Mhh dlbS Tl wbol tASTb mokja fs mhh hota Bandung

2

SEDAP - - Berita Kuliner -

gika para pejuang sampah yang lain bergerak di hiliri yaitu memproses barang yang menjadi sampahi maka yang dilakukan Tini Martini Tapran E4sf justru di mengambil bagian hului yaitu dari mentalitas masyarakat. “mada dasarnyai saya ini pendidiki guru. gadi sudah sifat saya memberi contoh untuk memudahkan penyampaian materii” ujar perempuan yang tergabung dalam mokja fs mhh hota Bandung sejak tahun oMnP ini.

daya hidup minim sampah yang ia tularkan sudah dijalaninya sejak tahun oMMTi ketika bergabung dengan homunitas Sahabat hota di Bandungi dan juga vayasan mengembangan Bioteknologi di tahun oMMV. “Sebenarnya sangat mudahi kita bisa kurangi sampah dengan hal-hal sederhana. Misalnya membawa bekal makanan sendirii selalu membawa botol minumani dan selalu menyediakan wadah kosong sendiri jika hendak membeli makanan. Sampah plastik dan styrofoam itu harus kita kurangi karena tidak bisa diurai alami” tegasnya.

eal ini ia tularkan ke berbagai lapisan masyarakati mulai dari lingkungan keluargai rumahi tempat kerjai dan sekolah yang dikelolanya. hini di lingkungan kerjanya banyak orang membawa bekal makanan dan minuman untuk mengurangi sampah.

ai lingkungan sekolah mAra Eplaygroupioedf yang dikelolanyai Tini juga mendapatkan bantuan biodigester dan komposter Ealat pembuat komposf sehingga anak-anak langsung belajar memilah sampahi memprosesi hingga menggunakannya untuk tanaman. “gadi saya sediakan kebun kecil untuk bertanam di sekolahi menggunakan pupuk yang dihasilkan dari sampah organiki dan juga benih tanaman sehingga mereka mengalami dan memahami semua prosesnyai” lanjutnya lagi.

Anak-anak juga diajarkan membuat bioporii yaitu membuat lubang kecil dalam tanah untuk menyimpan airi atau menanam sampah organik sehingga nantinya menjadi kompos untuk menyuburkan tanaman.

Tak hanya di sekolahi mal juga menjadi sasaran Tini. Mengandalkan sebuah mobil khusus berwarna hijau yang diberi nama Mlef alias Mobil eijaui Tini menggelar banyak kegiatani mulai dari permainan detektif sampahi hingga menggunakan permainan ular tangga besar dimana anak-anak menjadi pionnya. “mermainan ini menanamkan pemahaman mengenai lingkungan hidupi pohon yang naiki sungai yang turuni sehingga tertancap di benak anak-anak dan terus terbawa saat dewasa nantii” imbuhnya.

Tak hanya kalangan pelajar dan mali Tini juga melakukan kegiatan di sejumlah rumah makan di sekitar sekolahnya untuk memilah sampahi dan memproses sampah organiknya menggunakan biodigester. “Sejumlah rumah makan mau berinvestasii dan itu sangat menyenangkan. Memang suliti tapi harus kita mulai. fntinya meminimalkan sampah yang keluar dari lingkungan kita. ftu akan sangat membantu mengurai permasalahan sampah di berbagai linii” pungkasnya.

3

4

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.