Di Garis Depan MANGROVE PERKASA

Di Garis Depan

Scuba Diver (Indonesian) - - HALAMAN DAPAN - Teks oleh Molly Bergen, Foto-foto oleh Conservation International

Conservation International mengungkapkan bagaimana sebuah hutan “dadakan” menyelamatkan sebuah desa dari topan super, dan telah membantu merevitalisasi perikanan setempat

Semuanya berawal dari gempa bumi

Bukanlah hal yang aneh ketika tanah mulai berguncang di kampung nelayan Silonay, Filipina, pada tanggal 15 November 1994. Sebagai bagian dari “Cincin Api” Samudra Pasifik, Filipina sudah biasa terkena gempa bumi. Namun, ada hal aneh terjadi beberapa bulan setelah gempa tersebut – bibit mangrove mulai bersemi di bantaran sungai berlumpur dekat lautan.

Sebelum gempa tersebut, hanya beberapa mangrove tumbuh di dekat pinggiran pantai. Kapan pun topan dan badai menerjang, sungai tersebut membanjiri kota. Dua dekade kemudian, pinggiran yang dulunya hanya daerah berlumpur, sekarang telah menjadi hutan mangrove yang subur.

Perubahan iklim sudah terasa di berbagai penjuru dunia, membuat musim panen semakin sulit ditebak, permukaan air laut semakin tinggi, dan memperburuk cuaca ekstrem seperti topan dan kekeringan. Sangatlah penting untuk beradaptasi dengan kenyataan baru ini – dan di kota-kota kecil seperti Silonay, di mana kemiskinan merajalela dan jalan keluar hampir

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.