JUNJUNG TINGGI ASAS KEKELUARGAAN

Target Car - - Target Story - ANJAR, ARDIANTOMI FOTO: GREG BIMA

Persaingan dua brand otomotif asal Jerman ini nampaknya ditakdirkan untuk terus berlangsung, atau memang ada kesengajaan dari salah satu pihak yang memungkinkan untuk keduanya bersaing kembali se­ cara head­to­head. Bagaimana tidak? Di saat Mercedes­benz B­class telah lama menikmati kesendirian tanpa ada gangguan dari pesaing lainnya di Indonesia, BMW dengan bangga menghadirkan debut jagoan mereka di segmen yang sama dengan B­class, dibarengi dengan debut mobil penggerak depan dari brand asal Munich ini.

Namun kehadiran anak baru BMW 218i tersebut tak membuat gentar B­class yang kali ini diwakili oleh B

Hampir bersamaan dengan diluncurkannya BMW 218i Active Tourer, Mercedes-benz pun memberikan penyegaran pada medium hatchback mereka B-class. Mau atau tidak, keduanya harus beradu head-to-head karena memang berada di segmen yang sama tanpa ada pemain lainnya. Manakah yang mampu menjalankan fungsi, tugas, dan misi terbaik bagi konsumen yang cenderung familyminded? Kami uji keduanya berdampingan secara langsung.

ka dari yang biasa ditawarkan oleh kedua manufaktur, konsumen akan melihat seberapa lega dan nyaman kabin yang ditawarkan, serta fitur­fitur pendukung berkelas lainnya.

Dari segi harga yang ditawarkan keduanya pun tak terlalu jauh rentang perbedaannya, hanya berbeda sekitar Rp 50 Juta dengan MercedesBenz B 200 Urban berada di angka Rp 569 Juta (off the road) sementara BMW 218i Active Tourer dibanderol Rp 619 Juta (off the road).

GAYA PENAMPILAN

Keduanya menganut desain medium hatchback dengan bodi yang lebih tinggi daripada hatchback biasa yang berasal dari sedan. Bahkan keduanya juga dapat dikatakan sebagai MPV 5­penumpang dengan desain yang terlihat kompak dari luar namun tawarkan ruang yang lapang di dalamnya.

Khusus untuk menyambut sang pesaing, Mercedes­benz B 200 Urban baru saja mendapatkan facelift sehingga siap untuk bersaing dengan penantang baru. Tampilan depan dari B 200 dihiasi bumper baru, grille radiator yang lebih lebar, dan lampu DRL yang terintegrasi dengan lampu utama. Wajahnya masih memancarkan kuat aura kedigdayaan desain Mercedes­benz yang berkelas seperti yang dianut saudarasaudara saloon dan Suv­nya. Sementara dari sudut pandang belakang juga terdapat bumper baru dan mulut pipa exhaust yang sporty.

Active Tourer juga tak kalah menawan ketika berbicara soal penampilan, dengan wajah menampilkan kidney grille ikonik BMW yang disandingkan dengan lampu utama BI­LED yang beraksen tajam. Garis pahatan di sisi samping yang mengalir terus ke belakang juga merupakan desain khas yang menjadikan 218i Active Tourer tampil lebih 'tajam'.

Jika diperhatikan, desain keduanya terbilang aman dengan masing­masing membawa nilai khas manufaktur. Namun secara desain keseluruhan eksterior tak ada satu pun dari kedua kontestan

yang menawarkan desain yang akan menarik perhatian banyak orang ketika melintas di jalanan urban. Ketika keduanya disandingkan, Active Tourer memang tampil lebih mencolok dengan desainnya yang 'tajam' dan lebih kontemporer walaupun B 200 baru saja menerima penyegaran. Velg yang digunakan antara kedua mobil memiliki desain yang juga serupa, 5­twin­spoke, namun Active Tourer menggunakan ukuran diameter 18 inci sementara B 200 berukuran 17 inci.

DIMENSI DAN KABIN

Dimensi yang diusung B 200 sedikit lebih panjang 17 mm, lebih tinggi 2 mm, dan dengan jarak sumbu roda 2.699 mm yang berarti 29 mm lebih panjang dari sumbu roda Active Tourer di angka 2.670mm. Active Tourer hanya sedikit lebih lebar (2 mm) dibandingkan B 200.

Keduanya tawarkan ruang kaki dan kepala yang terasa sangat lega, baik untuk penumpang depan maupun belakang, serta dengan beragam nilai kepraktisan yang menjadikan pengendaraan lebih nyaman. Begitu juga dengan ruang penyimpanan bagasi yang berbeda tipis antara keduanya, dengan bagasi B 200 tawarkan ruang sedikit lebih lega; dari kondisi normal daya muat 486 liter dan dapat ditingkatkan hingga 1.545 liter. Sementara Active Tourer tawarkan daya muat bagasi 468 liter yang dapat ditingkatkan sampai 1.510 liter.

