KESAN DARI SUPPORTERS SOLIDARITAS UNTUK AHOK DI SAN FRANCISCO

Kabari - - UTAMA -

Widya, wanita perserta aksi solidaritas untuk Ahok merasa bangga mengikuti aksi yang digelar di Aquatic Park, San Francisco, “Saya lihat di sini, saya cukup bangga sebagai bangsa Indonesia di luar negeri terutama di Amerika,” katanya saat wawancara dengan Kabari.

Sebagai masyarakat Indonesia di sana, ia merasakan semangat teman-teman pro Ahok luar biasa dan ia juga menilai cukup kompak untuk menyampaikan aspirasinya atas keinginannya untuk bebaskan Ahok da r i jeratan hukum penjara dua tahun lantaran kasus penistaan agama.

Pun demikian dengan peserta lain seperti Aguan yang menyatakan kecewa dengan keadilan di tanah air atas keputusan pengadilan yang memvonis Ahok, dengan demikian pendukung Ahok di Amerika begitu antusias ikut menggelar aksi solidaritas untuk Ahok dan keadilan di Indonesia, “Pertama saya bilang terima kasih karena kalian organisasi penggerak aksi ini, ini penting sekali karena saya menyaksikan ketidakadilan atas keputusan pengadilan, ini memberi contoh tidak baik,” ujar Aguan.

Sebagai rasa kepeduliannya terhadap tanah air, bagi Masyarakat Indonesia yang sudah puluhan tahun menetap di Amerika ini ketidakadilan tersebut dinilai bukan masalah biasa, “Karena ini bukan urusan sepele, bukan urusan kecil, terjadi ketidakadilan kepada sesama manusia, selain itu saya juga ingin memberi contoh, di sini di Amerika, Mayor, Gubernur, juga ada keturunan China, kenapa Indonesia ada satu gubernur keturunan China diperlakukan tidak adil, ini tidak benar,” imbuhnya.

Begitupun dengan Daniel yang sudah menetap selama tiga puluh tahun di negri Paman Sam, pertama kali mendengar akan diadakan aski solidaritas untuk Ahok ini, ia mendapat informasi dari saudaranya, Daniel mengatakan bahwa dirinya juga termasuk salah satu yang juga peduli dengan keadaan di tanah air. “Saya salah satu orang yang selalu memikirkan keadaan di Indonesia, saya merasa sedih dan juga menyesalkan apa yang terjadi baru-baru ini, melihat seorang yang begitu banyak menyumbang, berkerja keras untuk negeri tetapi diperlakukan seperti ini,” katanya. Menurutnya, sangat disayangkan orang yang sangat berjasa untuk negerinya tidak dihargai, namun hanya satu yang diperbincangkan dan menjadi masalah, yakni soal penodaan agama.

“Saya lihat orang yang bukan muslim yang dikatakan kafir, saya merasakan itu juga suatu penodaan agama terhadap yang lain, saya rasa itu harus dihentikan juga,” pungkasnya.

“Saya lihat orang yang bukan muslim yang dikatakan kafir, saya merasakan itu juga suatu penodaan agama terhadap yang lain, saya rasa itu harus dihentikan juga,”

Foto: Fenty Kaliman untuk SHARE Video atau Artikel ini klik www.Kabarinews.com/93254

Newspapers in Indonesian

Newspapers from USA

© PressReader. All rights reserved.