Tak main-main jika ada pastry chef yang menjabat posisi hingga level executive di Amerika. Orang Indonesia pemegang jabatan ini bisa dihitung jari jumlahnya karena meraihnya pun tidak mudah. Tetapi hebatnya ada koki asal Bandung yang sukses menjadi ahli p

SEDAP - - Tamu Kita -

Tentu bukan tanpa alasan jika Deden disambut begitu hangat di negeri Paman Sam ini. Sepak terjang Deden memang begitu membanggakan. Apalagi wajah Deden langganan muncul di berbagai media cetak dan elektronik di Amerika.

Salah satunya saat Deden tampil di sebuah tayangan talkshow mendunia yang dibawakan chef selebriti ternama, Rachel Ray. Di acara bernama Rachel’s Ray Show tersebut Deden membuat sang presenter berdecak kagum dengan ginger bread raksasa karyanya. Kala itu Deden menciptakan replika hotel tempatnya bekerja dalam bentuk ginger bread berukuran tiga meter dengan detil dan tingkat kesulitan yang amat rumit.

Maha karya tersebut belumlah seberapa. Selain ginger bread raksasa, Deden acap kali membuat khalayak takjub dengan mengolah bahan makanan tertentu menjadi karya seni fenomenal. Misalnya saat ia membuat replika tas ternama Hermes dari almond joconde dengan raspberry bavarois saat hari Valentine. Ia juga pernah membuat telur raksasa cantik dari cokelat di hari paskah yang dipamerkan di lobi hotel Jumeirah Essex. Anak bungsu dari empat bersaudara ini memang selalu meluncurkan terobosan terbaru setiap hari besar dengan menciptakan kreasi-kreasi spektakuler.

Juara berkat cake tape

Prestasi mengagumkan lainnya, baru-baru ini, Deden berhasil menyabet juara kedua saat menyajikan bolu tape di kompetisi pastry dunia Chicago Restaurant Pastry Chef 2015. Ia berhasil menyingkirkan banyak pastry chef dari berbagai negara. Jurinya pun para master pastry chef kelas dunia antara lain Malika Ameen, Frederic Monthi, hingga Anthony Bachour yang tercatat sebagai award winning America pastry chef sekaligus satu dari 10 pastry chef terbaik yang dimiliki Amerika.

Nama Deden juga begitu meroket ketika banyak selebriti dunia merespon karyanya. Salah satunya dari Kris Jenner. Ibu dari The Kardashians bersaudara ini bahkan menuliskan catatan terimakasih secara khusus kepada Deden di dalam buku yang ditulis Kris saking terkenang dengan hidangan yang dibuat Deden.

Selain Kris, deretan selebritis Hollywood mulai dari Oprah Winfrey, Brad Pitt, hingga presiden Amerika Serikat Barack Obama, pernah mencicipi hidangan buatan Deden. Di beberapa kesempatan istimewa itu Deden dengan bangga menyelipkan dessert khas Indonesia antara lain lapis legit, cendol dan bandrek. Keren!

Mimpi yang terwujud

Meski sejak SMP bercita-cita ingin menjadi arsitek, namun mimpi Deden yang terbesar adalah menginjakkan kaki di Amerika. Jalan tersebut ditempuhnya melalui berbagai upaya. Salah satunya mengambil kursus bahasa inggris secara intensif selama masih duduk di bangku sekolah. Deden lalu mencari tahu profesi yang bisa membawanya hingga ke negeri impiannya itu. “Satu-satunya jalan dengan bekerja di hotel,” urainya.

Ia lalu menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung dan berhasil menjadi lulusan terbaik hingga memperoleh beasiswa belajar sekaligus training mengenai manajemen restoran dan pastry arts selama satu tahun di Singapura.

Inilah titik balik karier Deden hingga membawanya sukses seperti sekarang ini. Pada tahun 1997 ia mendapat kesempatan untuk magang di Accor Hotel Group di Los Angeles, California selama setahun. Hasil kerjanya yang memuaskan membuat Deden memperoleh sponsor untuk kerja permanen. Sejak saat itu namanya berkibar di balik sejumlah dapur di hotel-hotel ternama Amerika.

Berperan sebagai executive pastry chef membuat Deden harus mengemban banyak tugas penting setiap hari. Saat ini ia memimpin sejumlah tim pastry chef dari berbagai negara. Seluruh dessert yang tersaji merupakan hasil ciptaannya bersama tim mencakup menu di seluruh outlet hotel yang terdiri dari dua restoran, satu rooftop bar, termasuk pesanan, jamuan khusus, hingga in room dining. Ia juga wajib menguasai cost control dan operasional di seluruh outlet hotel dan bertanggung jawab atas seluruh produk pastry yang mengikuti standar kesehatan serta keamanan pangan di Amerika.

Beruntung sekali bagi para pembaca SEDAP karena Deden membagikan dua resep spesial yaitu chocolate smores dan strawberry panacotta. Menu strawberry panacotta ini menjadi dessert spesial di Peninsula New York karena ia kreasikan khusus untuk menyambut Breast Cancer Awareness di bulan Oktober tahun ini.

Saran Deden, ketika membuat kulit tart pada chocolate smores jika ingin lebih renyah bisa dipanggang sebentar sebelum diisi adonan cokelat. Sedangkan pada pembuatan panacotta, triknya terletak saat pembuatan sirop. Jangan mengaduk campuran air dan gula hingga panasnya mencapai 125 derajat Celcius agar tidak mengkristal. Selamat mencoba.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.