Dunia Baru Nicky Tirta

Nicky Tirta dikenal sebagai pemain sinetron. Namun, kini pria kelahiran 27 April 1983 ini menjajal dunia baru sebagai Chef.

Kabari - - DAFTAR ISI -

Laurensius Nicky Tirta Djaja nama lengkapnya. Namun, ia lebih dikenal publik dengan nama Nicky Tirta. Pria blasteran Belanda-Tionghoa memulai karir di dunia hiburan, saat mengikuti ajang pemilihan model di Majalah Aneka. Karena meraih juara pertama di ajang tersebut, Nicky mulai kebanjiran tawaran untuk bermain sinetron, FTV dan film.

Sinetron Bidadari yang dibintanginya bersama Marshanda mengangkat namanya. Hingga kini, Nicky telah membintangi 16 judul sinetron, 11 judul FTV dan 5 judul film.

Meski telah dikenal sebagai aktor, akhir-akhir ini Nicky sering tampil sebagai Chef diberbagai acara di televisi. Dalam perbincangan dengan Kabari, Nicky

mengakui bahwa belajar memasak secara otodidak. “Dulu aku dan keluarga tinggal di Australia. Beda ya sama di Jakarta ada asisten rumah tangga yang sudah menyiapkan makanan sehari-harinya. Kalau di sana ngga, kalau mau makan ya masak sendiri, kalau beli terus kan boros, jadi akhirnya memutuskan untuk belajar memasak,” kata Nicky yang ditemui Kabari di rumahnya di kawasan Bintaro, Tangerang Selatan.

CINTA MEMASAK

Diakui suami dari Liza Elly Purnamasari ini, sejak pertama kali memasak, ia langsung menyukainya. “Pertama kali nyentuh dapur kalau I love this, aku suka banget hari ini, aku suka banget masak,” cerita Ayah dari Naara Ellyna Tirta ini.

Sejak saat itu, Nicky mulai belajar berbagai menu masakan. Panduannya dengan menonton berbagai acara memasak di TV Australia. “Di sana juga didukung banyak banget acara masak, prime time di TV. Jadinya mulai belajar di TV, majalah-majalah yang ada, bukubuku masak, ternyata memang suka banget,” ujar Nicky yang pernah main film Gue Bukan Pocong.

Sejak saat itu, Nicky makin jatuh cinta dengan dunia masak memasak. Apalagi dengan memasak bisa menyenangkan orang lain. “Bagian dari proses plating, sampai garnish dan segala macem itu adalah buat aku kayak mengerjakan sebuah seni. Jadi sebuah seni yang bisa memberikan kepuasan dan bermanfaat buat orang lain,” ujar Nicky yang bermain dalam sinetron Gue Juga Islam.

Selain belajar secara otodidak, Nicky sempat mengikuti kursus memasak di Perth, Australia. “Memasak itu baru diajari general aja, tapi kebanyakan aku mempelajari di dapur sendiri, otodidak dan aku bisa belajar dari siapapun. Dari yang bener-bener Chef, dari orangtua, kadang juga dari adikku yang lebih muda, dia tau cara buat sesuatu. Kadang juga dari asisten rumah tanggaku di Jakarta, dia orang Jawa, dia tau masakan Jawa aku belajar sama dia, jadi belajar itu bisa dari mana pun,” terangnya.

Meski sering muncul diberbagai acara kuliner, hingga kini Nicky belum mau disebut Chef. “Ketika aku mulai muncul di TV, di komunitas hiburan Indonesia yang suka memasak, aku suka review ketika dipanggil Chef, karena buat aku Chef itu seperti gelar. Ada tahapannya untuk bisa mendapatkan gelar itu, aku lebih suka dipanggil Home Chef,” jelas Nicky yang bermain di FTV Ujian Hidup Menyadarkan Istriku.

Karena memiliki passion di dunia masak, Nicky ingin fokus di bidang ini. “Ini adalah sesuatu yang baru, fresh dan memang aku pengen fokusin. Kita mau fokus sama satu hal, tidak gampang menyerah, pasti akan ada hasilnya,” katanya tersenyum.

Kini terbukti, Nicky makin sering diundang diberbagai acara masak. “Sekarang mulai terlihat hasilnya, aku dipercaya dimana-mana untuk memasak,” aku Nicky yang kini dipercaya menjadi Brand Ambassador dari perusahaan makanan.

