icon

Scuba Diver (Indonesian) - - CONTENTS -

DIKENAL SEBAGAI IKON PEMBUNUH,

hiu putih sebenarnya adalah korban stereotip dari drama Hollywood. Statusnya sebagai predator di puncak rantai makanan memang menyeramkan. Namun, seperti apa fakta-fakta tentangnya? PADA 2016,

The International Shark Attack File (ISAF) melaporkan dugaan serangan hiu sebanyak 154 kali di seluruh dunia. Setelah diselidiki, 84 dari kasus ini dikonfirmasi sebagai serangan yang tidak beralasan, 70 insiden lainnya terdiri dari 39 serangan yang diprovokasi, 12 serangan terhadap kapal, 1 serangan melibatkan gigitan post-mortem (gigitan setelah kematian), dan sisanya dianggap tidak melibatkan hiu karena tidak ada cukup bukti. DARI SEKITAR 100 SERANGAN HIU PER TAHUN yang terjadi di seluruh dunia, hanya sepertiganya saja yang terkait dengan hiu putih. Sebagian besar kasus tidak berakibat fatal. Bahkan menurut penelitian terbaru, hiu putih diketahui menggigit hanya karena rasa ingin tahu alamiah, sebelum mereka kembali melepaskan korbannya. Dalam sebuah artikel di surat kabar Inggris, TheGuardian, John West dari Kebun Binatang Taronga, Sydney, menjelaskan bahwa luka gigitan hiu putih biasanya hanya meninggalkan tanda gigitan kecil atau luka sayatan kecil. “Dalam interaksinya dengan manusia, hiu putih sepertinya tidak berniat memangsa. Kemungkinan besar mereka merasa daging manusia tidak enak. Biarpun bisa menggigit orang, tapi mereka jarang memakannya,” ujar West. SEBAGIAN BESAR SERANGAN HIU

terjadi karena manusia—terutama peselancar—dikira mangsa seperti anjing laut atau singa laut. Saat ikan hiu berburu, mereka menggunakan gaya penyergapan yang disebut “Serangan Polaris”. Mereka berkeliaran di bagian bawah, mengintai mangsa sebelum akhirnya meluncur ke permukaan dan menyerang sang target. NAMUN, JANGAN SALAH,

tidak semua hiu putih biadab dan suka menyerang manusia. Perilaku mereka sangat mungkin berubah-ubah tergantung pada motivasi, tingkat kelaparan, bahkan mungkin cuaca tahunan. Mengingat sifat mereka yang sulit diprediksi ini, upaya merumuskan perilaku dasar hiu putih adalah pekerjaan yang sulit. . DALAM SEBUAH WAWANCARA

dengan TowerMagazine, Dr. Rachel Robbins, kepala ilmuwan dari FoxSharkResearchFoundation, menjelaskan bahwa, “Mereka semua tampaknya memiliki kepribadian yang berbeda. Mereka bukan mesin pemburu yang memangsa apa pun dengan brutal, itu hanya anggapan orang saja. Kami tahu ada beberapa ekor hiu yang memiliki rasa penasaran besar atau lebih mudah gugup dibanding hiu lainnya. Di tempat lain, ada juga hiu yang benar-benar kurang ajar dan ada juga yang penyendiri. Mereka benar-benar memiliki kepribadian individual yang menarik.”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.