Anggur Sebaiknya Dimakan Utuh

SEDAP - - Nutrisihidupsehat - Teks seMY | Foto isTiMewa | Visual khaRisMa

Kita punya kebiasaan menilai kualitas buah dari rasanya. Buah yang lebih manis biasanya kita anggap lebih berkualitas dan lebih bergizi. Pedoman ini sebetulnya tidak bisa diterapkan pada kebanyakan buah, terutama pada anggur. Seperti kita tahu, di pasaran tersedia beberapa jenis anggur, mulai dari yang rasanya manis sekali sampai yang cenderung asam. Baik anggur manis maupun yang agak asam memberi kita nutrisi yang sama baiknya. Rasa manis anggur hanya menunjukkan bahwa buah itu mengandung banyak gula.

Sebagaimana buah kebanyakan, daging buah anggur mengandung vitamin C, vitamin B, dan mineral penting seperti kalium. Namun, karena harganya relatif mahal, anggur bukan sumber vitamin yang andal. Masih banyak buah lain yang kaya vitamin dan jauh lebih murah.

Meski demikian, anggur memiliki beberapa kelebihan. Salah satunya, bagian kulit dan bijinya banyak mengandung zat polifenol khas. Zat ini tidak terdapat di kebanyakan buah. Jika dikonsumsi secara rutin, polifenol ini berkhasiat menjaga kesehatan pembuluh darah sehingga bisa mencegah penyakit hipertensi, jantung koroner, stroke. Karena polifenol ini banyak terdapat di bagian kulit dan bijinya, kita sebaiknya makan anggur utuh. Kulit dan bijinya tak perlu dibuang walaupun rasanya agak sepat seperti pada anggur bali yang warnanya hitam dan daging buahnya asam.

Tak hanya mengandung polifenol, biji anggur juga mengandung banyak lemak baik dan vitamin E. Kandungan lemak baiknya cukup banyak sehingga biji anggur sisa pembuatan wine biasanya diolah lagi menjadi minyak biji anggur.

Selain itu, anggur yang berwarna gelap, entah merah, ungu, biru, atau hitam, juga banyak mengandung zat antioksidan, salah satunya antosianin. Lagi-lagi, zat gizi ini lebih banyak terdapat di kulitnya, bukan di daging buahnya. Semua fakta ini adalah bukti bahwa gizi anggur tidak cuma ada di bagian daging buahnya. Apalagi kulit dan bijinya juga banyak mengandung serat.

Kandungan gizi dari kulit dan biji inilah yang membuat wine memiliki khasiat menjaga kesehatan jantung. Sebagian nutrisi ini juga masih bisa kita dapatkan di dalam anggur kering (kismis). Itu sebabnya kismis lebih disarankan menjadi camilan daripada camilan berbahan tepung terigu dan gula. Tapi ini tidak berarti bahwa wine atau kismis adalah pengganti buah anggur. Bagaimanapun, buah anggur segar tetap memberi lebih banyak gizi. Kismis mengandung gula lebih tinggi daripada buah anggur segar, begitu juga wine mengandung alkohol yang konsumsinya harus sangat dibatasi.

Kandungan air dan gula di dalam daging buah membuat anggur mudah mengalami fermentasi terutama jika kulitnya sudah tidak utuh. Agar tidak cepat layu atau mengalami fermentasi, anggur sebaiknya disimpan di dalam kulkas dalam keadaan terbungkus plastik berventilasi. Agar kesegarannya bertahan lebih lama, anggur sebaiknya tidak dipereteli dari tangkainya pada saat disimpan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.