Sentuhan Budaya Jawa Timuran Dalam Prosesi Kremasi Raja Bhumibol Adulyadej

Sentuhan Budaya Jawa Timuran Dalam

Kabari - - DAFTAR ISI - (Kabari1007/Foto: dok. The Nation)

Pada tanggal 26 Oktober 2017, pemerintah Kerajaan Thailand akan menggelar upacara kremasi akbar bagi mendiang Raja Bhumibol Adulyadej. Raja yang bergelar Rama X tersebut mangkat di usia 88 tahun pada 13 Oktober 2016. Menurut keterangan yang dirilis oleh pihak kerajaan, ribuan seniman akan mempersembahkan berbagai kesenian tradisional khas Negeri Seribu Pagoda seusai kremasi. Menteri Kebudayaan Thailand, Veera Rojpojanarat, pun mengungkapkan bahwa seluruh seniman yang terlibat mulai berlatih untuk penampilan yang terbaik dan termegah sepanjang sejarah Thailand.

Bertempat di utara kompleks bersejarah Sanam Luang (Bangkok), pihak panitia rencananya akan menyiapkan 3 panggung untuk berbagai pertunjukkan seni yang akan berlangsung selama 12 jam. Panggung pertama akan menampilkan Nang Yai (wayang kulit) dan Khon (sendratari) dari epos Hindu legendaris Ramayana. Sementara itu, panggung ke-2 akan menyajikan Hun Luang (wayang golek kerajaan) dengan berbagai kisah cerita rakyat asal Negeri Gajah Putih, seperti Phra Mahachanok dan Phra Aphai Mani. Panggung ini juga akan menampilkan Lakhon Nai (sendratari kerajaan) dengan judul Inao. Sendratari tersebut diangkat dari cerita Jawa Timur klasik (era Kerajaan Kediri) yang mengisahkan tentang heroisme dan romantika Raden Inu Kertapati (Panji Asmarabangun) dan Dewi Sekartaji (Galuh Chandrakirana).

Di panggung ke-3, hadirin akan disuguhi dengan sebuah konser musik klasik yang berjudul Tha Keu Doungjai Thai Tua La (Yang Mulia Ada Di Hati Semua Orang Thailand Di Seluruh Penjuru Negeri). Konser tersebut akan menampilkan berbagai lagu ciptaan Raja Bhumibol semasa hidupnya.

untuk SHARE Video ini klik www.Kabarinews.com/93645

Newspapers in Indonesian

Newspapers from USA

© PressReader. All rights reserved.