Santi Budiasih Modal Sukses: Berdoa, Belajar, Bekerja

Awalnya hanya mengikuti sang suami yang studi lanjut di Amerika Serikat. Namun, kini Santi Budiasih membangun karir sebagai dokter anak di negeri 4 musim ini. Bagaimana kisahnya?

Kabari - - DAFTAR ISI - Santi Budiasih, DOKTER ANAK

Namanya Santi Budiasih. Wanita asal Jakarta, yang saat ini bekerja sebagai Dokter Anak di klinik Mercy Oakwood Medical Building di kota Oshkosh, negara bagian Wisconsin, Amerika Serikat. Santi bercerita kepada Kabari, setelah tamat dari SMAN 8 Jakarta, ia melanjutkan pendidikan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Setelah lulus, ia sempat bekerja di salah satu klinik di Bandung. “Saat itu pindah ke Bandung, karena menemani suami yang bertugas di sana,” terang Santi.

Tahun 2000, sang suami Halbana Tarmizi melanjutkan pendidikan di Amerika Serikat. Santi bersama anak lakilakinya, Ihsan Rizky pun ikut diboyong ke negeri Paman Sam. Saat itu suami Santi studi lanjut S2 di Michigan State University. Lalu dilanjutkan S3 di University of Nebraska. “Selama menjadi ibu dan istri, saya belajar agar lulus persamaan dokter di Amerika. Aduh susahnya itu ujian, aduhai,” ungkap Santi tertawa.

Lanjut Santi, saat mengikuti Ujian Perizinan Medis di Amerika Serikat sangat tidak mudah. Banyak sekali

yang berusaha menempuh ujian ini tapi gagal karena persiapan dan materi yang diuji susah sekali. “Apalagi saya sudah punya anak. Waktu itu belajar setiap harus bisa 4-5 jam dan waktu mendekati ujian saya belajar bisa 10 jam per hari,” katanya. Karena memiliki tekad kuat dan ketekunan, Santi berhasil dalam ujian tersebut.

Tahun 2010, ia bergabung sebagai Dokter Anak di Affinity/Ascension Medical Group, kota Oshkosh, negara bagian Wisconsin.”Sebagai dokter anak, saya menangani bayi yang baru lalu kasus emergency bayi baru lahir dan kesehatan anak,” terangnya.

Meski sebagai Dokter Anak, Santi juga menangani penyakit yang di derita orang dewasa. Sebut saja asma, alergi dan segala macam gangguan kesehatan lainnya.

Wanita yang hobi masak dan shopping ini, tak hanya dikenal sebagai dokter, ia juga menjadi penasehat medis di beberapa sekolah di wilayah Oshkosh, di mana ia tinggal. “Sebagai dokter yang berasal dari luar Amerika, saya harus menunjukkan bahwa kemampuan sama dengan dokter asal Amerika,” terang Santi yang menyatakan bahwa dokter harus memiliki empati, ramah dan memperhatikan keluhan pasien dengan saksama.

Di Oshkosh, dari 10 urutan dokter anak paling top di kota tersebut, Santi salah satunya. Dalam satu hari, ia mampu menangani hingga 25 pasien Jumlah ini sudah termasuk banyak menurut ukuran medis di Amerika.

Walaupun telah memiliki karir yang menyenangkan di Amerika, Santi memiliki keinginan untuk menghabiskan masa tua di tanah air.

Pesan Santi bagi Anda ingin membangun karir di Amerika. Yakni selalu belajar, bekerja sebaik mungkin, berdoa, dan jangan lupa tanah air. “Bukan suatu hal yang mustahil, bahwa kita sebagai anak -anak Indonesia mampu memiliki profesi yang setara dengan orang– orang dari bangsa lain,” tutupnya.

“Bukan suatu hal yang mustahil, bahwa kita sebagai anak -anak Indonesia mampu memiliki profesi yang setara dengan orang–orang dari bangsa lain,”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from USA

© PressReader. All rights reserved.