Dikatakan Nicky, meski memiliki keahlian dalam beragam makanan, mulai dari Indonesian Food hingga Western Food, tapi di tahun ini lebih ingin fokus ke bidang pastry. “Pastry lebih menantang, karena kita harus memperhatikan teknik, komposisi, temperatur memanggang, terus membutuhkan kesabaran juga, jadi banyak hal yang menantang di dalam pastry,” katanya.

Dikatakan Nicky untuk mempelajari ragam makanan Indonesia, ia pun pergi ke daerah asalnya. “Di Padang ada namanya Dendeng Batokok, ada camilan Sala Lauak. Aku eksplor ke Padang, hanya ingin cari tahu bagaimana

rasanya, bagaimana cara memasaknya. Aku juga eksplor ke Jawa Tengah, saya temui masakan Lembarang. Membuat saya tertantang untuk membuat masakan tersebut,” ucapnya.

Hingga saat ini, jika ada yang bertanya, apakah akan memilih menjadi Chef atau Aktor. Nicky mengaku menyukai keduanya. “Ya kalau kita akting bisa menghibur, kalau kita presenter bisa memberikan informasi, kalau kita memasak juga bisa memberikan informasi sekaligus bisa memberikan kepuasan orang lain, buat aku semua bisa dijalani dengan enjoy,” katanya.

Tidak Takut Gagal

Dalam mengolah beragam makanan maupun pastry, Nicky mengaku tidak takut gagal. “Jadi jangan pernah takut gagal, karena buat aku gagal itu adalah bagian dari kesuksesan kita nantinya. Karena kita ditatar semakin lebih baik dan lebih baik lagi mencari segala potensi yang bisa membuat segala sesuatu bisa menjadi lebih berkualitas, lebih baik lagi. Kayak kita misalnya membuat kue. Pertama kali bikin kue, hasilnya bantet. Kemudian saya mencari tau apa penyebabnya, meskipun sudah dikasih baking powder namun tetap menyusut. Nah kemudian cari tau lagi kenapa masih menyusut, padahal rasanya sudah enak dan menurutnya jika dimakan pun orang pasti suka, apalagi yang kurang. Saya pun terus mencari tau agar hasil masakan kuenya mendapatkan tekstur yang bagus, dan ketika keluar dari oven tidak menyusut, jika menyusut itu pun hanya sedikit namun tetap terus mencari tau hingga mendapatkan hasil yang sempurna,” jelas Nicky.

Nicky mengakui membutuhkan ujicoba berkalikali hingga mendapatkan hasil yang memuaskan.

“Karena bisa berkali-kali (ujicoba) sampai akhirnya aku dapat resep yang pasti, dengan teknik yang pasti, baru aku berani share. Itu berarti ada proses kegagalan yang semakin lebih baik. Kegagalan pertama mungkin parah, kegagalan kedua lebih baik, kegalan tiga udah bagus namun bisa lebih bagus. Oke dicoba lagi dan jangan pernah takut gagal, berani memulai kembali untuk mencoba,” imbuh Nicky.

Nicky memiliki mimpi mempunyai restoran sendiri. Namun, hingga kini ia belum bisa mewujudkannya karena kesibukannya. “Aku takutnya pekerjaanku terbengkalai. Tapi kalau dalam kapasitas masih online, toko kue, aku masih bisa kasih kepercayaan sama orang yang sudah aku ajarin, aku masih bisa ke handle. Untuk sekarang ini fokus dengan apa yang susdah jadi kesibukan aku dan tanggung jawabku untuk sekarang-sekarang ini,” ujar Nicky

Mengakhiri pembicaraan dengan Kabari, Nicky ingin menjadi manusia yang lebih baik dalam hidup ini. “Orang bilang jangan pernah berada di zona nyaman terlalu lama dan berpikir out of the box. Itu pun aku selalu mencoba menata diriku untuk menjadi seperti itu, dan aku sadar itu penting sekali, Jadi ga pernah ada kata puas,” katanya

Nicky berharap untuk kedepannya, karirnya di dunia memasak ini bisa diterima masyarakat luas. “Harapan kedepannya semakin diterima di dalam dunia masak, dunia kuliner dan bisa menjadi inspirasi yang baik buat para penonton atau orang-orang yang ngikutin aku di duinia karir memasak ini,” pungkas Nicky.

Dok. Nicky Tirta

Newspapers in Indonesian

Newspapers from USA

© PressReader. All rights reserved.