies yang biasa saya pelajari di rumah, dan saya tiba-tiba teringat bahwa suhu di dalam air mencapai enam derajat Celsius

Dari amphipod hingga bintang laut, spesies di Norwegia anehnya familiar dengan yang ada di Indonesia, negara asal Dimpy, dengan beberapa perbedaan menakjubkan… Penemuan utama di perjalanan ini adalah lumpsucker remaja, seperti yang juga difoto di Norwegia oleh Alex Mustard.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.