KBRI Washington, D.C. : Hargai Proses Hukum di Indonesia

HARGAI PROSES HUKUM DI INDONESIA

Kabari - - DAFTAR ISI -

Maraknya aksi solidaritas serta menyalakan cahaya lilin yang digelar oleh masyarakat Indonesia di negeri Paman Sam sebagai bentuk dukungan terhadap pengadilan yang menjatuhkan hukuman penjara dua tahun terhadap Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait kasus penodaan agama mendapat perhatian khusus dari Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington, D.C.

Dubes RI di Amerika Serikat, Budi Bowoleksono, mengatakan sebagai negara demokrasi, unjuk rasa adalah bagian dari ekspresi kebebasan berpendapat yang dijamin oleh konstitusi dan Undang-Undang sepanjang dilakukan dengan cara damai dan tidak melanggar norma hukum yang berlaku.

Lebih lanjut Budi menambahkan, dalam hal ini Dubes memberikan peluang dengan pintu terbuka untuk diskusi mengenai masalah Ahok dan Masyarakat Indonesia di Amerika, “Pemerintah termasuk di dalamnya KBRI terbuka jika masyarakat Indonesia ingin membahas berbagai perkembangan di tanah air,” ungkap Dubes Budi.

“Keinginan ini merupakan cerminan dari rasa kecintaan masyarakat Indonesia kepada tanah air, kontribusi seluruh elemen bangsa dimanapun mereka berada sangat dibutuhkan bangsa dan negara Indonesia,” katanya menambahkan.

Seperti diketahui, proses pengadilan yang

menjatuhkan vonis terhadap Ahok terkait kasus penodaan agama, Dubes menilai bahwa pasal 156a tentang penodaan agama sebagaimana pasal lainnya adalah Undang-Undang positif yang masih berlaku di Tanah Air. “Sebagai negara demokrasi yang menjunjung tinggi supremasi hukum, kita tidak punya pilihan kecuali mentaati Undang-Undang tersebut,” katanya.

Menurutnya, berbagai negara di dunia juga menerapkan pasal-pasal tentang penodaan agama, hal ini tentu berhubungan dengan norma hukum, sosial dan budaya negara-negara tersebut, norma-norma ini tentu bersifat dinamis dan terus berkembang sesuai dengan perubahan zaman dan dinamika di masyarakat.

Bagi Dubes, yang terpenting adalah kita bangsa Indonesia sebagai negara yang majemuk, tidak memiliki pilihan kecuali terus menjaga kebhinnekaan dengan terus mengedepankan nilai-nilai toleransi dan menghormati perbedaan seluruh elemen bangsa.

Dengan demikian, KBRI sebagai wakil pejabat pemerintah Indonesia di Amerika mengimbau kepada seluruh masyarakat Tanah Air serta elemen lainnya di negeri Paman Sam bahwa sebagai negara demokrasi dan negara hukum, seluruh pihak diminta untuk menghormati proses hukum yang berjalan di Indonesia.

Selain itu, KBRI juga menegaskan bahwa perbedaan pandangan antara masyarakat Indonesia adalah hal yang wajar, namun perbedaan pandangan tersebut janganlah justru menjadi pendorong terjadinya perpecahan di tengah-tengah masyarakat, baik yang berada di Indonesia maupun diaspora Indonesia di seluruh dunia, termasuk di Amerika Serikat.

Perbedaan itu seyogyanya dijadikan sebagai positive force dalam upaya membangun Indonesia menjadi suatu negara yang demokratis, makmur dan berkeadilan bagi seluruh rakyatnya sehingga Indonesia dapat berdiri sejajar dengan bangsa-bangsa lain di dunia.

“Pemerintah termasuk di dalamnya KBRI terbuka jika masyarakat Indonesia ingin membahas berbagai perkembangan di tanah air,”

Newspapers in Indonesian

Newspapers from USA

© PressReader. All rights reserved.