BERTEMU PAUS PILOT

Scuba Diver (Indonesian) - - CONTENTS - Oleh Claudia Weber-Gebert

Saat pertama kali berkunjung ke Tenerife, sebuah pulau di perairan Spanyol, saya merasakan hasrat yang kuat untuk memotret paus pilot. Namun, mengingat paus pilot adalah spesies yang dilindungi—bahkan untuk sekadar berenang bersamanya Anda harus mendapat izin dari pemerintah—sepertinya mimpi itu tidak mungkin terwujud.

Sepulangnya ke rumah, keinginan itu tidak bisa hilang dari kepala saya. Saya pun lantas menyibukkan diri, mencari tahu bagaimana cara mendapat izin dari pemerintah Spanyol. Tekad saya untuk menangkap gambar makhluk indah yang tinggal di sekitar Kepulauan Canary itu benar-benar sudah bulat.

Sembilan bulan kemudian, saya pun tiba-tiba sudah berada di atas sebuah perahu kecil di garis pantai Pulau Tenerife, dengan air sedalam 1.000 meter di bawah saya. Akhirnya, sebentar lagi saya akan bertemu dengan paus pilot. Cuaca waktu itu begitu sempurna—perairan tenang, angin sepoisepoi, dan sinar matahari yang hangat menyirami punggung kami.

Pada awalnya paus-paus itu berenang terlalu cepat sehingga kami hanya bisa mengambil gambar dari permukaan atau dengan mencelupkan kamera ke dalam air. Tapi pengalaman itu saja sudah sangat indah. Lambat-laun mereka begitu dekat sehingga kami bahkan bisa mencium bau napas mereka—dan harus saya akui, baunya sangat tidak menyenangkan!

Tiba-tiba, Sergio Hanquet, pemandu kami, memutar kapal dan menyuruh kami untuk bersiapsiap masuk ke air. Saya bersiap mengambil masker dan fins, lalu duduk di tepi perahu sambil memegang kamera erat-erat. Lalu, saya pun mendengar kata ajaib itu: “Go!”.

Saya masuk ke dalam air dengan perlahan. Suami saya juga melakukan hal yang sama. Kami dengan hati-hati berenang ke arah mereka dan… wow! Whatafeeling! Saya berenang bersama mereka! Para paus menjaga jarak dari kami, lalu mereka berbalik dan berenang menjauh. Itu benarbenar luar biasa.

Setelah kembali ke perahu, kami mengulangi prosedur tadi beberapa kali: Sergio akan mencari peluang mendekati paus, kami menyaksikan siluet paus pilot dari permukaan dengan penuh harap, dan kemudian perahu bergerak ke arah mereka. Saat kami melihat sirip punggung yang besar-besar itu, Sergio sekali lagi menginstruksikan kami untuk bersiap. Saya pun sudah duduk di tepian perahu saat mendengar seruan: “Go!”.

Saya masuk ke air, dan mendapati diri saya berada tepat di depan seekor pejantan besar. Yang ini sangat besar dan jaraknya sangat dekat dengan saya. Pada saat itu, saya tiba-tiba teringat pada kisah seorang wanita yang ditarik ke kedalaman 40 meter oleh seekor paus pilot. Dan tiba-tiba saya tersentak, kembali ke kenyataan, menyadari bahwa saya seharusnya memotret.

Ketika saya melakukan kontak mata dengan si paus, tiba-tiba emosi membanjiri diri saya. “Makhluk agung ini melihat saya!”. Dia lalu

Berenang bersama paus pilot di Tenerife hanya bisa dilakukan dengan izin pemerintah setempat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.