mandi kotoran

Scuba Diver (Indonesian) - - CONTENTS - Teks: Jason Isley

Pernahkah Anda mengalami penyelaman yang “parah”? Saya pernah mengalaminya beberapa kali.

Saya pernah menyelam bersama seorang dive master di Malaysia. Yakin bahwa semua penyelam lain sudah di atas kapal, dia pun memutuskan untuk melepas wetsuit dan buang hajat!

Namun, tampaknya dia lupa bahwa kami— para fotografer bawah air—adalah selalu yang terakhir naik. Dan ketika saya berenang ke atas bukit koral, saya melihat “awan” besar berwarna cokelat bersama seorang penyelam yang mencoba berenang menjauh dengan wetsuit melorot di pergelangan kakinya. Sekembalinya ke atas kapal, sang divemaster tidak mau menatap siapa pun. Andai waktu itu saya memotretnya!

Tapi itu belum seberapa parah. Saya pernah mengalami yang lebih buruk waktu menyelam di Guadalupe,

Saat itu kami sedang mengerjakan proyek pembuatan film bawah laut di Guadalupe, sebuah pulau di perairan Meksiko. Kru filmnya sebagian besar berasal dari Britania Raya yang memang sudah berpengalaman dalam memproduksi acara serupa. Namun tetap saja, mereka bukan pelaut berpengalaman.Pelayaran selama 24 jam ke Guadalupe membuat seluruh kru film muntahmuntah di sisi luar kapal.

Setibanya di Guadalupe kami segera mengubah kapal diubah menjadi studio televisi: memasang ratusan kabel di mana-mana, layar monitor di dinding, serta saluran komunikasi video untuk menghubungkan kru di atas kapal dengan para penyelam. Setelah semua rampung, tim kami pun turun ke bawah air, mengisi tiga sangkar yang telah ditempatkan di kedalaman berbeda.

Saya sendiri masuk ke sangkar tepat di sebelah kapal yang disebut “sangkar sinema”. Ini adalah sangkar yang dirancang khusus untuk mengoperasikan kamera film. Saya siap untuk memulai syuting menegangkan ini. Dan benar saja, saat hiu pertama muncul, semua orang langsung heboh!

Di saat yang sama, seorang anggota kru yang mabuk laut memuntahkan semua isi perutnya ke dalam toilet. Dan sialnya, tangki kotoran di atas kapal rusak. Ketika ia menarik flush, seisi tangki pun membanjir ke bawah kapal!

Di atas kapal, tiba-tiba salah satu kru berteriak panik di interkom. Namun, itu semua terlambat. Seisi kotoran dari tangki toilet telanjur mengalir dan menyelimuti saya bagai kabut tebal yang turun tiba-tiba.

Saya pun terjebak dalam momen yang dilematis. Apa yang harus saya lakukan? Berenang keluar ke tengah kawanan hiu putih? Atau tetap diam di sangkar di tengah kotoran ini? Alhasil, meskipun jarak pandang saya menjadi kabur, saya tetap bersabar di dalam sangkar!

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.