Pertaruhan Satu Dasawarsa

Target Car - - Target Story - Ardiantomi Foto: adji

Sepuluh tahun sudah Toyota Rush berkiprah di jalanan Indonesia dan merajai segmen SUV kompak tanpa ada penggantinya yang sepadan. Kemudian lahirlah Honda BR-V yang langsung memasuki teritori persaingan dan memberikan ancaman dengan penuh keberanian. Layakkah Honda BR-V merebut sabuk juara dari Toyota Rush?

Sejak resmi dipasarkan di Indonesia oleh Honda Prospect Motor pada akhir tahun 2015 lalu, Honda BR-V langsung memasuki teritori persaingan SUV kompak dengan Toyota Rush yang menduduki kursi kepemimpinan selama ini. Bagaimana tidak, Honda BR-V yang dibangun dari basis Honda Mobilio dengan segenap perubahan menjadikannya sebuah crossover yang berasal dari MPV dengan akomodasi 7-penumpang. Sementara Rush Ultimo terbaru kini juga menawarkan daya angkut 7-penumpang pada varian atasnya. Selain itu, kapasitas mesin dan harga jual kedua mobil yang berada di kisaran sama menghasilkan persaingan antara keduanya terbilang cukup sepadan.

Jika melihat ide besarnya memang tidak akan pernah muncul nilai yang sangat sebanding, di lain kesempatan Toyota Rush bahkan bersaing dengan sang kakak dari BR-V yakni Honda HR-V. Sementara sejumlah faktor

telah mengizinkan persaingan antara Rush dan BR-V tampak adil, satu faktor yang menjadi penentu posisi aman BR-V yakni usianya yang masih sangat muda sedangkan Rush sudah lama beredar di Indonesia tanpa ada perubahan signifikan—hanya facelift ringan dan penambahan aksesoris pendukung.

Hal yang terpenting bagi sebagian besar masyarakat Indonesia dari sebuah persaingan produk adalah harganya. Toyota Rush TRD Sportivo Ultimo A/T sebagai varian tertinggi yang dilengkapi se- aksesoris TRD dibanderol Rp 262,45 juta . Sementara Honda BR-V Prestige yang merupakan varian paling atas mendapat label harga Rp 262,5 juta. Perbedaan harganya sangat tipis bahkan hanya selisih Rp 50 ribu, sehingga kelengkapan fitur pendukung, aksesoris, dan faktor lainnya akan menjadi nilai positif bagi masing-masing peserta komparasi ini.

Round 1: Rekayasa desain

Desain eksterior Toyota Rush hampir tak pernah berubah secara signifikan selain dari penambahan aksesoris pemanis, namun bodinya yang cukup berisi sangat kental dengan desain ber-dna SUV yang memancarkan aura tangguh. Apalagi dengan penambahan ban cadangan yang menempel di pintu belakang, walaupun bukan selera semua orang desain tersebut merupakan desain klasik SUV.

Sementara sosok BR-V, yang menyerupai sang saudara Mobilio, lebih terlihat bak transformasi MPV ke SUV. Bahasa desain modern khas Honda terlihat sangat kental dari garis-garis dan pahatan desain yang menghasilkan aura lebih tangguh dari Rush. Tentu saja garis dan pahatan desain tersebut sekaligus mendukung nilai aerodinamika.

Dari segi dimensi bodi, walaupun lebih panjang 36 mm dari Rush, Honda BR-V harus mengakui kekurangannya pada dimensi lebar dan tinggi. Hal tersebut kemudian berpengaruh pada ruang kabin yang lebih lega sehingga Rush memiliki head room yang lebih memadai ketimbang BR-V.

Penunjang penampilan dan sosok tangguh dari BR-V juga dihasilkan dari penggunaan velg alloy berukuran 16 inci, dan jarak ground clearance yang mencapai 201 mm memberi pernyataan bahwa mobil ini adalah sebuah SUV. Bejumlah

gitu juga dengan Rush yang menggunakan velg alloy TRD model terbaru dengan ukuran 16 inci dan ground clearance di angka 200 mm. Kami rasa keduanya sama-sama memiliki bekal ground clearance yang cukup untuk mengarungi medan tak ramah di jalanan Indonesia.

Pada varian tertinggi Prestige, pihak Honda membekali BR-V dengan aksesoris tambahan berupa aero kit yang dipasangkan di bawah bumper depan, samping kiri dan kanan, serta di bawah bumper belakang. Walaupun sederhana, aksesoris tersebut terbukti menjadi pemanis dari

penampilan BR-V.