Desain interior masingmasing mobil menawarkan hal yang berbeda, B 200 diuntungkan berkat dominasi warna hitam pekat yang sporty sekaligus memberikan kesan kabin lebih lapang. Sedangkan BMW Active Tourer mengabungkan dua warna kontras di dalam interiornya.

Dukungan kenyamanan berkendara telah disiapkan oleh masing­masing manufaktur, mulai dari MercedesBenz B 200 yang dibekali layar penampil hiburan multimedia dengan kendali dial putar yang diletakkan di konsol tengah. Dukungan port AUX dan USB juga telah disediakan untuk pilihan memainkan musik dari perangkat eksternal. BMW Active Tourer kurang lebih menawarkan fitur yang sama namun dengan layar infotain­

ment menampilkan lebih beragam informasi termasuk status mode berkendara. Kendali dial putar juga dapat diakses di konsol tengah.

Harus diakui, walaupun keduanya menawarkan sistem audio yang terbilang umum, hasil output suara pada Active Tourer terasa lebih enak didengar, salah satunya berkat penempatan posisi speaker yang lebih baik pada kabin BMW Active Tourer sehingga ketika volume suara ditinggikan hasilnya pun terdengar lebih nikmat.

BMW Active Tourer banyak mengantongi fitur keamanan. Ia sudah dilengkapi dengan beragam teknologi pada sistem pengeremannya, misalkan Brake Energy Regeneration, sehingga energi rem tidak sepenuhnya terbuang menjadi hawa panas. Fitur lainnya berupa Antilock Braking System (ABS) beserta Cornering Brake Con­ trol (CBC).

Tak kalah dalam fitur safety dan asistensi, Mercedes B 200 juga telah dibekali dengan beragam fitur, termasuk Antilock Braking System (ABS), Attention Assist, Electronic Stability Program/program Stabilitas Elektronik (ESP), sistem Pre­safe, dan Hill­start Assist. Satu fitur menarik dan praktis yang dimiliki B 200 adalah Active Parking Assist yang merupakan fitur parkir otomatis untuk membantu pengemudi memarkirkan kendaraan dengan sendiri­ nya. Selain itu, pada B 200 juga sudah tersedia kamera belakang untuk parkir mundur, sementara Active Tourer hanya menyediakan sensor parkir saja.

PERFORMA

Masing­masing pabrikan berusaha menghadirkan formulasi dari performa yang unggul. Jantung mekanis dari BMW 218i Active Tourer Sport mengandalkan mesin 3­silinder 1.499cc twin turbo, yang berbagi platform penggerak depan berkode UKL1 milik Mini Hatchback. Mesinnya sanggup memompa daya 136 hp pada 4.400 rpm dan dorongan torsi 220 Nm pada 1.250 rpm. Sementara B 200 Urban memiliki kapasitas mesin yang lebih besar, yakni 1.595cc 4­silinder turbocharger. B 200 menyodorkan tenaga yang lebih besar dari BMW 218i. Ia berdaya 154 hp pada 5.400 rpm dan dorongan torsi 250 Nm.

Jika dilihat dari data angka,

jelas Mercedes lebih unggul dibanding BMW. Namun, tatkala kami coba untuk meluncur di jalanan, jujur saja respon mesin BMW 218i terasa lebih tangkas ketimbang mesin B 200, padahal nyatanya sama­sama mengantongi teknologi turbo. Jarum (rpm) pada metercluster milik BMW bergerak lebih cepat dari Mercy B 200 yang bergerak perlahan. Terdorongnya tubuh ke belakang lebih terasa saat kami berada di dalam BMW 218i.

Meski begitu, data (klaim) akselerasi menunjukan B 200 yang lebih cepat. Ia menorehkan angka 8,6 detik untuk menembus 0­100kpj. Sedangkan akselerasi BMW 218i sedikit lebih lamban, yakni 9,2 detik. Secara data klaim pabrikan memang demikian, namun yang kami rasakan adalah dua karakter mesin yang berbeda. Akan tetapi, mengingat mobil ini diperuntukkan bagi keluarga, maka angka tersebut seharusnya tidak menjadi masalah. Toh kendaraan semacam ini yang diutamakan adalah soal kenyamanan.

PENGENDARAAN DAN HANDLING

Masih soal kenyamanan. Betul, mesinnya responsif, namun kami kurang begitu suka dengan getaran mesin tiga silinder milik Active

Tourer serta suara berisik yang cukup terdengar meski Anda berada di dalam kabin. Sementara mesin empat silinder B 200 Urban hadir lebih senyap, meski respon mesin sedikit lebih lambat dari milik Active Tourer.

