PENGGUNAAN OBAT YANG TEPAT

Hidup Sehat - - DAFTAR ISI -

PERTANYAAN:

Yang terhormat, Dr. Ikrar, semoga dokter senantiasa dalam kondisi sehat serta senantiasa berbahagia dan sukses dalam karier. Perkenalkan saya, Alimin, dari Aceh, Saya pernah membaca bahwa penggunaan obat sangat penting tetapi, kalau pemakainnya tidak tepat dapat berakibat fatal bagi kesehatan. Mohon penjelasan dokter, tentang hal ini. Atas penjelasannya, kami haturkan terima kasih.

JAWABAN:

Bapak Alimin yang budiman. Terima kasih atas pertanyaan dan doanya. Selanjutnya tentang pertanyaan bapak, bahwa apa bahaya penggunaan obat yang tidak rasional atau penggunaan obat yang tidak tepat, benar adanya. Penjelasannya sebagai berikut: pada saat seseorang menderita penyakit, apalagi yang parah, maka obat menjadi kebutuhan pokok yang tidak bisa ditunda. Karena itulah obat akan sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Dengan demikian, obat menjadi salah satu kebutuhan pokok dan sangat penting dalam masyarakat. Karena obat merupakan hasil ekstrak secara kimiawi, penggunaannya harus secara tepat dan benar. Hal ini terjadi karena zat kimia obat tersebut, jika masuk ke dalam tubuh, akan segera bereaksi berdasarkan reaksi kimiawi dan biologi tubuh. Jika penggunaannya tepat dan berdasarkan anjuran atau resep dokter akan berdampak baik untuk menyembuhkan penyakit. Namun sebaliknya, jika penggunaannya tidak secara tepat akan menyebabkan reaksi yang berlebihan, ketergantungan obat, sampai pada tahap keracunan dan kematian orang yang menggunakan obat tersebut.

Penggunaan obat yang tepat, dapat diartikan sebagai penggunaan obat yang sesuai dengan dosis, jangka waktu pemakaian, serta berdasarkan indikasi atau kebutuhan klinis pasien yang dilandasi atas keterjangkauan biaya. Jadi, secara sederhana dapat dikatakan bahwa penggunaan obat yang tepat adalah yang memenuhi syarat atau aspek medis, ekonomis, dan hukum sosial.

Pentingnya penggunaan obat secara tepat dan rasional, disebabkan atas beberapa faktor yaitu: 1. Upaya untuk mencegah terjadinya resistensi atau ketidak-efektifan obat. Jika telah terjadi resistensi, maka pada saat pemakaian obat tersebut dikemudian hari, obat tersebut menjadi tidak manjur lagi untuk menyembuhkan penyakit yang diderita.

2. Peningkatan biaya pengobatan, yaitu kenaikan biaya obat yang berdampak pada peningkatan beban ekonomi di masyarakat. (Hal ini dapat dikurangi dengan penggunaan obat tepat). 3. Pengobatan efektif dan aman, penggunaan obat yang tidak tepat akan berdampak pada efektivitas obat. Pada akhirnya obat tidak menyembuhkan

Salam.

Alimin, di ACEH.

bahkan akan memperparah penyakit yang diderita, serta dapat berakhir dengan kecacatan dan kematian.

Reaksi obat yang merugikan adalah respons terhadap obat yang berbahaya dan tidak disengaja. Dalam deskripsi ini penting dijelaskan bahwa hal tersebut menyangkut respons pasien, di mana faktor individu dapat memainkan peranan penting. Bahkan fenomena ini dapat berupa: respons terapi tak terduga, berupa efek samping dari obat tersebut.

Biasanya keracunan obat dapat terjadi karena pemakaian yang berlebihan melebihi batas terapi obat atau karena pemakaian dalam waktu yang lama (kronis). Selain itu dapat disebabkan karena reaksi alergi, ataupun karena pemakaian obat yang bukan berdasarkan indikasi. Demikian pula diakibatkan oleh pemakaian obat yang merupakan kontraindikasi, yang disebabkan ketidaktahuan pasien.

Keracunan obat pada seseorang tentunya merupakan suatu bencana tersendiri yang seharusnya dapat dihindari. Menurut laporan Institute of Medicine, reaksi obat merugikan merupakan penyebab utama kematian urutan keempat di Amerika Serikat dan lebih dari dua juta reaksi serius terjadi setiap tahun. Reaksi obat yang merugikan ini dapat terjadi karena beberapa alasan, termasuk pemakaian dosis yang tidak benar, penyalahgunaan obat, dan interaksi antara obat.

Karena semua obat memiliki kemungkinan efek samping, oleh karena itu dibutuhkan pemantauan penggunaannya, hal ini untuk membuat obat yang lebih aman. Sehingga dokter sebelum meresepkan, atau masyarakat sebelum mengonsumsi obat, sebaiknya memahami:

• Batas normal serta level kritis yang memungkinkan obat yang dikonsumsi beracun • Reaksi fisiologis dan toksisitas obat, serta kontraindikasi obat tersebut

Penggunaan Obat Secara Rasional

Newspapers in Indonesian

Newspapers from USA

© PressReader. All rights reserved.