Jalan-Jalan

SEDAP - - Daftar Menu - Foto & Tulisan miFTakh Faried | Visual BeNYamiN W.

• Ayo, Pesta Seafood di Anyer, Karangbolong

Kawasan wisata Anyer, Karang Bolong di Banten diterpa kabar tak sedap soal harga yang tak masuk akal di beberapa tempat makan. Meski belum jelas kebenarannya, hal ini tentu merisaukan masyarakat yang ingin berwisata ke sana. Nah, jangan membatalkan acara wisata Anda. Berbekal panduan dari majalah SEDAP, Anda bisa mencari rumah makan yang terjamin kelezatannya dengan harga yang masuk akal Selamat berwisata!

Inilah tempat makan yang banyak direkomendasikan ketika Anda memasuki Jl. Raya Anyer – Karang Bolong. Letaknya kira-kira 500 meter sebelum mercusuar. Lokasinya berada di kiri jalan dari arah Jakarta. Warung yang menyediakan ragam menu seafood ini terletak tepat di pinggir sebuah muara sungai sehingga disebut Muaro oleh sang empunya warung, Ny. Heryati yang berasal dari Lampung.

Selembar buku menu tersebar di setiap tempat yang berkonsep lesehan. Semua menu sudah dilengkapi dengan daftar harga sehingga pelanggan bisa berhitung budget untuk makan secara nyaman. “Sejak kami buka 7 tahun lalu memang sudah dicantumkan harganya,” imbuh wanita ramah ini.

Hidangan seafood jadi andalannya, pilihannya ada udang, ikan, cumi, hingga kepiting dan rajungan. Harganya berkisar antara Rp 90 ribu - Rp 150 ribu per kilogram. Khusus udang, harganya bervariasi antara Rp 120 ribu - Rp 150 ribu per kilogram sesuai ukurannya. Yang membuat pelanggannya datang bolak balik ke sini adalah pelengkap dua jenis sambal yang jadi ciri khasnya. Sambal tomat segar dan sambal kecap bertabur kacang tanah yang nikmat selalu mengiringi semua pesanan seafood yang kita pesan.

Semua pilihan ikan bisa disajikan dengan cara dibakar, goreng, goreng tepung, masak mentega, saus tiram, asam manis, saus padang, hingga dibuat sop. Kepitingnya berukuran sedang dengan daging yang padat dan manis menunjukkan kesegaran kualitasnya.

Selain aneka seafood, tersedia juga kerang tumis dan sate bandeng. Berbeda dengan sate bandeng ala Banten yang bersantan dan manis, sate bandeng buatan Heryati dibuat dari banyak rempah dengan citarasa pedas, pengaruh kuliner Sumatera, tempat Heryati berasal.

Yang lebih menyenangkan, warung ini melayani pembeli selama 24 jam. Jadi kapan pun Anda ingin menikmati ragam hidangan seafood, berkunjung saja ke warung berkapasitas lebih dari 100 pengunjung ini. Bagi Anda yang enggan menyantap seafood, Heryati juga menyediakan menu lain seperti ayam, bebek, tempe/tahu, sayur asem, sop, hingga nasi goreng.

Nasi goreng termasuk salah satu menu di kawasan wisata yang amat laris dicari turis lokal maupun mancanegara. Di kawasan Anyer, nasi goreng makasar paling laris diburu orang. Ciri khasnya nasi goreng ini berwarna merah hasil campuran saos yang dibawa langsung dari Makasar. Tambahan orak-arik telur, udang, dan bakso menambah kelezatan nasi goreng yang tersaji dalam porsi melimpah ini. Dengan membayar Rp 35 ribu, nasi goreng ini bisa dinikmati 2 – 3 orang, lo.

Beberapa menu khas Makassar antara lain coto, sop konro, dan konro bakar juga tak kalah popular. Coto dan konro tampil dengan kaya aroma rempah kapulaga dan jintan. Isinya bervariasi mulai dari daging, usus, babat, hingga hati dan paru sapi. Tersedia porsi kecil, sedang dan besar sesuai keinginan dan jumlah tamu. Harganya bervariasi mulai dari Rp 20 ribu – Rp 90 ribu.

Tentu saja hidangan laut juga tersedia di sini. Ikan bakarnya punya pelanggan tetap karena rasanya benar-benar lezat. Paduan bumbu rica dengan citarasa gurih, manis dan pedas ini menempel erat pada daging ikan yang sudah dibelah dua. Pilihannya ada ikan baronang, bawal, bandeng, gurame, kakap, kerapu dan kuwe. Harganya bervariasi mulai Rp 40 ribu – Rp 90 ribu per ekor.