Kemudian, hal yang cukup penting untuk menjadi pertimbangan adalah menu berkendara. BMW menghadirkan menu pengendaraan eco, normal dan sport. Di sini Anda bisa memilih apakah mau irit bahan bakar (BBM) pada mode eco, keseimbangan antara performa dengan BBM pada mode normal atau memilih mengutamakan performa pada mode sport.

Sayangnya B 200 hanya menyuguhkan mode eco, sport dan manual saja (tak ada mode normal). Saat mengendarai B 200 Urban, ada baiknya Anda pilih mode manual untuk pengendaraan yang seimbang antara performa dan bahan bakar. Itu pun jika pengendara mahir memainkan pedal gas, yang berkaitan dengan putaran mesin saat kendaraan melaju di jalan. Ketika menggunakan mode eco laju kendaraan benar­benar dibatasi sementara mode sport sedikit lebih baik namun masih kurang terasa sporty.

Semua orang sudah semes­ tinya mengidamkan kendaraan fun­to­drive dan saat kami menguji pengendalian BMW 218i, bobot lingkar kemudinya terasa ringan serta memudahkan pengguna ketika bermanuver seperti misalnya memarkirkan kendaraan. Itu sisi positifnya. Namun saat berkendara kencang, kami merasa sedikit kehilangan feeling antara permukaan jalan dengan kemudi. Cukup

presisi memang, namun belum memberikan kesan layaknya BMW yang sesungguhnya.

Sebaliknya saat kami meng rasa sedikit berat tapi mantap ketika dipegang. Baik pelan maupun kencang, komunikasi antara jalan, ban dan lingkar kemudi terasa pas, hingga Anda pun bisa menikmati berkendara dengan enak. Terlebih, B 200 telah memiliki paddle shift untuk menambah keasyikan berkendara saat mode manual. Sementara pada BMW Anda tak akan menemukan paddle­shift di balik lingkar kemudi.

Keduanya sama­sama tawarkan transmisi yang menyenangkan. Kami pikir nilainya adalah imbang. BMW Active Tourer memiliki transmisi steptronic 6­percepatan yang bekerja dengan baik, perpindahan gear terasa cepat dan tepat. Begitu pula dengan transmisi Mercedes B 200 Urban (dual clutch 7G­DCT) yang halus dan responsif. Untuk suspensinya, kami merasakan bantingan pada B 200 lebih lembut dan nyaman dibandingkan Active Tourer yang berkarakter lebih sporty.

VERDICT

Baik BMW 218i Active Tourer dan Mercedes­benz B 200 Urban sama­sama menawarkan paket yang lengkap bagi mereka yang mencari medium hatchback premium dengan kabin yang lapang dan berada di bawah naungan nama besar manufaktur.

Namun harus ada peme nangnya dalam persaingan ini, dan dengan penilaian kami yang menghasilkan angka yang tipis kami memutuskan untuk memilih Mercedes­benz B 200, yang kami ambil dari poin kenyamanan, fitur, value, dan performa. Bukan berarti kami mengata ve Tourer tidak kami sukai, hanya saja kami cenderung memilih yang ditawarkan oleh B 200 dengan selisih satu poin.

Tak hanya Mercedes­benz B 200 Urban memiliki fitur yang lebih lengkap dengan adanya Active Parking Assist dan juga kamera parkir, namun Mercedes­benz juga menjual B 200 Urban dengan harga yang jauh lebih murah dari BMW 218i Active Tourer. Sekarang tinggal Anda lebih memilih harga dan kualitas atau Anda lebih fanatik dengan satu merek tertentu. Pilih

Anda dan keluarga Anda.

Dominasi warna hitam pekat yang sporty sekaligus memberikan kesan lapang

Mengabungkan dua warna kontras di dalam interiornya

Desain keduanya dengan masing-masing membawa nilai khas manufaktur

Sama-sama memiliki tampilan desain yang ikonik

BMW mengandalkan mesin 3-silinder 1.499cc twin turbo

Mengandalkan mesin 1.595cc 4-silinder dengan turbocharger

Menampilkan koneksi audio dan info kendaraan pada layar display

Menampilkan kondisi kendaraan dan fitur yang digunakan

BMW terlihat lebih ringkas namun tetap informatif

Mercedes-benz memiliki tampilan yang lengkap dan informatif

Keduanya menganut desain medium hatchback dengan bodi yang lebih tinggi daripada hatchback biasa

Menawarkan ruang bagasi yang juga lega untuk mengangkut barang

Ruang bagasi yang lega untuk memuat barang bawaan

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.