CARA BARU SEMBUHKAN PENYAKIT JIWA MENAHUN

Hidup Sehat - - DAFTAR ISI -

Dear

Dr. Ikrar, semoga dokter senantiasa sukses dalam menolong pasien dan masyarakt luas. Dr. Ikrar, perkenalkan nama saya Yati, tinggal di Bali. Saya memiliki kakak laki-laki yang menderita penyakit jiwa menahun. Dia telah menderita penyakit jiwa sudah puluhan tahun. Apakah ada pengobatan dan pencegahan baru dalam penyembuhan penyakitnya. Terimakasih dokter.

Yati, Bali Jawaban:

Dear Ibu Yati yang baik. Semoga saudaranya bisa segera pulih. Berdasarkan pengetahuan kami, benar ada cara baru pengobatan dan pencegahan penyakit gangguan Jiwa berat. Seperti yang kita ketahui, secara hipotesis oleh para pakar ilmu jiwa dan neurosains, dengan berasumsi pada kemampuan plastisitas jaringan saraf, perkembangan otak, dan fungsional kompensasi. Para ilmuwan memperkirakan bahwa pelatihan kognitif yaitu

proses kesadaran, mental dan termasuk aspek memori atau ingatan, kemampuan mengerti, dan pengambilan keputusan selama fase perkembangan otak, menjadi acuan dasar pencegahan atau menurunkan risiko para masyarakat yang memiliki risiko menderita gangguan jiwa berat.

Untuk membuktikan keyakinan para ilmuwan tadi, hasil penelitian terbaru yang diterbitkan di jurnal Neuron 23 Augustus 2012, halaman 714–724, memberikan jawaban yang luar biasa. Dr. Lee, dan timnya melaporkan, bahwa pada fase neonatal hewan coba yang terdapat kerusakan pada pusat saraf di otak (ventral hippocampus) sebagai model hewan penderita penyakit gangguan jiwa berat, yang diberi label (NVHL). Dan dengan menggunakan standar dan parameter khusus pada pelatihan kognitif (proses kesadaran dan mental, ingatan, pengertian, dan kemampuan pengambilan keputusan) sewaktu masih muda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hewan coba yang mengalami pelatihan sejak fase neonatal atau fase muda meningkatkan sikronisasi di otak, meningkatkan kemampuan bertindak dan kemampuan mengingat, kestabilan kondisi mental yang tidak berbeda atau memberikan hasil yang sama dengan control/normal.

Berdasarkan hasil penelitian di atas, berarti penderita ataupun keturunan, anak dan bayi-bayi yang terlahir dari keluarga penderita gangguan jiwa berat, ataupun mengalami gangguan akibat kerusakan di otak sejak kecil yang memiliki kecenderungan menderita gangguan jiwa berat setelah dewasa. Pada prinsipnya bisa dilakukan tindakan pencegahan (Profilaksis), dengan melakukan pelatihan kognitif sejak masa muda/remaja. Sehinga pada saat berkembang menjadi dewasa tidak lagi menderita gangguan jiwa berat. Hal ini akan membantu mengurangi biaya pengobatan, mengurangi kerugian akibat penderitaannya. Olehnya, sudah saatnya aspek tindakan preventif dan pencegahan perlu digalakkan di Indonesia, sebagai Negara dengan penduduk tertinggi menderita gangguan jiwa berat.

Demikian, semoga penjelasan ini bisa membantu meningkatkan pemahaman Ibu. (Dr. Ikrar)

Struktur Otak Normal [atas] dan Otak Schizophrenic [bawah]

Kelainan Otak Yang Bermanisfestasi Kelaianan Jiwa Menahun

Newspapers in Indonesian

Newspapers from USA

© PressReader. All rights reserved.