Round 2: kabin dan Fitur Pendukung

Sama-sama menawarkan ruang untuk 7-penumpang, baik Rush maupun BR-V sudah lulus salah satu kriteria untuk menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia. Keduanya pun menawarkan ruang yang lapang dan nyaman. Namun desain interior keduanya cukup berbeda, yang mana BR-V lagi-lagi menggunakan desain khas seperti para saudaranya dengan menerapkan balutan hitam di seluruh penjuru interior. Pada beberapa mobil, desain all black seperti itu memberi kesan sporty dan premium. Tetapi kami rasa tidak dengan BR-V. Walaupun diklaim menggunakan bahan berkualitas, interior BR-V secara keseluruhan tidak membuat kami terkesan.

Toyota Rush memang tidak menawarkan sesuatu yang lebih modern dari segi desain interior, namun trim dengan pola desain baru pada pembungkus jok, warna lebih hidup, serta material yang

halus dan lembut lebih memberikan kesan menyenangkan saat duduk di dalam Rush.

Apalagi, posisi duduk pada Rush terbilang tinggi, sangat khas SUV, dengan ruang kepala yang lapang serta dengan visibilitas yang baik untuk pengemudi. Pada BR-V posisi duduknya sangat rendah, dan terasa seperti terbenam saat duduk di bangku pengemudi. Hal tersebut akan menimbulkan sedikit ketidaknyamanan saat mengemudi bagi mereka yang memiliki tinggi badan kurang dari 170 cm. Boleh dikatakan ergonomi berkendaranya tidak terasa SUV dan visibilitas akan terhalang ujung atas palang kemudi dan rumah panel instrumen. Beruntung palang kemudi dapat diatur sudut ketinggiannya (tilt steering) sehingga dapat memaksimalkan kenyamanan saat mengemudi. Fitur tilt steering juga dapat ditemui pada Rush namun keduanya belum mendukung telescopic.

Berbicara kenyamanan, ruang penumpang baris kedua terasa nyaman untuk kedua mobil tanpa ada komplain, sementara baris ketiga terbilang cukup walaupun sedikit ‘sempit’ untuk ukuran penumpang dewasa. Bangku baris kedua pada Rush dan BR-V juga sudah mendukung sliding dan reclining, yang artinya dapat diatur kemiringan sandarannya serta dapat dimaju-mundurkan. Serta sudah disediakan penyejuk udara pada baris kedua (double blower) untuk kesejukan kebin lebih merata.

Walaupun kurang berkesan, dashboard BR-V tampil lebih modern dengan kendali suhu A/C digital, sedangkan Rush masih konvensional menggunakan kenop putar. Panel instrumen pada BR-V juga tampil lebih menawan serta dilengkapi fitur lebih canggih seperti MID LCD yang informatif dan lebih lengkap, serta indikator ECO.

Baik BR-V dan Rush sudah menggunakan layar sentuh dengan luas penampang 6,1 inci sebagai pusat hiburannya. Performanya terbilang rata-rata dengan dukungan beragam format musik dan konektivitas ke ponsel pintar. Output suaranya juga terbilang rata-rata, cukup untuk menemani saat berkendara atau ‘membunuh’ kebosanan saat

menemui kemacetan misalnya. Yang menjadi nilai lebih pada head unit BR-V adalah dapat menampilkan gambar tangkapan kamera mundur serta dibekali fitur nanoe yang akan memproduksi partikel air elektrostatik berukuran nano kemudian dihembus dari modul nano dan disebarkan oleh pendingin udara kabin. Fitur tersebut berfungsi menjaga kualitas udara dalam kabin tetap baik.

Harus diakui fitur keselamatan yang ditawarkan oleh BR-V jauh lebih lengkap, selain dari Dual SRS Airbags di depan, rem pada BR-V sudah dilengkapi teknologi ABS dan EBD. Selain itu, BR-V juga didukung oleh Hill Start Assist (HSA) yang memudahkan ketika berakselerasi di jalan menanjak saat kondisi stop-and-go. Sementara Rush Ultimo hanya tersedia dual SRS airbag dan ABS.

Round 3: Performa dan Pengendalian

Melihat dari spesifikasi mesin, Honda BR-V disokong oleh jantung mekanis 1.5 liter I-VTEC yang menghasilkan tenaga 118 hp pada 6.000 rpm dan torsi puncak 145 Nm pada 4.600 rpm. Sementara Toyota Rush masih menggunakan mesin yang sama sejak kemunculannya 10 tahun silam, yakni 1.5 liter VVT-I yang menghasilkan daya maksimal 109 hp pada 6.000 rpm dan torsi 141 Nm pada 4.400 rpm. Sebagai penyalur tenaga, BR-V menggunakan transmisi CVT sedangkan Rush menggunakan transmisi

otomatis 4-speed.

Dari data spesifikasi tersebut terlihat bahwa BR-V memiliki tenaga dan torsi mengungguli Rush, dan karakter perpindahan transmisi tanpa jeda khas CVT menjadi nilai plus performa BR-V. Akselerasi terbilang responsif dan cukup untuk berbagai kondisi jalan di Indonesia. Melihat karakter mesin dan transmisi khas Honda, BR-V memiliki efisiensi bahan bakar yang relatif hemat. Sementara Rush yang masih menggunakan teknologi mesin lama berkurang daya saingnya dengan teknologi BR-V yang lebih modern. Lain ceritanya apabila Rush sudah menggunakan teknologi dual VVT-I seperti Avanza generasi teranyar, sehingga dapat diadu dengan lebih sepadan.

