Anies Baswedan “Insya Allah menang…”

Usianya baru 47 tahun. Namun, banyak hal telah dicapai pria kelahiran Kuningan, Jawa Barat ini. Ya, dia adalah Anies Rasyid Baswedan. Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja Jokowi-JK maju sebagai Calon Gubernur DKI Jakarta bersama Pengu

Kabari - - DAFTAR ISI -

Anies Rasyid Baswedan adalah nama lengkapnya. Anies lahir di Kuningan, Jawa Barat 7 Mei 1969 dari pasangan Rasyid Baswedan dan Aliyah Rasyid. Sejak bangku sekolah, Anies telah menonjol dibanding teman-temannya. Salah satu pencapaiannya adalah Ketua OSIS se-Indonesia. Tak hanya itu, ia juga terpilih mengikuti program pertukaran pelajar dan tinggal selama setahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat.

Pasca-lulus SMA, ia diterima masuk di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Setelah lulus kuliah, Anies bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi UGM. Selanjutnya ia mendapat beasiswa S2 Fullbright dari AMINEF untuk kuliah masternya dalam bidang keamanan internasional dan kebijakan ekonomi di School of Public Affairs, University of Maryland.

Setelah lulus S2, Anies kembali mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi S3 dalam bidang ilmu politik di Northern Illinois Anies merampungkan tahun 2005.

Sekembali ke Indonesia, Anies bergabung dengan Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan. Sebuah lembaga non-profit yang berfokus pada reformasi birokrasi di beragam wilayah di Indonesia dengan menekankan kerjasama antara pemerintah dengan sektor sipil. Selanjutnya Anies menjadi direktur riset The Indonesian Institute.

Tahun 2007, Anies mendapatkan momen penting dalam perjalanan kariernya. Di usia 38 tahun, ia dilantik menjadi Rektor Universitas Paramadina. Anies menggantikan posisi cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid atau Cak Nur. Anies menciptakan rekor sebagai rektor termuda di Indonesia.

Tak berhenti disitu, suami dari Fery Farhati Ganis ini menggagas lahirnya Gerakan Indonesia Mengajar. Melalui Indonesia Mengajar ini merekrut, melatih, dan mengirim generasi muda terbaik bangsa ke berbagai daerah di Indonesia untuk mengabdi sebagai Pengajar Muda (PM) di Sekolah Dasar (SD) dan masyarakat selama satu tahun.

Setelah lebih banyak dikenal sebagai Akademisi, tahun 2013, Ayah dari Mutiara Annisa Baswedan, Mikail Azizi Baswedan, Kaisar Hakam Baswedan, dan Ismail Hakim Baswedan mulai mencicipi dunia politik dengan mengikuti Konvensi Partai Demokrat.

Anies lalu menggagas Gerakan Turun Tangan. Turun Tangan banyak bergerak di kegiatan sosial politik. Gerakan ini mendorong anak-anak muda di seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan politik.

Pada Pemilihan Presiden 2014, Anies menjadi juru bicara pasangan Jokowi-JK. Pasca- KPU merilis hasil rekapitulasi suara dan menetapkan Jokowi-JK sebagai pemenang pemilu, Anies dipercaya oleh pasangan tersebut untuk menjadi Deputi Kantor Transisi JokowiJK.

Karir politik Anies makin cemerlang, saat ditunjuk Presiden Jokowi menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Sayangnya Anies hanya 20 bulan menduduki posisi tersebut. Ia terkena reshuffle pada 27 Juli 2016. Posisinya digantikan oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Muhadjir Effendy. Meski begitu, banyak pencapaian yang telah dilakukannya. Salah satunya adalah mengubah fungsi Ujian Nasional tak lagi menjadi penentu kelulusan seorang pelajar. Perubahan ini membuat UN tak lagi menjadi momok menakutkan bagi pelajar di tanah air. Tak hanya itu, Anies juga menghapus Masa Orientasi Siswa (MOS) yang sebelumnya menjadi tradisi bagi siswa baru sebelum menjalani statusnya sebagai mahasiswa di sekolah lanjutan.

Hanya dua bulan berselang setelah reshuffle kabinet, Anies maju sebagai calon gubernur DKI Jakarta. Anies bersama Sandi didukung Partai Gerindra dan PKS.

RAGAM PROGRAM

Bagi paslon yang terkenal dengan slogan ‘maju kotanya dan bahagia warganya’ mempunyai program andalan. Yaitu menciptakan lapangan kerja, pembangunan infrastruktur dan memperhatikan daya dukung lingkungan dan sosial.

Pada debat ketiga yang berlangsung di Hotel Bidakara, Gatot Subroto, Jakarta Selatan, paslon ini ditanya tentang kebijakan apa yang akan diambil untuk menghadapi persoalan urbanisasi di Jakarta. Dikatakan Sandiaga Uno, telah menyiapkan program terbaik untuk menciptakan 44 pusat pertumbuhan ekonomi.