Selain bakar rica, aneka ikan ini juga bisa disajikan ala bakar kecap, saos mentega, padang, tiram, mangga, kuah asam, tahu taosi, goreng tepung, bumbu rujak, dan steam. Ada juga kepiting soka, yaitu kepiting bercangkang lunak yang dipatok dengan harga Rp 60 ribuRp 120 ribu per porsi.

Jika suka, hidangan premium haisom dan lobster yang dibanderol dengan harga mulai Rp 60 ribu untuk porsi kecil, hingga Rp 240 ribu untuk porsi besar juga jadi andalan di sini. Rumah makan milik Ny. Erni ini buka mulai pukul 09.00 – 22.00 dan memiliki total kapasitas mencapai 300 pengunjung dan memiliki lahan parkir cukup luas.

Melanjutkan perjalanan, suguhan nasi uduk siap menyambut Anda. Lokasi Rumah Makan Nasi uduk Tempo Doeloe ini terletak tepat sebelum Hotel Patra Jasa. Tersedia pilihan nasi uduk ayam goreng, ayam kampung, bebek, empal, telur, dan tempe/tahu. Semua sajian ini dilengkapi sambal dan lalapan. Seporsi menu nasi uduk dibanderol mulai Rp 6 ribu untuk nasi uduk saja, hingga paket bebek seharga Rp 31 ribu.

Nasi uduknya pulen dengan aroma serai dan daun salam nan wangi. Tak jarang pula pembeli datang untuk menyantap nasi uduk dengan ragam sajian seafood. Pilihannya ada cumi, udang, ikan, hingga kepiting. olahan memasaknya mulai dari bakar, goreng saus padang, asam manis, saus tiram, goreng tepung dan saus mentega boleh dipilih pembeli.

Dapur resto ini terletak di bagian depan dengan gaya open kitchen. Pelengkap menu sayurannya ada signature kangkung hotplate seafood. Menu ini paling banyak dipesan di rumah makan berkapasitas 150 pengunjung ini. Teknik flambe dengan api yang menyala besar menjadi keunggulan sajian ini. Saus taoco, udang, dan cumi menambah kelezatan menu seharga Rp 32 ribu yang tersaji panas di atas hotplate.

Rumah makan milik Ny Wati ini memiliki banyak pelanggan yang sudah setia sejak usaha ini berdiri karena dikenal dengan harga yang ekonomis untuk sebuah kawasan wisata. Bahkan Wati juga menyediakan ragam paket nasi box yang kerap digunakan beragam jasa travel yang biasanya berwisata berombongan. Harganya dipatok mulai Rp 15 ribuRp 28 ribu. Jika ingin berpesta dengan menu kambing guling, ia menyediakan paket seharga Rp 1,4 juta – Rp 1,7 juta per ekor.

Kapan pun Anda lapar, kunjungi saja rumah makan ini karena Wati selalu membuka pintu rumah makannya selama 24 jam.

Perhentian terakhir kita ada di rumah makan ini. Namanya Pondok BM, alias Bandulu Molek. Lokasi rumah makan bergaya lesehan ini memang terletak di ruas areal Pantai Bandulu yang searah dengan jalan akses menuju Karang Bolong.

Sejak berdiri tahun 1997, rumah makan milik Bpk. Sayuti (61) ini tergolong melegenda di kawasan ini. Sop kepala ikan kakap atau kuwe jadi favorit di sini. Kepala ikan yang sudah dibelah ini tersaji dalam masakan sop berkuah cokelat muda. Terlihat komponen bumbunya seperti jahe, seledri, daun bawang, tomat hijau, asam, bawang putih, bawang bombay, daun jeruk, hingga cabai rawit utuh. Rasanya pedas dan asam menyegarkan.

Sop kepiting juga tak kalah enak. Namun jangan membayang kepiting yang dijadikan cream soup. Di kedai ini, kepiting benar-benar dimasak menjadi sop, lengkap dengan cangkangnya. Rasanya tak kalah mantap. Harganya dipatok Rp 18 ribu /ons. Cumi bakar berbalut saus manis pedas juga tak boleh dilewatkan. Dibanderol Rp 50 ribu seporsi, menu ini menyajikan 500 gram cumi segar.

Anda juga bisa memilih ragam ikan di sebuah tenda khusus, lalu ditimbang sebelum dimasak dengan ragam pilihan seperti kue, kerapu, kakap, bawal, gurame, baronang hingga kepiting, kerang, dan udang.

Setidaknya ada 38 saung lesehan yang masing-masing berkapasitas 10 – 20 orang. Total pengunjungnya bisa mencapai 400 orang. Lahannya yang luas juga memberikan areal parkir yang memadai hingga 40-an mobil.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.