Kendali dari kemudi BR-V terasa responsif dan presisi sesuai dengan arahan dari pengemudi. Bobot putarnya pun terbilang pas, tidak kurang dan tidak lebih, serta memberikan feedback yang baik. Mendukung pengendalian lebih baik, BR-V telah dibekali dengan kontrol traksi Vehicle Stability Assist (VSA) sementara Rush belum mengadopsi teknologi tersebut. Namun, mengendarai BR-V terasa kurang gairah untuk bersenang-senang. Lebih terasa karakter bekendara santai dan optimal untuk hasil

efisiensi bahan bakar.

Pengendalian pada Rush terasa sangat familiar, entah karena telah berkali-kali kami mencoba mobil ini atau memang karakternya lebih bersahabat dengan gaya berkendara kami. Dan penggunaan suspensi TRD baru tentunya mendukung pengendalian Rush ke tingkat yang lebih tinggi. Bantingan suspensinya memang kami akui menjadi lebih empuk dan nyaman, baik bagi pengemudi maupun bagi penumpang. Sayangnya dimensi tinggi yang kemudian menghasilkan gejala limbung pada Rush masih tak dapat diobati, paling tidak gejala tersebut sedikit direduksi oleh suspensi TRD baru.

Suspensi pada Honda BR-V ternyata menghasilkan kestabilan dan kenyamanan yang tak kalah baiknya dari Rush, malah saat melintas di jalan aspal tak rata dengan kecepatan medium guncangnya. an dan bantingan yang dihasilkan terasa lebih minim dibandingkan dengan Rush.

Oh ya, ada satu lagi perbedaan mencolok antara kedua mobil ini, yaitu penggerak roda nya. Pada Rush masih dengan layout yang umum dijumpai di beberapa model Toyota yakni penggerak roda belakang. Sedangkan BR-V sudah tentu menggunakan penggerak depan layaknya keluarga Honda lain- Masing-masing memiliki keunggulan dan kekurangan.

Layout penggerak belakang pada Rush, dan pada mobil lainnya biasanya lebih sederhana namun kokoh sehingga cocok untuk karakter SUV, serta menghasilkan pengendalian yang lebih baik dan seimbang. Namun, apabila kondisi jalan basah atau licin, penggerak belakang berkurang keandalannya, apalagi jika tidak ditemani dengan kontrol traksi.

Sebaliknya, penggerak depan cenderung memangkas bobot kendaraan sehingga berkontribusi pada efisiensi bahan bakar serta member traksi lebih baik saat jalan licin, namun sedikit lebih ringkih ketimbang penggerak belakang.

Final Round: and the winner is..

Dari hasilnya sudah bisa dipilih siapa yang memenangkan adu

keunggulan pada komparasi ini. Tanpa keraguan sedikit pun kami menunjuk Honda BR-V lebih unggul di banyak sektor dari Toyota Rush TRD Sportivo Ultimo, dan apabila mengesampingkan fanatisme pada salah satu brand, kami yakin Honda BR-V akan menjadi favorit banyak orang ketimbang Rush. Namun, pertarungan utama BR-V adalah merebut kursi kepemimpinan Toyota Rush, yang telah sepuluh tahun lamanya beredar di Indonesia, dan kami rasa BR-V mampu namun memerlukan waktu, dan dalam selang waktu tersebut bukan tidak mungkin Toyota akan menghasilkan Rush yang lebih mutakhir. Untuk saat ini, kita anggap saja BR-V merupakan favorit baru yang menawarkan desain dan fitur lebih segar, serta performa yang juga mumpuni.

honda BR-V harus mengakui kekurangannya pada dimensi lebar dan tinggi

Masih konvensional menggunakan kenop ac model putar

tampil lebih modern dengan kendali a/c model digital

Dengan sentuhan mudah, kursi baris kedua terlipat

akses ke ruang penumpang baris ketiga cukup mudah

Ketika kursi baris ketiga dilipat, ruang bagasi terasa lebih lega

ruang bagasi akan lebih lega ketika kursi baris ketiga dilipat

Sideskirt lebih bergaya dengan desain model terbaru pada honda BR-V

toyota rush juga lebih dinamis dengan penggunaan sideskirt yang sporty

Mesin 1.5L SOHC i-vtec mampu menghasilkan tenaga hingga 118 hp

Mesin 1.5L DOHC hanya mempu menghasilkan tenaga maksimal 107 hp

Sama-sama mengadopsi velg berukuran 16" , hanya untuk toyota rush memiliki telapak ban lebih lebar

(Kiri) honda BR-V mengadopsi transmisi CVT

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.