“Kami menyiapkan program OKE-OCE, dimana kami akan menciptakan 44 pusat pertumbuhan di wilayah Jakarta. OKE-OCE diciptakan untuk memastikan bahwa anak-anak muda kita bisa bertumbuh,” jawab Sandi.

OKE-OCE (One Kecamatan One Centre for Entrepreneurship) ini untuk mencetak wirausaha baru di DKI agar dapat menjadi benchmark di daerah lain. Jadi melalui program OKE OCE ini ditujukan untuk mengubah dan memihak kepada pengusaha kelas bawah, UMKM, dan pengusaha baru.

Selain program di atas, program lain yang gencar dikampanyekan oleh keduanya adalah program yang mengisyaratkan bakal menerapkan kebijakan uang muka 0 (nol) persen untuk pembelian rumah bagi masyarakat Jakarta yang ingin memiliki rumah.

“Bedanya adalah down payment-nya jadi tidak ada yang berubah dari sisi skema pembiayaan. Skema pembiayaan KPR tetapi down payment-nya nol, jadi dicek rumahnya oleh perbankan seperti biasa, kelayakannya, semua perizinannya bedanya adalah pada down

payment. Jadi hati-hati bukan kredit gratis, jadi yang benar kredit seperti biasa hanya down payment 0 (nol) dan saya rasa teman-teman jurnalis juga mau kok yang begini,” tegas Anies pada konferensi pers usai menjalani debat ketiga.

Bagi Anies, narkoba menjadi momok bagi anak muda di bangsa ini. Karena itu, Anies berkomitmen akan mengaktifkan dan memperluas RW siaga untuk dilibatkan tentang pendidikan narkoba.

“Membuat warga Jakarta bisa imun terhadap godaan narkoba, membuat lingkungan bisa menjadi lingkungan yang aman terhadap narkoba. Langkah yang akan diambil, pertama kita akan mengaktifkan kembali dan memperluas RW siaga. Bukan hanya fokus pada aspek kesehatan, kita akan memperluas bagaimana RW bisa memainkan peran, tentu dalam hal kesehatan tapi juga ketahanan lingkungan. Mereka akan terlibat di dalam kegiatan-kegiatan olahraga, pendidikan termasuk pendidikan tentang narkoba,” kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Lebih lanjut Anies juga menegaskan akan bertindak tegas kepada para distributor narkoba jika terjaring. “Kita akan siapkan Perda yang ekstra kepada mereka yang melakukan distribusi di Jakarta. Tegas kepada distributor, penuh kasih sayang kepada korban,” tegasnya.

MENANG

Rabu (1/2) Kabari menyambangi lokasi kampanye Anies-Sandi di kawasan Kedoya Jakarta Barat. Hari itu merupakan kampanye rutin, yakni RabuBersama AniesSandiaga di Prisma Sport Club, Jalan Perjuangan, Perum Taman Kedoya Permai, Kelurahan Kedoya, Kecamatan Kebon Jeruk, Jakarta Barat. Suasana terpantau sangat ramai. Dipadati ratusan anak muda dari berbagai kampus di Jakarta yang mengikuti kampanye tersebut.

Anies yakin akan menang di Pilkada DKI tahun 2017

mengingat elektabilitasnya semakin meningkat. “Insya Allah menang,” tuturnya kepada Kabari, sesaat sebelum meninggalkan lokasi kampanye.

Pada kesempatan lain, Jumat (10/2) Anies mengaku optimis akan menang di Pilkada DKI Jakarta. Hal ini karena melihat keinginan warga Jakarta untuk memiliki gubernur baru.

“Kami berusaha, kami berikhtiar. Kami ingin menjawab keinginan warga Jakarta untuk memiliki gubernur dan wakil gubernur baru. Oleh karena itu, kami berkampanye bukan sekadar menyampaikan program tapi juga mendengar aspirasi. Kami yakin, kami optimis selebihnya izinkan Allah yang menentukan takdir bagi warga Jakarta,” ujar Anies optimis.

Seiring keyakinan akan menang, Anies berjanji jika terpilih, semua anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan kota Jakarta akan dieksekusi mulai awal tahun 2018.

“Insya Allah pelantikan akan dilaksanakan pada bulan Oktober, karena itu kita punya waktu yang cukup untuk melakukan persiapan. Dan Oktober itu siklus anggarannya baru akan dimulai jadi banyak hal yang akan kita eksekusi mulai tahun 2018,” tutupnya. Kabari (1006, 1009, 1008)

“Kami berusaha, kami berikhtiar. Kami ingin menjawab keinginan warga Jakarta untuk memiliki gubernur dan wakil gubernur baru. Oleh karena itu, kami berkampanye bukan sekadar menyampaikan program tapi juga mendengar aspirasi. Kami yakin, kami optimis selebihnya izinkan Allah yang menentukan takdir bagi warga Jakarta,”

Foto: dok. Liputan6

Newspapers in Indonesian

Newspapers from USA

© PressReader. All rights reserved.