Mercedes-Benz E250 Estate

Target Car - - Target Editorial - Aswin Prasetyo

Model Estate hanya 36mm lebih panjang dibandingkan model Saloon, namun tambahan ruang di bagian ekornya benar-benar menegaskan dimensi panjangnya yang hampir mencapai 5 meter. Mobil ini juga 33mm lebih tinggi daripada model E 250 Avantgarde Saloon. Utamanya dikarenakan bentuk atapnya yang tidak melandai dan ditarik lurus ke belakang, sebelum terpotong drastis pada buritannya.

Toh bentuk ini justru menghadirkan ruang luar biasa lapang untuk bagian kompartemen belakangnya. Dibandingkan dengan model Saloon yang hanya terbatas pada volume bagasi 540 liter, E-class Estate jauh lebih superior berkat kapasitas 695 liter, dan masih bisa ditingkatkan lebih mencengangkan lagi, menjadi 1.950 liter ketika jok dilipat. Ingat, kapasitas tersebut masih bisa Anda akses dengan bibir bumper yang rendah khas sedan, tidak setinggi MPV ataupun SUV. Kemudahan juga hadir berkat buka tutup bagasinya yang bisa dilakukan secara elektrik, sehingga jauh dari kata merepotkan.

Mercedes-benz sebenarnya memberikan fitur “folding bench seat” pada ruang belakang tersebut, namun kami tak terlalu menyukainya. Jok ini terlipat secara pintar ke bagian bawah kompartemen—karena tak memiliki ban cadangan berkat teknologi runflat tyre—namun ada dua hal yang cukup mengganggu pikiran kami: 1) jok ini luar biasa kecil, dan yang paling aneh 2) menghadap ke arah belakang. Positifnya, jok ini berguna ketika Anda dan keluarga sedang bepergian piknik di taman, dan anak-anak bisa duduk di jok ini menghadap ke arah luar kendaraan. Sisi lainnya, kami lebih memi-

Menjadikan E-class sebagai kendaraan premium terlengkap.

lih untuk membiarkannya terlipat di bagian bawah saja karena sandarannya terlalu tegak, ruang kaki terlalu kecil, dan membutuhkan pose merangkak saat masuk ataupun keluar yang sedikit merepotkan—bahkan bagi anak-anak sekalipun.

Sektor berkendara E 250 Estate Avantgarde juga layak diacungi jempol. Kesan panjang ternyata semakin kuat saat duduk di balik lingkar kemudinya yang begitu nyaman digenggam, terlihat sporty, sekaligus fungsional khas Mercedes berkat tombol-tombol multifungsinya. Lihat ke spion tengah, maka Anda mulai menyadari betapa panjangnya sebenarnya sisa dimensi bodi E-class dari posisi duduk.

Mesin bensin 4-silinder turbo berkapasitas 2,0 liter bertenaga 211 hp dan torsi maksimum 350 Nm begitu mumpuni memboyong bobot kosong E 250 Estate Avantgarde yang berada di angka 1.785 kg. Angka tersebut lebih berat 105 kg dibandingkan E 250 Avantgarde Saloon, namun dengan unit mesin dan transmisi 7G-tronic Plus dengan paddle-shift yang sama, mobil ini sama sekali tak menunjukkan karakter laju yang berbeda. Dorongan torsinya yang sudah hadir dari putaran rendah 1.200 rpm bahkan membuatnya terasa begitu bertenaga saat di lalu lintas macet, ataupun di tikungan menanjak. Hampir seperti diesel, namun jauh lebih senyap, dan lebih halus.

Manufaktur memberikan klaim bahwa mobil ini mampu berakselerasi dari 0-100 kpj dalam 7,8 detik, dan kecepatan puncaknya 233 kpj. E 250 Estate tentu mumpuni diajak berlari kencang, tetapi model estate ini begitu nyaman untuk dikendarai dengan laju menengah, sehingga kami sekalipun enggan untuk mengubah mode berkendaranya menjadi Sport. Cukup tempatkan pada mode Controlled Efficiency, transmisi di posisi D, dan nikmati bantingan suspensinya yang bisa membuat Anda sebagai pengemudi sekalipun ingin langsung terlelap.

Kelebihan

Handling

Ruang bagasi ●

Performa

Kekurangan

Harga jual baru ●

Sunroof memberikan udara segara

kedalam kabin

Ruang bagasi yang lega jadi kelebihan

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.