Mengajak anak-anak mampu untuk menyiapkan makanan sendiri yang sehat dan praktis. Itulah tujuan utama digelarnya Grand final australian Beef Junior Chef Challenge 2014, oleh meat Livestock australian (mLa), Jumat (12/12) lalu di Hotel Ciputra Jakarta. Dar

SEDAP - - Meat Secret -

Tidak ada makanan yang lebih sehat selain makanan yang dimasak sendiri. Itulah semangat yang selalu dikobarkan oleh asosiasi daging Australia, MLA. Dan menyiapkan makanan sendiri tak selalu harus dilakukan oleh ibu. Anak-anak pun bisa diajak ikut serta membuat makanannya sendiri. Terbukti, sebanyak 33 siswasiswi dari 11 sekolah dasar di Jakarta dan Tangerang sanggup menunjukkan kemampuan memasaknya lewat adu kekuatan di kompetisi memasak bergengsi, Grand Final Australian Beef Junior Chef Challenge 2014. Padahal mereka masih sangat belia, baru berusia 6-12 tahun.

Lomba ini melibatkan berbagai sekolah yang ada di Jakarta dan Tangerang. Setiap sekolah mengirimkan satu tim yang terdiri dari 3 siswa yang sudah lolos seleksi ketat di tingkat sekolah masing-masing. Setiap tim harus membuat pancake dan olahan pasta. Bahan bakunya antara lain Australian minced beef, tepung terigu, dan pasta farfale. Di tengah riuh rendah sorak-sorai pendukung sekolah masing-masing sekaligus para orang tua yang memenuhi ruangan Ballroom Hotel Ciputra, anak-anak ini dengan semangat mengerjakan tugasnya.

Tak dinyana hanya dalam waktu 30 menit tercipta dua hidangan tersebut dengan tingkat kematangan, komposisi bumbu, serta penataan hasil akhir yang sangat cemerlang. Ada yang membentuk pancakenya seperti burger, ada juga yang membuatnya mini-mini untuk sekali lahap. Olahan pastanya pun sangat variatif. Sebagian peserta mengolahnya dalam saus bolognaise. Ada juga yang menggunakan teknik tumis yang sederhana, tetapi disajikan bersama saus tomat dan keju sebagai topingnya.. Sungguh kreasi yang luar biasa bagi anak-anak di usia belia seperti mereka!

Begitu memukaunya karya para peserta hingga para juri yang terdiri dari 3 orang, yaitu ibu Isye Iriani (MLA Representatives), Vania Wibisono (Chef & MLA Ambassador), dan Stefu Santoso (Master Chef) merasa kesulitan menentukan pemenang. “Dengan penataan seperti ini, siapa sangka kokinya adalah siswa sekolah dasar,” celetuk Stefu Santoso.

Pentingnya Asupan Daging

Sebelum lomba, anak-anak yang hadir dan para orang tua mendapatkan ilmu pengetahuan seputar keunggulan daging sapi Australia, terutama kandungan nutrisi yang penting bagi perkembangan anak sejak usia dini.

Menurut Ibu Emilia Achmadi MS, RD, ahli nutrisi dari MLA, setiap hari sedikitnya anak-anak membutuhkan 100 gram asupan daging sapi agar terpenuhi kebutuhan gizi dan nutrisinya terutama kebutuhan zat besi. “Harap diingat bahwa kandungan zat besi terbaik terdapat dalam daging sapi berkualitas seperti daging sapi Australia.”.

Gizi yang tepat sangat ditentukan oleh pemahaman pola makan yang benar. Salah satunya dalam memilih daging berkualitas. “Tentu juga tidak makan berlebihan dan proses memasaknya benar,” imbuh Emilia.

Makanya memasak makanan sendiri di rumah dari sarapan, bekal, hingga makan malam harus jadi kebiasaan sekaligus gaya hidup yang baik dan wajib ditularkan pada anak-anak masih kecil. Apalagi memasak daging sapi Australia amat mudah, termasuk bagi anak-anak maupun ibu bekerja yang bisa melakukan sistem setok di rumah. Melalui kompetisi tahunan yang sudah 2 kali diselenggarakan ini, Isye Iriani menuturkan, akan terus mengampanyekan gaya hidup sehat. Tentu dengan mengonsumsi daging sapi Australia secara rutin.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.