12 WANITA-WANITA TANGGUH DALAM MENYELAM

Scuba Diver (Indonesian) - - PORTFOLIO -

Perairan kita penuh dengan para wanita yang berada di depan, mengatasi tantangan yang luar biasa, mematahkan prasangka, dan membuat perbedaan. Berikut hanyalah beberapa wanita tangguh yang patut kita segani!

Jill Heinerth Kanada

Pada tahun 1998, Jill merupakan anggota tim yang membuat peta 3D pertama gua bawah air dan menjadi orang pertama yang menyelami beberapa gua es di Antarktika, menembus jauh ke dalam sistem gua bawah air yang belum pernah dilakukan wanita penyelam sebelumnya.

Gemma Smith Britania Raya

Gemma merupakan wanita pertama yang menyelami bangkai kapal Antikythera yang terkenal, sebagai penyelam tim dan tim medis pada proyek gabungan Woods Hole Oceanographic Institute (WHOI) dan the Greek Ephorate of Antiquities. Gemma adalah seorang IANTD Cave Instructor untuk Open dan Closed Circuit, serta telah melakukan lebih dari 2.000 penyelaman gua dan perairan terbuka menggunakan peralatan open dan closedcircuit. Sebagai seorang pendidik, ia telah melatih, mengawasi, dan membimbing penyelam dalam grup seperti WHOI dan the US National Parks Service.

Nouf Alosaimi Arab Saudi

Nouf merupakan seorang PADI Master Scuba Diver Trainer yang membuka jalan bagi para wanita penyelam di Arab Saudi. Ia tidak hanya menjadi contoh mengagumkan bagi wanita penyelam, tapi juga untuk menciptakan lebih banyak instruktur wanita yang-tanpanya-wanita di belahan dunia ini tidak akan memenuhi kualifikasi.

Dr Eugenie Clark AS/Jepang

Menyelesaikan studi BA-nya dalam ilmu hewan pada tahun 1942–sebuah masa ketika hanya beberapa wanita yang bekerja dalam biologi kelautan–Dr Clark memelopori penggunaan scuba untuk penelitian dan konservasi. Dikenal sebagai “Wanita Hiu”, ia mengontribusikan sejumlah terobosan untuk sains serta pengertian ilmiah tentang hiu. Dr Clark adalah seorang panutan dan mentor yang membuka jalan bagi ahli biologi kelautan wanita lainnya.

Archana Sarda India

Dive Master wanita pertama di India, terkualifikasi pada tahun 2012, Archana juga merupakan seorang petualang perintis yang memimpin olahraga ekstrem.

Lottie Haas Austria

Sering dipanggil sebagai “the First Lady of Diving”, Lottie mematahkan seksisme yang umum “pada masa itu” ketika menjadi salah satu fotografer bawah air wanita pertama dunia, dan pada tahun 1950 menjadi bagian dari tim perintis yang menyelam bersama dan memotret hiuhiu di Laut Merah, yang belum pernah dilakukan sebelumnya.

Esther Tan Singapura

Esther merupakan anggota wanita pertama di Unit Selam Angkatan Laut Singapura. Ia menantang prasangka gender pada seleksi akhir dan menyelesaikan ujian fisik dan medis secara sempurna, dan menentang “norma gender” selama proses tersebut.

Y.Zin Kim Korea

Y. Zin—sebelumnya sudah terkenal sebagai fotografer komersial—adalah fotografer bawah air National Geographic yang pertama di Korea. Ia juga merupakan penyelam gua sidemount wanita pertama di Asia, dan merupakan wanita pertama di dunia yang memecahkan rekor kedalaman 101 meter untuk sidemount.

Cecili Benjamin Papua Nugini

Cecili merupakan wanita pertama di Papua Nugini yang menjadi instruktur selam dan berkualifikasi FAUI pada tahun 1982. Ia menghabiskan 32 tahun bekerja di Teluk Kimbe dan membantu teluk ini dikenal secara global atas keragaman hayati laut yang signifikan. Ia merupakan Ketua Mahonia Na Dari Research, Education and Conservation Center, dengan staf lapangan berjumlah lebih dari 10.000 pelajar dan penduduk setempat setiap tahunnya.

Jane Jenkins Australia

Jane merupakan wakil presiden dan anggota Dewan Direktur Our World Underwater Scholarship Society. Ia juga konsultan residen dan fotografer bagi Catlin Seaview Survey, yang mendokumentasikan dan berkomunikasi dengan dunia tentang perubahan parah yang terjadi pada terumbu karang secara global.

Jacque Comery Australia

Jacque merupakan wanita insinyur pertama yang berperan sebagai Pemimpin Stasiun di Stasiun Penelitian Sub-Antarktika, dengan Divisi Antarktika Australia di Pulau Macquarie, Samudra Antarktika. Ketika memimpin stasiun tersebut, Jacque membantu membersihkan sisa tanaman lautan di garis pantai terpencil pulau tersebut, serta penelitian beberapa spesies laut sub-Antarktika, termasuk gajah laut dan burung laut seperti burung petrel raksasa utara yang terancam.

Angelique Songco Filipina

Sejak tahun 2001, Angelique telah bekerja sebagai Pengawas Daerah Terlindung di salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO, yaitu Taman Nasional Laut Tubbataha. Dedikasinya terhadap area tersebut membuat Taman Nasional Laut Tubbataha memperoleh status no-take (bebas dari campur-tangan manusia). Taman tersebut menghasilkan regenerasi kehidupan laut nan mencengangkan di tempat yang unik ini. Hasrat Angelique untuk melindungi terumbu karang ini sangatlah menginspirasi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.