Liar Kehidupan PINNACLE DALAM BAHAYA

Jendela untuk melihat dampak kita: Mendokumentasikan terumbu karang yang menyusut di jantung salah satu ekosistem laut paling berharga dunia

Scuba Diver (Indonesian) - - HALAMAN DAPAN - Oleh Stephen Wong & Takako Uno

Jendela untuk melihat dampak kita: Mendokumentasikan terumbu karang yang menyusut di jantung salah satu ekosistem laut paling berharga dunia

Boo Windows,

atau Jamur Boo, terletak di Misool, Raja Ampat, Indonesia. Ini adalah situs selam yang menakjubkan. Ada tiga “jendela” lebar dan terkenal di terumbu karang utama, tapi penyelam hanya dapat berenang melalui dua jendela yang lebar. Situs ini penuh dengan keanekaragaman hayati dalam setiap wujud: Penuh dengan terumbu karang lunak, terumbu karang piring dan staghorn, kipas laut gorgonia, seawhip, spons, dan tunicate. Penyelam disuguhi gerombolan ikan yang hilir-mudik, seperti kakap, ikan ekor kuning, dan ikan kelelawar di antara segudang ikan lainnya, dan di saat yang sama hiu karpet, kura-kura, dan tiga spesies kuda laut pygmy juga lumrah dilihat di sini. Ini adalah salah satu situs selam terfavorit kami.

Terlepas dari program

konservasi besar-besaran (dan ditegakkan dengan baik) serta upaya perlindungan yang dilakukan oleh resor dan live aboard yang biasa dipesan oleh penyelam ke Jamur Boo, keadaan situs ini semakin memburuk – kemungkinan akibat dampak wisata selam dan tekanan perubahan iklim.

Ada satu

setinggi 4 meter dan diameter 2 meter yang menjulang dari kedalaman 35 meter di barat daya situs ini. Ketika mengunjungi tempat cantik ini pada tahun 2011, kami begitu tertarik dengan formasi dramatis ini yang menjadi rumah bagi beberapa terumbu karang lunak, kipas laut, dan spons tercantik yang pernah kami lihat. Puncak ini menjadi subyek fotografi yang mengagumkan.

Pinnacle Namun, seiring dengan

berjalannya waktu, kami mulai melihat puncak kehidupan ini perlahan mati. Di tahun 2015, batu berbentuk kerucut ini telah mulai terlihat “gersang”.

Kami akan kembali

menyelam di Jamur Boo pada tahun 2017, dan berharap melihat pemulihan terumbu karang, spons, dan tunicate yang telah memikat kami untuk mengagumi kehidupan di Pinnacle ini.

2013 2013 2015 2015

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.