BMW 218i GT

Target Car - - Target Editorial - Danang Priyamboro Foto: Danang

Rupanya daya angkut 7 penumpang menarik perhatian BMW.

Belum lama Bayerische Motoren Werke (BMW) memberikan kejutan kepada publik saat mereka menghadirkan MPV berpenggerak roda depan, ternyata kejutannya tidak berhenti di sana. BMW sepertinya belum terpuaskan jika hanya membuat MPV berkapasitas lima penumpang saja, maka pabrikan asal Munich, Jerman ini pun menghadirkan BMW 2­series Gran Tourer, MPV 7­seater pertama mereka.

Saat melihat Seri­2 Gran Tourer ini memang tak ada beda yang signifikan dari Active Tourer kecuali masalah dimensinya yang bertambah panjang dan tinggi. Ya, dengan panjang 4.556 mm dan tinggi 1.608 mm, Gran Tourer ini lebih panjang 214 mm dan lebih tinggi 53 mm dari Active Tourer sementara lebarnya tetap sama. Dengan bertambahnya dimensi tersebut, maka tersedia baris ketiga yang cukup lapang bagi dua orang anak.

Kesamaan ini terus berlanjut hingga ke bagian eksterior. Dari tampilan depan, tentu yang paling kentara adalah ciri khas 'Kidney Grille' BMW dan lampu depan proyektor ala BMW yang identik. Tanpa identitas tersebut mungkin saja orang mengira ini adalah mobil keluarga dari pabrikan Jepang atau Korea. Hal ini bisa terlihat jelas saat Anda melihat dari samping, Gran Tourer ini terasa sedikit membosankan dengan desain yang cenderung 'boxy' dengan lis chrome pada jendela. Sementara di bagian belakang, lampu belakangnya sama persis seperti saudara kembarnya, yang beda hanyalah pada Gran Tourer terdapat wiper di kaca belakang dan aksen chrome pada bumpernya. Bahkan desain velgnya pun iden­

tik yaitu velg palang lima two­tone berukuran 17 inci.

Masuk ke dalam kabinnya, terhampar pemandangan yang juga identik dengan Active Tourer. Dashboard khas BMW hadir dengan panel high gloss black dan bahan kulit berkualitas tinggi yang juga berwarna hitam. Di dalamnya tersemat layar 6,5 inci yang mampu menampilkan konten multi­ media, sistem Connected Drive, Bluetooth, CD Audio, bahkan ada docking khusus iphone di konsol tengah. Sayangnya fitur multimedia ini belum termasuk sistem navigasi dan kamera mundur. Yang cukup disayangkan juga adalah absennya atap panoramic karena saat ini banyak pabrikan Jepang mengaplikasikan panoramic roof ini pada produk mobil keluarga

mereka.

Untuk jok depan, baik pengemudi maupun penumpang sudah full elektrik. Sebagai mobil keluarga, tentu fokus BMW adalah pada baris kedua dan ketiga hingga kapasitas bagasi. Pada baris kedua BMW menyediakan meja lipat di belakang kursi baris pertama. Anda bisa meletakkan makanan atau bahkan meletakkan laptop ketika harus bekerja secara mobile. Baris kedua Gran Tourer ini menunjukkan kapasitas leg room yang juga sama baiknya dengan Active Tourer. Sayangnya hal ini berbanding terbalik saat melongok ke baris ketiga. Baru melihat saja, saya sudah terbayang jika baris ketiga ini lebih diperuntukkan bagi anak kecil.

Sementara kapasitas bagasinya memang tak sebaik Active Tourer jika baris kedua dan ketiganya dalam posisi berdiri. Namun BMW memberikan tombol khusus di bagasi untuk melipat baris kedua jika Anda membutuhkan ruang bagasi yang lebih luas, sementara baris ketiganya cukup dengan satu sentuhan saja untuk dapat terlipat dengan sempurna. Jika hal ini Anda lakukan maka kapasitas bagasi Gran Tourer ini bisa menampung hingga 1.905 liter.

Untuk varian yang masuk ke Indonesia, karena tidak terdapat emblem apapun di belakang saya menduga sepertinya sama dengan Active Tourer yaitu tipe 218i namun dengan trim Luxury, sementara Active Tourer yang pernah saya coba kemarin adalah trim Sport. Apa yang tersembunyi dibalik bonnetnya adalah mesin yang sama dengan Active Tourer yaitu 1.500 cc 3­silinder dengan Double VANOS, Valvetronic dan Twinpower Turbo. Mesin ini bisa menghasilkan tenaga 136 hp dan torsi 220 Nm. Mobil ini juga dilengkapi dengan mode pengendaraan Sport, Comfort dan Eco Pro yang bisa dipilih sesuai kebutuhan Anda. Semuanya sama seperti spesifikasi dari Active Tourer, sampai pada karakter mesin tiga silinder

yang memberikan getaran yang cukup mengganggu apalagi jika Anda mendengarkan suara mesinnya dari luar.

Saya memang hanya mendapat waktu singkat dalam pengujian kali ini, namun dengan tenaga dan torsi yang sama persis dengan saudaranya tersebut, Gran Tourer ini cukup lincah dan mampu menyuguhkan dorongan tenaga yang mumpuni untuk pengendaraan di dalam kota. Dengan identitasnya sebagai mobil keluarga tujuh penumpang sepertinya sokongan mesin 3­silinder ini sudah dirasa cukup, pengendalian yang ditawarkan pun tak jauh berbeda dengan karakteristik BMW lain yang berpenggerak roda belakang.

Akselerasinya memang tak istimewa, namun cukup untuk membuktikan jika BMW serius dalam menggaet konsumen baru. Hanya saja jika konsumen mobil keluarga di Indonesia lebih mementingkan kenyamanan, maka BMW harus sedikit berbenah dengan merevisi karakter suspensi yang menurut saya terlalu keras, terutama jika berhadapan dengan jalan rusak atau bergelombang.

Kelebihan

Mampu menam● pung hingga 7 penumpang Performa dan

handling

Kekurangan

Ruang Bagasi

Ruang kaki pada ● kursi baris ketiga Karakter suspen●

sinya keras

Velg palang lima two­tone beruku

ran 17"

Panel high gloss black dan bahan kulit

berkualitas tinggi yang juga berwarna

hitam.

Baris ketiganya tidak terlalu lega

Lampu proyektor yang sangat identik

BMW

Masih mengandalkan

mesin 3­Silinder dengan double vanos

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.